... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Keluarga Merasa Ada Permainan dalam Sidang Kasus Pembunuhan Mertua Daeng Koro

KIBLAT.NET, Poso – Pihak keluarga almarhum Ibu Nafisa, korban pembunuhan dan perampokan, merasa resah keadilan belum terungkap dalam kasus pembunuhan ibu mertua Daeng Koro itu. Hingga persidangan keempat pada Jumat (23/09), keluarga dan kerabat melihat barang bukti yang hadirkan tidak sesuai dengan barang bukti yang didapatkan di tempat kejadian perkara.

Salah satu keluarga mengungkapkan keresahannya bahwa hakim harus mengungkap kasus ini dengan seadil-adilnya, tegas dan transparan. Keluarga khawatir karena kekayaan dan harta yang banyak orang tua Fandi bisa melakukan apa saja untuk meringankan hukuman anaknya.

“Kalau mau dihukum mati ya hukum mati, kalau mau hukum seumur hidup ya seumur hidup, pak hakim tidak usah merasa bagaimana.. yang takutnya kita ini orang tua Fandi ini orang kaya banyak modal di Morowali mungkin dia kenal orang ini itu.. nah itu yang saya takut sampai disitu jangan ada permainan juga toh.. lebih baik saya terus terang saja. Mengenai gelas juga harus diungkap harus ditangkap semua itu, tidak mungkin 4 gelas , 5 gelas tapi cuman satu ji yang yang ditangkap. Nah itu harus dicari,” ungkap Pak Bahar, keluarga ibu Nafisa

Keluarga juga mengungkapkan bahwa saat proses olah TKP, keluarga dan para kerabat sangat memberikan dukungan mereka agar proses penyidikan dan olah tempat kejadian perkara di rumah ibu Nafisa berjalan dengan aman dan lancar. Saat itu warga turut mengamankan rumah Ibu Nafisa selama dua hari dua malam tanpa henti agar seluruh keperluan yang akan dijadikan barang bukti tidak hilang atau terpindah.

“Dua hari pak, kita jaga tempat kejadian itu, masyarakat sampai 50 orang kita panggil jaga supaya steril ini tempat kejadian perkara agar bisa terungkap kasus ini,” tegas Bahar.

Sementara itu, jaksa penuntut umum mengatakan persindangan kasus ini belum terungkap kalaupun ada rencanca lain atau ada penambahan tersangka itu tergantung laporan dari penyidik.

“Jadi kalau memang dia ada lagi tindak pidana lain atau perkembangannya bagaimana nah itu tergantung polisi sebagai keterangan yang menjadi penyidik kasus ini, dan proses penyidikannya yang lain ini belum terungkap,” kata salah satu Jaksa Penuntut Umum sesaat setelah persidangan.

Sidang akhirnya ditunda dua pekan kedepan dengan agenda melanjutkan keterangan saksi penyidik dan keterangan tersangka.

Reporter: Ahmad Sutedjo
Editor: Hunef Ibrahim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Hadirilah! Tabligh Akbar “Selamatkan Ummat Islam Jawa Barat dari Pemurtadan”

“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” (QS. Al Kahfi: 110)

Sabtu, 24/09/2016 10:30 0

Suriah

Lagi, 86 Tewas Akibat Bombardir Jet Rusia dan Suriah

KIBLAT.NET, Aleppo - Puluhan orang tewas akibat serangan jet tempur rezim Assad dan Rusia di wilayah yang dikuasai pasukan pejuang Oposisi Suriah di Aleppo.

Sabtu, 24/09/2016 09:13 0

Palestina

Hamas Gelar Pawai Dorong Aksi Intifada

Seorang tokoh Hamas, Mushir al-Masri mengatakan pada Jum'at (23/09) bahwa intifada Al-Quds tahun depan akan lebih kuat dari sebelumnya.

Sabtu, 24/09/2016 08:38 0

News

Taliban Pakistan Bangkit, Bentuk Pasukan Khusus di Swabi

Gerakan Taliban di Pakistan atau Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) membentuk pasukan khusus yang mendapat pelatihan militer intensif di distrik Swabi, Pakistan barat laut, yang dekat ibukota Islamabad.

Jum'at, 23/09/2016 19:58 0

Indonesia

Gelar Aksi Simbolik, Mahasiswa Indonesia Dukung Perdamaian Pattani

Mahasiswa membuat poster-poster dukungan untuk perdamaian Pattani. Dari beberapa poster tertulis "Tak Damai Patani Jika Tak Ada Kebebasan", menunjukkan bahwa terjadi diskrimanasi terhadap Muslim Pattani, dimana tinggal di negara mayoritas penganut Budha.

Jum'at, 23/09/2016 19:10 0

Suriah

Pembicaraan Gencatan Senjata Gagal, Rezim Lanjutkan Bombardir Aleppo

Sebelas warga sipil meninggal saat tentara Bashar Assad menjatuhkan birmil di Aleppo

Jum'at, 23/09/2016 18:35 0

Yaman

Petinggi AQAP Dilaporkan Terbunuh dalam Serangan Drone

"Dia dibunuh bersama pengawalnya, kendaraan yang mereka tumpangi benar-benar terbakar," kata pejabat yang enggan disebut namanya itu kepada Reuters.

Jum'at, 23/09/2016 17:50 0

Indonesia

Pihak Terkait Tolak Pezina Dipidana, Guru Besar IPB: Kenapa Takut

“Dari segi psikologis sosial, mana ada sih misalnya secara satu pihak selingkuh saja, apa mungkin tidak menimbulkan kerusakan? Kerusakan yang sangat jelas adalah kerusakan individu, psikologisnya terganggu."

Jum'at, 23/09/2016 17:13 0

Suriah

Ingin Jadikan Omar Daqqnesh Saudara, Bocah Amerika Ini Surati Obama

"Alex mengatakan kepada saya bahwa dia ingin Omran tinggal bersama dia dan keluarganya," kata Obama.

Jum'at, 23/09/2016 16:29 0

Manhaj

Syiah Rafidhah, Sekte Syiah yang Mengkafirkan Sahabat

Syiah Rafidhah adalah Syiah yang tidak mengakui kekhilafahan Abu Bakar Ash-Shidiq dan Umar

Jum'at, 23/09/2016 15:00 0

Close