... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Mengenal Lahirnya Komunisme di Indonesia (Bag.2): Sarekat Islam tanpa Islam?

Foto: Gedung Sarekat Islam

Revolusi di Rusia semakin membakar militansi kaum merah di Sarekat Islam. Kerjasama dua kubu dan saling silang soal prinsip mewarnai perjalanan Sarekat Islam. Namun konflik makin tajam saat Tjokroaminoto dituduh terlibat korupsi

KIBLAT.NET – Di antara berbagai ketidaksepahaman kubu kiri di Sarekat Islam, satu hal yang cukup krusial adalah soal agama. Kubu kiri ingin menarik Sarekat Islam ke arah netral agama. Mereka beralasan bahwa agama tidak menyediakan basis yang luas bagi aksi politik.

Hal ini diperparah nantinya oleh usul Alimin Prawirodirdjo, yang menginginkan nama Sarekat Islam diganti menjadi Sarekat Hindia. Persoalan agama sebagai landasan berjuang Sarekat Islam memang menjadi isu yang melandasi pertentangan antara kubu kiri dan Islam di SI. Isu ini nantinya akan semakin santer diperdebatkan, khususnya pasca terjadinya Revolusi 1917 di Rusia.

Revolusi 1917 mendapatkan sambutan hangat orang-orang kiri di Hindia Belanda khususnya Sneevliet. Ia menulis sebuah artikel berjudul ”Zegepraal“ yang berarti kemenangan. Artikel ini memberikan dukungan agar rakyat Indonesia berjuang melawan imperialisme dan keterbelakangan feodal.

Diserukannya, ”Disini ada satoe bangsa jang bersabar hati, sengsara, memikoel kesengsara’an, jalah satoe bangsa dari beberapa million djiwa telah beberapa abad…dan sesoedahnja Dipo Negoro, tiadalah ada bangoen lagi saorang banjak aken mereboet hak beoat mengatoer nasibnja sendiri. Hei, rajat bangsa Djawa, revolutie Rusland mengandoeng pengadjaran djoega bagi kamoe!”

Tulisan ini membawa Sneevliet ke dalam masalah. Pemerintah kolonial bereaksi dengan menyeretnya ke pengadilan dan kemudian mengusirnya dari Hindia Belanda. Di Hindia Belanda orang-orang lintas pergerakan seperti Mas Marco hingga H. Fachrodin bereaksi menentang pengusiran Sneevliet.

1-4-sneevliet

Gambar 1.4 Sneevliet di Semarang tahun 1917. Sumber foto: iisg.nl

Memang, revolusi di Rusia bukan hanya disambut kaum kiri di Hindia Belanda, tetapi juga tokoh nasionalis semacam Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, yang pertama kali menerbitkan tulisan Sneevliet pada 19 Maret 1917 di De Indier, media massa yang dipimpinnya. Selain Dr Tjipto, Mas Marco juga menulis artikel yang menyambut revolusi tersebut.

Ki Hajar Dewantara juga menyambutnya dengan menerjemahkan lagu Internationale. Semangat anti kapitalisme memang menjadi bahasa pada zaman itu. Tetapi Revolusi 1917, secara khusus semakin memperlihatkan kubu kiri yang bergerak diatas prinsip marxisme. Hal ini menjadi persoalan ketika kubu kiri juga turut meluaskan pengaruhnya di Sarekat Islam.

Kecurigaan tokoh-tokoh Islam dalam SI seperti Abdoel Moeis dan Haji Agus Salim pada sepak terjang kubu kiri di SI sudah sejak lama. Menurut mereka dibalik Semaoen, ada sosok Sneevliet yang mengendalikannya. ”Lihatlah pekerdjaan Sneevliet, lebih dahoeloe ia petjah persekoetoean jang sebidji-bidjinja! Sarekat Islam digojang Sneevliet! Padahal masih banjak pekerdjaan jang lain, jang akan lebih berhasil dari ini kelakoean, jang ia soedah bikin.“

Haji Agus Salim pun bereaksi atas pandangan marxis kubu kiri di SI. Dalam artikelnya di surat kabar Neratja pada 1 Oktober 1917, Haji Agus Salim menyebut kelompok SI Semarang sebagai kaum yang “…hendak membagi bangsa kita atas ’kaoem pekerdja‘ dengan ’kaoem bermodal.‘ Kaoem itoe jang membatalkan hak-milik, jang memakai nama ‘socialist‘ jang dibangoenkan dan dikembangkan dalam negeri ini oleh toean-toean Sneevliet, Baars d.l.l.“

Haji Agus Salim juga mengkritik mereka dengan mengatakan, ”…kaoem ’socialist‘ itoe memboeta toeli sadja hendak memindahkan sengketa dan perselisihan di roemah tangganja (Eropa) ke tanah air kita.”

