... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kongres Tolak Veto Obama, Arab Saudi Bereaksi

Foto: Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al Jubeir

KIBLAT.NET, Riyadh – Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam penetapan undang-undang Amerika Serikat yang memungkinkan keluarga korban serangan 11 September 2001 menuntut ganti rugi kepada Kerajaan Saudi. Menurut Saudi, undang-undang itu menimbulkan kecemasan luar biasa.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kamis (29/09) melalui media resmi Saudi, SPA, Kemenlu menegaskan bahwa hal itu akan berdampak negatif bagi semua negara, termasuk Amerika Serikat.

Sebelumnya, Saudi tidak mengeluarkan pernyataan apapun terkait undang-undang yang merugikan negaranya itu.

Pernyataan itu juga meminta Kongres AS mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghindari akibat serius dari undang-undang tersebut. Namun tidak disebutkan akibat yang dimaksud.

Sehari sebelumnya (Rabu, 28/09), Kongres AS dengan suara mayoritas menolak veto Presiden Barack Obama atas rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan keluarga korban serangan 11 September 2001 menuntut Arab Saudi.

Pemungutan suara di Kongres berakhir dengan 348 menolak dan 77 mendukung, atau dua lebih dari dua pertiga suara yang dibutuhkan untuk membatalkan veto presiden. Senat juga sebelumnya menentang veto tersebut dengan 97 melawan satu suara.

Perlu diketahui, sepanjang dua periode masa kepemimpinannya, veto Presiden Obama tidak pernah ditolak oleh Kongres.

Presiden Obama memveto RUU dengan alasan akan membuka kemungkinan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, tentara, dan para pejabat digugat secara hukum di luar negeri. Selain itu ada kekhawatiran akan mengganggu hubungan Amerika Serikat dengan Arab Saudi. Seperti diketahui, Saudi merupakan sekutu terdekat AS di Timur Tengah.

Para keluarga korban serangan 11 September menuding Arab Saudi mendukung para pembajak pesawat yang menghantam gedung WTC. Namun Arab Saudi menolak tudingan itu.

Reporter: Suhli El-Izzi
Sumber: Reuters Arabic, BBC

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Sunnah Membaca Surat Qof Dalam Sholat dan Khutbah Jum’at [ Ust. A. Zain An Najah MA]

KIBLAT.NET – Sholat jumat merupakan sebuah kewajiban pekanan bagi seluruh muslim yang sudah baligh. Masjid...

Jum'at, 30/09/2016 10:01 0

Indonesia

Ajaran Dimas Kanjeng Taat Pribadi Menyimpang, Ini Buktinya

"Yang bersangkutan ajarannya menyimpang, bahkan penipuan," kata Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Abdusshomad

Kamis, 29/09/2016 20:21 1

Artikel

Ada yang Percaya Shimon Peres Jadi Duta Perdamaian? Lihat Nih Dosa-Dosanya terhadap Bangsa Palestina

Di kalangan masyarakat Barat, Peres mungkin paling dikenal berperan dalam perundingan Oslo tahun 1993 bersama Yitzhak Rabin dan Yasser Arafat. Sehingga dirinya mendapat hadiah Nobel Perdamaian. Namun bagi Palestina dan negara tetangga di Timur Tengah, track record Peres jauh berbeda dari reputasinya di Barat.

Kamis, 29/09/2016 19:54 0

Indonesia

Dimas Kanjeng Taat Pribadi Disebut Punya Karomah, Begini Pandangan MUI

"Kalau penipu masa ya karomah," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MU) Jawa Timur KH Abdusshomad Bukhori

Kamis, 29/09/2016 17:27 1

Indonesia

MUI Tegaskan Tempat Dimas Kanjeng Bukan Pondok Pesantren

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur telah mengumpulkan informasi dan menggelar rapat intensif terkait kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Ditegaskan bahwa padepokan yang menjadi markasnya bukanlah pondok pesantren.

Kamis, 29/09/2016 15:51 0

Indonesia

Soal Dugaan Penyimpangan Dana Setoran Awal Haji, Pemerintah Didesak Bentuk BPKH

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas dugaan penyimpangan dana setoran wajib calon jemaah haji disesalkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM).

Kamis, 29/09/2016 13:10 0

Indonesia

MUI Jatim Bentuk Tim Khusus Kaji Ajaran Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Sekretaris MUI Probolinggo, Yasin mengatakan, jika itu diartikan maka artinya berbeda dari makna sesungguhnya. "Kami sudah mencoba mengartikannya, kurang lebih artinya itu: Ya Allah beri rahmad kepada nabi muhammad dengan salawat dan rahmat yang bisa melipat gandakan harta, uang, pakaian, makanan dengan nafas yang dihembuskan di antara mereka kembali," katanya, Rabu.

Kamis, 29/09/2016 12:00 0

Tarbiyah Jihadiyah

Kaidah Menjaga Keberlangsungan Masyarakat Islam

Kaidah tersebut mengatakan (Kaidah Rabbani dalam kamus kehidupan masyarakat): “Sesungguhnya orang-orang yang suka agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang beriman, maka bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat.”

Rabu, 28/09/2016 20:00 0

Indonesia

KontraS: Penggusuran Bukit Duri Berdalih Relokasi Tunjukkan Watak Busuk Ahok

Menurut KontraS penggusuran yang dilakukan Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah merampas hak hidup dan rasa aman warga Bukit Duri.

Rabu, 28/09/2016 17:43 0

Artikel

Asal-usul Penamaan Bulan Hijriyah

Berbicara tentang tahun hijriyah, Ada satu hal yang jarang diketahui oleh banyak kaum muslimin, yaitu tentang asal-usul penamaan bulan-bulan yang ada di dalamnya.

Rabu, 28/09/2016 17:06 0

Close