... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Mengenal Lahirnya Komunisme di Indonesia (Bag.1): Berawal dari Sarekat Islam

Foto: PKI

Lahirnya Sarekat Islam menandai gerakan baru pribumi di Hindia Belanda. Kemudian dari dalam muncul kaum merah yang radikal. Cikal bakal gerakan komunis di Indonesia. Perselisihan dalam tubuh Sarekat Islam pun tak bisa dihindari.

KIBLAT.NET – Hindia Belanda (Indonesia) di awal abad ke 20 adalah sebuah negeri yang telah melalui zaman yang berbeda. Selepas sistem ekonomi kolonial yang mengeksploitasi alam habis-habisan melalui tanam paksa (culturstelsel), tanah air kembali diperas bersama manusianya dengan munculnya perkebunan-perkebunan milik swasta asing. Situasi sosial dan ekonomi di Hindia Belanda ditandai dengan berbagai perubahan.

Kantor pelayanan publik bermunculan, perusahan-perusahan swasta hadir di Hindia Belanda, industri seperti gula dan tembakau menjadi tulang punggung baru ekonomi di Hindia Belanda. Namun semua itu hadir bukan demi rakyatnya, tetapi demi mengokohkan kolonialisme di Hindia Belanda.

Orang-orang pribumi saat itu juga mulai menikmati pendidikan di sekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah kolonial. Politik etis yang mendorong pendidikan untuk orang pribumi sejatinya hanyalah kaki-kaki untuk menopang kolonialisme di Hindia Belanda. Kelak orang-orang pribumi yang mengecap pendidikan diproyeksikan sebagai petugas-petugas dalam sistem ekonomi kolonial. Meskipun begitu, bagi orang-orang pribumi pendidikan dapat menjadi pendongkrak status sosial. Pendidikan di sekolah kolonial tetap dianggap sebagai sesuatu yang menjanjikan bagi masa depan.

Orang-orang pribumi terdidik secara barat ini kemudian mendapatkan pencerahan baru dengan memasuki era media massa. Media massa lokal menjamur menjadi sumber pencerahan. Ratna Doemillah, Medan Prijaji atau Sinar Djawa dikenal sebagai media massa lokal saat itu. Media massa bukan satu-satu penanda perubahan zaman. Penanda lain adalah dimulainya organisasi-organisasi bagi orang pribumi, terutama Sarekat Islam sebagai simbol kebangkitan orang-orang pribumi.

BACA JUGA  Membumikan Jurnalisme Islam (Tanggapan Artikel Remotivi)

Hadirnya Sarekat Islam memberikan rasa harga diri bagi orang pribumi. Meski awalnya didirikan sebagai perkumpulan untuk dagang, namun dalam perkembangannya Sarekat Islam menjadi organisasi massa yang menyuarakan kepentingan rakyat, bukan sekedar perkumpulan tetapi menjadi pergerakan nasional.

1-1-rapat-si

Gambar 1.1 Pertemuan Sarekat Islam di Blitar tahun 1914. Sumber foto: KITLV Digital Media Library

Sarekat Islam meroket dan merebut hari masyarakat pribumi ketika itu. Jumlah anggotanya meledak, Dari 35 ribu orang di Agustus 1914, pada tahun1915, Sarekat Islam telah memiliki 490.120 anggota. Bahkan pada tahun 1919, anggota Sarekat Islam telah mencapai 2 juta orang.

Sarekat Islam memang mampu menyatukan penduduk pribumi. Agama Islam sebagai pengikat yang erat diantara masyarakat Hindia Belanda ketika itu. Kala itu, menyebut orang pribumi berarti adalah orang Islam. Sarekat Islam mampu menyatukan rakyat pribumi dari berbagai lapisan, mulai dari kalangan bangsawan, terdidik barat, petani, buruh hingga para ulama.

Baca halaman selanjutnya: Atas azas Islam ini pula SI...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Mengenal Lahirnya Komunisme di Indonesia (Bag.1): Berawal dari Sarekat Islam”

  1. Rose

    SI Semarang memiliki sikap yang berseberangan dengan CSI sejak Semaoen, memegang kendali Sarekat Islam Semarang. Semaoen, yang lahir tahun 1899, awalnya adalah seorang juru tulis di Staatsspoor. *Ia kemudian bergabung dengan SI Surabaya tahun 1914* dan terpilih menjadi sekertarisnya. Tahun 1915, Semaoen bertemu dengan Sneevliet dan segera tertarik dengan aktivitasnya.
    ➖➖➖➖➖
    Semaoen di VSTP segera menjadi salah satu pemimpinnya. Ia mampu menggerakkan berbagai pemogokan buruh. Begitu pula dengan perannya di Sarekat Islam. *Sejak pindah dari SI Surabaya ke SI Semarang,* Semaoen mampu menjadi ketua SI Semarang. Ia mampu menggaet anggota SI Semarang dari 1700 orang di tahun 1916, setahun kemudian menjadi 20 ribu orang. Melalui surat kabar Si Tetap dan Sinar Djawa, Semaoen menyuarakan berbagai kritik kerasnya kepada pemerintah kolonial.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Hijrah Nabi dan Potret Ukhuwah Islamiyah