Abdoel Moeis juga senada dengan Haji Agus Salim dan dengan terang menunjuk Sneevliet berada di balik Semaoen. Dalam tulisannya yang diterbitkan Sinar Djawa pada 2 Oktober 1917, Moeis menyebut, ”…SI Semarang masih koeat melengkat pada Sneevliet, karena dijwanja SI Semarang ialah Semaoen, sedang toelang tonggong Semaoen ialah Sneevliet. Boekankah kita tahoe penghidoepan Semaoen ialah dari perkoempoelan VTSP, sedang Djiwanja VTSP ialah Sneevliet poela.“

Baca halaman selanjutnya: [caption...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

45 Jemaah Haji Ilegal Masih Ditahan di Filipina

Para korban tersebut, lanjut Lukman, adalah mereka yang tidak tahu jika perbuatan menggelapkan identitas merupakan sebuah tindakan ilegal. Kendati begitu, terdapat juga kemungkinan dari unsur jamaah yang bukan sebagai korban dan tahu perbuatan mereka ilegal serta tetap melakukan penggelapan paspor.

Jum'at, 30/09/2016 18:49 0

Manhaj

Hijrah Nabi dan Potret Ukhuwah Islamiyah

Setiap memasuki tahun baru hijriah, kita selalu diingatkan dengan kisah hijrahnya Nabi SAW dan para sahabatnya ke kota Madinah. Ada beragam hikmah yang bisa kita petik dari peristiwa tersebut. Salah satunya tentang bagaimana Rasulullah SAW menunjukkan ikatan persaudaraan di dalam Islam.

Jum'at, 30/09/2016 17:05 0

Amerika

Fethullah Gulen Tuding Erdogan Dalang Kudeta Turki

Penkhotbah Turki yang tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait percobaan kudeta Turki bulan Juli lalu. Gulen mengatakan dalang di balik kudeta adalah presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Jum'at, 30/09/2016 16:28 0

Suriah

Karena Seringnya Pemboman, Anak-Anak di Aleppo Harus Bersekolah di Bunker

Beberapa murid, seperti Nidal al-Aboud (13 th) dengan terpaksa harus bersekolah di bawah tanah (bunker). Bangunan sekolah Nidal telah hancur, sama seperti ribuan bangunan lainnya di seluruh Suriah sejak perang dimulai lima setengah tahun lalu.

Jum'at, 30/09/2016 14:51 0

Indonesia

IIBF 2016: Kedubes Saudi Arabia Bagikan Buku dan Mushaf Al-Qur’an Gratis

Selain buku, mushaf Al-Qur'an dengan tampilan lux terjemahan dan non terjemah juga bisa didapatkan dengan cuma-Cuma. Pengelola stand juga menyediakan penulis khath (khaththath) bagi para pengunjung yang namanya ingin ditulis dalam kaligrafi Arab yang indah. Kaligrafi nama ditulis dalam selembar kertas khusus yang kemudian bisa dibawa pulang oleh pengunjung.

Jum'at, 30/09/2016 14:15 0

Indonesia

Prof. Shalih bin Abdullah Asy-Syatsri: Bahasa Arab Sumber Memahami Islam

Pakar bahasa Arab yang juga dosen Universitas King Khalid, Prof. Dr. Shalih bin Abdullah Asy-Syatsri, menyatakan sangat penting bagi umat Islam untuk mempelajari dan memahami bahasa Arab.

Jum'at, 30/09/2016 14:09 0

Yaman

Tentara Yaman dan Jet Koalisi Saudi Gempur Pemberontak Hutsi di Taiz

Tentara dan Angkatan Perlawanan Rakyat Yaman melancarkan serangan terhadap pemberontak Syiah Hutsi dan sekutunya, pengikut Ali Abdullah Saleh di Taiz.

Jum'at, 30/09/2016 13:50 0

Analisis

AS Perlu Tahu, Masalah Iraq Lebih Besar daripada ISIS

Kegagalan Iraq dalam mengatasi tiga di antara sejumlah tantangan negara yang paling sulit menyebabkan kelompok-kelompok perlawanan seperti ISIS mampu mendestabilisasi negara. Kombinasi antara sistem politik sektarian, hilangnya kedaulatan ke tangan asing, dan korupsi akut yang merajalela merupakan masalah yang tak terselesaikan pasca era invasi AS ke negara itu. Banyak yang beranggapan bahwa persoalan tersebut berhubungan langsung dengan kebijakan invasi militer Amerika itu sendiri.

Jum'at, 30/09/2016 13:16 0

News

Ini Komentar Taliban Untuk Debat Calon Presiden Amerika Serikat

"Hal utama yang kita ingin, yang harus dilakukan presiden Amerika Serikat berikutnya adalah belajar dari kesalahan para pendahulu mereka. Mengapa mereka dibenci seluruh dunia?...

Jum'at, 30/09/2016 11:24 0

Arab Saudi

Kongres Tolak Veto Obama, Arab Saudi Bereaksi

Para keluarga korban serangan 11 September menuding Arab Saudi mendukung para pembajak pesawat yang menghantam gedung WTC. Namun Arab Saudi menolak tudingan itu.

Jum'at, 30/09/2016 11:05 0

Close