... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Masukkan Faksi Pejuang Suriah Jundul Aqsha ke Daftar Teroris

KIBLAT.NET, Washington – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Selasa (20/09), memasukkan faksi pejuang Suriah Jundul Aqsha ke daftar teroris AS. Dengan demikian, AS akan membekukan setiap aset yang terkait dengan kelompok mujahidin Suriah itu dan melarang warga AS berhubungan dengan mereka.

Dalam pernyataan yang dilansir Reuters Arabic, Deplu AS mengatakan kelompok pejuang Suriah yang didirikan Abu Abdul Aziz Al-Qathari itu awalnya bagian dari Jabhah Nusrah yang saat ini mengganti nama Jabhah Fath Al-Syam. Akan tetapi, kata pernyataan tersebut, Jundul Aqsha telah memisahkan diri dan melakukan operasi sendiri. Sementara, AS lebih dulu memasukkan Fath Al-Syam ke daftar teroris karena bagian dari Al-Qaidah.

Meski berpisah, lanjut pernyataan Deplu AS, kelompok yang aktif di Suriah Utara itu dengan jelas berkoalisi dengan Fath Al-Syam. Pada Maret 2015, Jundul Aqsha terlibat operasi “bom bunuh diri” dan terlibat “pembantaian” pada Februari 2014 yang mengakibatkan 40 orang tewas, sebagaimana tertulis dalam pernyataan Deplu AS.

“Dengan ini, rakyat AS dan Internasional harus waspada bahwa Jundul Aqsha adalah kelompok teroris,” tulis pernyataan Deplu AS.

Perlu diketahui, nemasukkan kelompok ke daftar teroris menjadi salah satu cara Amerika Serikat untuk mencegah kelompok-kelompok lain dan individu berhubungan dengan kelompok tersebut.

Jundul Aqsha didirikan oleh Abu Abdul Aziz Al-Qathari, mantan anggota Jabhah Nusrah. Sempat tersiar kabar kelompok baru ini berafiliasi dengan Daulah Islamiyah atau lebih dikenal ISIS. Namun di lapangan, Jundul Aqsha tidak ikut menyerang Jabhah Nusrah atau kelompok yang berseberangan dengan ISIS.

BACA JUGA  Alami Serentetan Kejadian Memalukan, Direktur Secret Service Dipanggil Kongres

Begitu juga, Jundul Aqsha tidak terlibat pertempuran melawan ISIS. Mereka mengumumkan tidak ikut campur dalam perseteruan antara faksi-faksi mujahidin.

Gerakan yang aktif di Idlib dan Hama ini termasuk faksi yang beraliansi dengan Jabhah Nusrah dalam memerangi kelompok oposisi dukungan AS di Idlib, Jabhah Tsuwar Suriah. Jundul Aqsha juga bekerja sama dengan faksi-faksi lainnya dalam memerangi militer rezim Suriah dan pendukungnya.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Reuters Arabic

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

MUI Usulkan Zakat sebagai Pengurang Pajak

Bentuk dorongan pemerintah, lanjutnya, diantaranya bisa dengan menjadikan zakat sebagai pengurang pajak. Pola itu selama ini telah berlaku di Malaysia. "Pajaknya itu dikurangi sebesar zakat yang diberikan," ungkapnya.

Rabu, 21/09/2016 07:11 0

Foto

Konvoi Bantuan Kemanusiaan Tak Luput dari Serangan Militer Suriah

Tidak hanya itu, serangan pada malam hari itu juga menewaskan sedikitnya 14 petugas yang membawa bantuan tersebut. Serangan ini terjadi beberapa jam setelah rezim Suriah mengumumkan gencatan senjata berakhir.

Rabu, 21/09/2016 07:09 0

Indonesia

MUI: Pemerintah Tidak Perlu Kelola Zakat, Cukup Mengawasi

Ketua MUI KH Ma'ruf Amin menanggapi wacana pemerintah yang akan menggunakan dana untuk program pengentasan kemiskinan. Menurutnya pengelolaan zakat oleh masyarakat sudah tepat.