Setiap memasuki tahun baru hijriah, kita selalu diingatkan dengan kisah hijrahnya Nabi SAW dan para sahabatnya ke kota Madinah. Ada beragam hikmah yang bisa kita petik dari peristiwa tersebut. Salah satunya tentang bagaimana Rasulullah SAW menunjukkan ikatan persaudaraan di dalam Islam.

Jum'at, 30/09/2016 17:05 0

Amerika

Fethullah Gulen Tuding Erdogan Dalang Kudeta Turki

Penkhotbah Turki yang tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait percobaan kudeta Turki bulan Juli lalu. Gulen mengatakan dalang di balik kudeta adalah presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Jum'at, 30/09/2016 16:28 0

Suriah

Karena Seringnya Pemboman, Anak-Anak di Aleppo Harus Bersekolah di Bunker

Beberapa murid, seperti Nidal al-Aboud (13 th) dengan terpaksa harus bersekolah di bawah tanah (bunker). Bangunan sekolah Nidal telah hancur, sama seperti ribuan bangunan lainnya di seluruh Suriah sejak perang dimulai lima setengah tahun lalu.

Jum'at, 30/09/2016 14:51 0

Indonesia

IIBF 2016: Kedubes Saudi Arabia Bagikan Buku dan Mushaf Al-Qur’an Gratis

Selain buku, mushaf Al-Qur'an dengan tampilan lux terjemahan dan non terjemah juga bisa didapatkan dengan cuma-Cuma. Pengelola stand juga menyediakan penulis khath (khaththath) bagi para pengunjung yang namanya ingin ditulis dalam kaligrafi Arab yang indah. Kaligrafi nama ditulis dalam selembar kertas khusus yang kemudian bisa dibawa pulang oleh pengunjung.

Jum'at, 30/09/2016 14:15 0

Indonesia

Prof. Shalih bin Abdullah Asy-Syatsri: Bahasa Arab Sumber Memahami Islam

Pakar bahasa Arab yang juga dosen Universitas King Khalid, Prof. Dr. Shalih bin Abdullah Asy-Syatsri, menyatakan sangat penting bagi umat Islam untuk mempelajari dan memahami bahasa Arab.

Jum'at, 30/09/2016 14:09 0

Yaman

Tentara Yaman dan Jet Koalisi Saudi Gempur Pemberontak Hutsi di Taiz

Tentara dan Angkatan Perlawanan Rakyat Yaman melancarkan serangan terhadap pemberontak Syiah Hutsi dan sekutunya, pengikut Ali Abdullah Saleh di Taiz.

Jum'at, 30/09/2016 13:50 0

Analisis

AS Perlu Tahu, Masalah Iraq Lebih Besar daripada ISIS

Kegagalan Iraq dalam mengatasi tiga di antara sejumlah tantangan negara yang paling sulit menyebabkan kelompok-kelompok perlawanan seperti ISIS mampu mendestabilisasi negara. Kombinasi antara sistem politik sektarian, hilangnya kedaulatan ke tangan asing, dan korupsi akut yang merajalela merupakan masalah yang tak terselesaikan pasca era invasi AS ke negara itu. Banyak yang beranggapan bahwa persoalan tersebut berhubungan langsung dengan kebijakan invasi militer Amerika itu sendiri.

Jum'at, 30/09/2016 13:16 0

News

Ini Komentar Taliban Untuk Debat Calon Presiden Amerika Serikat

"Hal utama yang kita ingin, yang harus dilakukan presiden Amerika Serikat berikutnya adalah belajar dari kesalahan para pendahulu mereka. Mengapa mereka dibenci seluruh dunia?...

Jum'at, 30/09/2016 11:24 0

Arab Saudi

Kongres Tolak Veto Obama, Arab Saudi Bereaksi

Para keluarga korban serangan 11 September menuding Arab Saudi mendukung para pembajak pesawat yang menghantam gedung WTC. Namun Arab Saudi menolak tudingan itu.

Jum'at, 30/09/2016 11:05 0

Irak

Pemikir Barat: Jangan Kalahkan ISIS Dulu

KIBLAT.NET – Jangan kalahkan ISIS dulu. Sebab ketika ISIS dikalahkan, etnis dan warga Irak akan...

Jum'at, 30/09/2016 10:32 0

Close