Setelah Santoso dan Basri, Target Utama Polri Ali Kalora

KIBLAT.NET, Jakarta – Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan, setelah terbunuhnya satu anggota Santoso yang bernama Subron, kini anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tersisa 11 orang.

“Operasi Tinombala, sudah ada lagi kemarin ya yang tertangkap. Saat ini paling hanya tersisa tinggal 11 orang lah,” kata Tito saat acara Peresmian Kesehatan dan Bhakti Sosial di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur, pada Selasa (20/09).

Ia juga mengungkapkan bahwa anggota MIT yang saat ini paling dicari adalah Ali Ahmad atau lebih dikenal dengan Ali Kalora. “Target utama kita adalah Ali Kalora,” jelasnya.

Selain itu ia juga berharap sisa anggota MIT untuk menyerahkan diri. Menurutnya, yang dilakukan MIT merugikan diri sendiri dan meresahkan masyarakat.

“Sebetulnya kita harapkan mereka agar turun gunung saja menyerahkan diri, sama seperti Basri lah. Untuk apa mereka melakukan kegiatan tersebut yang merugikan diri sendiri dan meresahkan masyarakat,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kembali tertembak. Adji Pandu Suwotomo Alias Sabron tewas ditembak Satgas Tinombala di Poso Pesisir Selatan pada Senin, (19/09/2016).

Menurut informasi yang dikumpulkan bahwa sekitar pukul 08.15 WITA, Anggota Satgas Tinombala melumpuhkan Sabron di perkebunan warga di wilayah Tombua, Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan.

Sabron diperkirakan berkelompok bersama Basri dan istrinya serta Andika. Sementara Basri dan istrinya sudah tertangkap pada Rabu (14/09/2016) sedangkan Andika telah meninggal tenggelam saat mencoba melarikan diri menyusuri sungai. Saat itu, Sobron berhasil melarikan diri. Hingga akhirnya pada Senin pukul 08.15 WITA, Sobron ditembak oleh Tim Charlie 16 Brimob Polda Sulteng.

BACA JUGA  PA 212: Soal Kerusakan Bandara Usai Penjemputan HRS Sudah Clear

Reporter: Taufiq Ishak
Sumber: Viva

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat