Polisi “Tunjuk” Ali Kalora sebagai Pemimpin Mujahidin Indonesia Timur

KIBLAT.NET, Poso – Penangkapan Basri beserta sang istri, serta terbunuhnya Andika dan Sabron menjadikan anggota Mujahidin Indonesia Timur tersisa 11 orang. Kini pasukan Satuan Tugas Operasi Tinombala terus mengejar sisa dari anggota Santoso tersebut.

Polisi langsung menetapkan Ali Kalora sebagai pucuk pimpinan, selain Suhartono alias Yono Sayur alias Pak Hiban yang menjadi orang kedua dalam kelompok. Hal itu tampak dari baliho berukuran 3 x 4 meter yang memuat foto-foto para DPO. Di bagian paling atas, foto keduanya terlihat jelas di antara sembilan sisa DPO lainnya.

Baliho tersebut sama dengan baliho sebelumnya yang memasang foto anggota MIY yang menjadi DPO, dengan foto Santoso dan Basri berada di bagian paling atas. Polisi sengaja memasang baliho-baliho tersebut di beberapa titik strategis di Kota Poso dan Poso Pesisir agar mudah melihat. Diantaranya di Mapolres Poso, Mako Brimob dan sejummlah Polsek yang ada di Poso. Selain itu, tempat-tempat keramaian seperti tepi jalan Transulawesi Pusat Kota Poso juga menjadi tempat pemasangan baliho.

Personil Satgas Empat Tinombala, AKP Winarto mengatakan, pemasangan baliho ini dilakukan untuk terus menginformasikan ke warga agar membantu aparat untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan mereka. Menurut Winarto, Tim Satgas Tinombala berharap sisa kelompok Mujahidin Indonesia Timur berkenan untuk turun gunung dan menyerahkan diri agar tidak menimbulkan korban jiwa.

BACA JUGA  Din Syamsuddin: MUI Perlu Dipimpin Ulama Berintegritas

“Kami himbau dengan pemasangan baliho ini agar kesebelas orang anggota MIT ini mau turun gunung dan bersama kami, dan akan diperlakukan dengan manusiawi,” ujarnya saat mengontrol pemasangan baliho pada Sabtu (24/09).

Reporter: Ahmad Sutedjo
Sumber: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat