... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Syaikh Al-Muhaisini: Jika Jihadis Diserang, IM dan Salafi Dapat Menjadi Target Berikutnya

Foto: Syaikh Abdullah Al-Muhaisini.

KIBLAT.NET, Aleppo – Dai Saudi yang saat ini berjihad di Suriah, Syaikh Abdullah al-Muhaisini mengingatkan agar faksi-faksi jihad di Suriah segera bersatu.

“Kekuatan internasional akan menargetkan mereka secara berurutan jika tidak bersatu,” katanya dalam sebuah risalah mingguan jihad “Al-Masraa”.

Jika Amerika dan Rusia telah menghabisi kalangan yang mereka sebut ‘teroris’, kata al-Muhaisini, maka kalangan moderat akan menjadi target selanjutnya.

“Jika mereka telah menghabisi para jihadis, maka kalangan Ikhwanul Muslimin dan Salafi menjadi target selanjutnya,” imbuh ulama yang menjadi penasehat Jaisyul Fath tersebut.

Al-Muhaisini juga sedikit menyinggung kepada mereka yang menjadi “pelayan” musuh dengan berkata, “Jika kita menerima pengklasifikasian kelompok yang dibuat musuh dan kita berjalan sesuai arahan mereka, maka ‘kita akan dimakan sebagaimana banteng putih dimakan’.”

Al-Muhaisini memandang bahwa penyatuan dan kesepakatan antar faksi mendesak untuk dilakukan, mengingat saat ini pasukan tengah mundur di Aleppo dan pengepungan terhadap kota kembali terjadi.

“Kita saat ini dan di tempat ini -setelah kaum kafir Barat dan Timur keluar secara terang-terangan dan pasukan Ahzab berkumpul dari berbagai arah- membutuhkan persatuan, keterikatan, dan saling mendekat atas dasar Islam dan dengan tujuan melawan musuh,” lanjutnya seperti dikutip Arabi21, Selasa (20/09).

Untuk mencapainya, kata Al-Muhaisini, kita harus memahami fikih khilaf dan bagaimana menyelesaikannya, terkait mendahulukan perkara yang pokok dan mengabaikan perkara yang cabang.

“Kita bersatu untuk melawan musuh bersama dan melanggengkan persatuan umat di saat umat ingin berjalan bersama dan menguat,” imbuhnya.

“Jika kita tidak melihat dengan kacamata ini, maka hal itu akan dimanfaatkan musuh. Mereka bersatu sedang kita bercerai berai. Mereka melupakan perbedaan dan mengambil sebab persatuan, sedangkan kita meninggalkannya,” pungkasnya.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Arabi 21


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tarbiyah Jihadiyah

Definisi dan Lima Adab Dalam Jihad (2/2)

Karena jihad adalah ibadah yang bersifat jama’iyyah maka kita harus hidup dalam satu barisan bersama saudara-saudara yang lain. Jika akhlak kita tidak lemah lembut dan pemurah terhadap ikhwan-ikhwan, itu akan sangat menyakitkan mereka. Boleh jadi kita berjihad, namun kita telah membuat sepuluh orang lari dari jihad gara-gara kelakuan kita sendiri. Dengan begitu, secara tidak langsung kita telah memalingkan orang dari jalan Allah.

Selasa, 20/09/2016 18:30 0

Tarbiyah Jihadiyah

Definisi dan Lima Adab Dalam Jihad (1/2)

Semua fuqaha’ mendefinisikan bahwa al-jihad adalah memerangi orang-orang kafir dengan senjata sampai mereka taslim (memeluk agama Islam) atau membayar jizyah dengan rasa patuh sedang mereka dalam keadaan hina. Tidak ada lagi tempat untuk menakwilkan makna jihad dengan pengertian lain, seperti berjihad dengan pena, berperang melawan hawa nafsu, berjihad dengan media massa, berjihad dengan lisan, berjihad dengan dakwah, dan lainnya.

Selasa, 20/09/2016 18:00 0

Indonesia

BNPT: Napi Terorisme Paling Berbahaya yang Menolak Program Deradikalisasi

Level 1 adalah napi yang menolak bertemu dengan perjabat kontraterorisme dan menjalani program deradikalisasi. Napi tingkat pertama ini berjumlah 50 orang. Mereka dianggap sebagai narapidana terorisme paling berbahaya.

Selasa, 20/09/2016 14:01 0

Indonesia

Indonesia Perkuat Kerja Sama Anti-Teror dengan Rusia

Indonesia dan Rusia bersepakat untuk memperkuat kerja sama dalam penanggulangan terorisme melalui dunia maya. Hal ini disampaikan Menko Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto usai bertemu dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin.

Selasa, 20/09/2016 13:13 0

Indonesia

Galang Persatuan dan Ukhuwah, Aktivis Poso Gelar Silaturahim

Acara yang dibuka pukul 10.00 WITA ini dimulai dengan tausiah dari Ustadz Firmansyah, salah satu tokoh Muslim Sulawesi Tengah. Dalam tausiahnya, Ustadz yang akrab disapa Abah Firman ini menyampaikan makna persaudaraan dengan landasan iman yang kuat akan melahirkan kekuatan yang tidak dapat dikalahkan oleh musuh islam manapun.

Selasa, 20/09/2016 08:50 0

Indonesia

Satgas Tinombala Kembali Lumpuhkan Anggota MIT

Sabron diperkirakan berkelompok bersama Basri dan istrinya serta Andika. Sementara Basri dan istrinya sudah tertangkap pada (Rabu,14/09/2016) sedangkan Andika telah meninggal tenggelam saat mencoba melarikan diri menyusuri sungai. Saat itu, Sobron berhasil melarikan diri. Hingga akhirnya pada Senin pukul 08.15 WITA, Sobron ditembak oleh Tim Charlie 16 Brimob Polda Sulteng.

Selasa, 20/09/2016 08:18 0

Indonesia

Pemerintah Seharusnya Memfasilitasi Program Zakat, Bukan Pakai Dananya

Didin menambahkan, sebenarnya peran pemerintah yang lebih penting adalah memfasilitasi pengelolaan zakat. Selama ini peran tersebut justru belum berjalan sebagaimana mestinya. "Pemerintah harusnya memfasilitasi, itu perintah undang-undang kan," ujar Didin.

Selasa, 20/09/2016 00:16 0

Artikel

Soal Kepemimpinan, Jangan Sampai Kita Jadi Yahudi dan Nasrani Tanpa Sadar

Ayat tersebut berlaku sepanjang masa baik pada masa Nabi saw, Sahabat, Tabi’in bahkan hingga saat ini. Tidak benar jika ayat tersebut hanya berlaku pada masa dulu dan tidak berlaku pada masa sekarang. Dengan demikian, ayat ini masih tetap relevan dan berlaku sepanjang masa. Maka, seorang mukmin jangan sampai menjatuhan pilihan kepada orang kafir. Karena ekses dari perbuatannya akan menjadikannya seorang yahudi atau nasrani dengan tanpa disadarinya.

Senin, 19/09/2016 22:48 0

Indonesia

Bedah ‘Kitab Pembebasan’, Abu Tholut: Misi Para Nabi Adalah Pembebasan

“Misi para nabi itu adalah misi pembebasan. Membebaskan manusia dari penghambaan terhadap makhluk menuju pengahmbaan kepada Allah saja. Dan inilah kemenangan, kemenangan adalah terbebasnya seorang hamba dari penghambaan kepada makhluk menuju penghambaan kepada Sang Khaliq Rabb-nya manusia,” katanya.

Senin, 19/09/2016 19:36 0

Indonesia

Pemerintah Incar Dana Zakat, Habib Rizieq: Apa Negeri Ini Bangkrut Betul?

"Apa uang hasil pajak kita mulai tidak beres? Apa kekayaan negeri ini memang bangkrut betul?" imbuhnya.

Senin, 19/09/2016 18:12 3

Close