Rabu, 21/09/2016 06:40 0

Tarbiyah Jihadiyah

Definisi dan Lima Adab Dalam Jihad (2/2)

Karena jihad adalah ibadah yang bersifat jama’iyyah maka kita harus hidup dalam satu barisan bersama saudara-saudara yang lain. Jika akhlak kita tidak lemah lembut dan pemurah terhadap ikhwan-ikhwan, itu akan sangat menyakitkan mereka. Boleh jadi kita berjihad, namun kita telah membuat sepuluh orang lari dari jihad gara-gara kelakuan kita sendiri. Dengan begitu, secara tidak langsung kita telah memalingkan orang dari jalan Allah.

Selasa, 20/09/2016 18:30 0

Tarbiyah Jihadiyah

Definisi dan Lima Adab Dalam Jihad (1/2)

Semua fuqaha’ mendefinisikan bahwa al-jihad adalah memerangi orang-orang kafir dengan senjata sampai mereka taslim (memeluk agama Islam) atau membayar jizyah dengan rasa patuh sedang mereka dalam keadaan hina. Tidak ada lagi tempat untuk menakwilkan makna jihad dengan pengertian lain, seperti berjihad dengan pena, berperang melawan hawa nafsu, berjihad dengan media massa, berjihad dengan lisan, berjihad dengan dakwah, dan lainnya.

Selasa, 20/09/2016 18:00 0

Indonesia

BNPT: Napi Terorisme Paling Berbahaya yang Menolak Program Deradikalisasi

Level 1 adalah napi yang menolak bertemu dengan perjabat kontraterorisme dan menjalani program deradikalisasi. Napi tingkat pertama ini berjumlah 50 orang. Mereka dianggap sebagai narapidana terorisme paling berbahaya.

Selasa, 20/09/2016 14:01 0

Indonesia

Indonesia Perkuat Kerja Sama Anti-Teror dengan Rusia

Indonesia dan Rusia bersepakat untuk memperkuat kerja sama dalam penanggulangan terorisme melalui dunia maya. Hal ini disampaikan Menko Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto usai bertemu dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin.

Selasa, 20/09/2016 13:13 0

Indonesia

Galang Persatuan dan Ukhuwah, Aktivis Poso Gelar Silaturahim

Acara yang dibuka pukul 10.00 WITA ini dimulai dengan tausiah dari Ustadz Firmansyah, salah satu tokoh Muslim Sulawesi Tengah. Dalam tausiahnya, Ustadz yang akrab disapa Abah Firman ini menyampaikan makna persaudaraan dengan landasan iman yang kuat akan melahirkan kekuatan yang tidak dapat dikalahkan oleh musuh islam manapun.

Selasa, 20/09/2016 08:50 0

Indonesia

Satgas Tinombala Kembali Lumpuhkan Anggota MIT

Sabron diperkirakan berkelompok bersama Basri dan istrinya serta Andika. Sementara Basri dan istrinya sudah tertangkap pada (Rabu,14/09/2016) sedangkan Andika telah meninggal tenggelam saat mencoba melarikan diri menyusuri sungai. Saat itu, Sobron berhasil melarikan diri. Hingga akhirnya pada Senin pukul 08.15 WITA, Sobron ditembak oleh Tim Charlie 16 Brimob Polda Sulteng.

Selasa, 20/09/2016 08:18 0

Indonesia

Pemerintah Seharusnya Memfasilitasi Program Zakat, Bukan Pakai Dananya

Didin menambahkan, sebenarnya peran pemerintah yang lebih penting adalah memfasilitasi pengelolaan zakat. Selama ini peran tersebut justru belum berjalan sebagaimana mestinya. "Pemerintah harusnya memfasilitasi, itu perintah undang-undang kan," ujar Didin.

Selasa, 20/09/2016 00:16 0