... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Soal Kepemimpinan, Jangan Sampai Kita Jadi Yahudi dan Nasrani Tanpa Sadar

KIBLAT.NET – Di antara karakteristik agama Islam adalah agama yang ilahiyul mashdar, bersumber dari Allah SWT. Secara otomatis ia merupakan agama yang benar dan sempurna. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Surat al Maidah ayat 3 yang artinya: “Pada hari ini telah aku sempurnakan bagi kalian agama kalian dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian serta telah Aku ridhai Islam sebagai agama kalian”.

Demikian juga dalam riwayat berkaitan dengan seorang Yahudi menyatakan kepada sahabat Salman al Farisi, “Nabi kalian telah mengajari kalian segala sesuatu hingga urusan buang hajat”. Dengan tegas Salman menjawab, “Benar”. (HR. Muslim dan yang lainnya).

Kalau saja dalam perkara yang kecil Islam sudah membicarakannya, apalagi perkara yang besar. Di antara perkara yang besar adalah berkaitan dengan permasalahan kepemimpinan.

Islam telah memberi arahan bahwa orang kafir tidak boleh menguasai kaum beriman. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surat an Nisa ayat 141: “Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang beriman”.

Banyak penafsiran berkaitan dengan ayat tersebut. Yang patut direnungkan sekaligus sebagai intropeksi adalah pernyataan Ibn al Qayyim, “Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk menguasai kaum beriman yang sempurna keimanannya. Adapun jika umat Islam lemah imannya maka bisa saja musuh mereka (kaum kafir) bisa menguasai. Hal ini tentunya sesuai dengan berkurangnya kadar keimanan mereka. Maka mereka (orang kafir) bisa menguasai kaum beriman dikarenakan perbuatan mereka dalam meninggalkan ketaatan kepada Allah”. (Ighatsah al Lahfan, 2/927).

BACA JUGA  Kontroversi Sertifikasi Da’i

Bertolak dari ayat di atas, Islam telah memberikan peringatan kepada siapa saja yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam Surat al Maidah ayat 51: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.

Dalam menjelaskan ayat tersebut, Ibn Katsir dalam tafsirnya menuturkan kisah berkaitan dengan teguran Khalifah Umar bin Khaththab terhadap sahabat Abu Musa al Asy’ari (ketika itu beliau menjadi Gubernur Syam) yang memiliki sekretaris yang beragama nasrani. Khalifah pun memarahinya, memukul paha Abu Musa dan memerintahkan para sahabatnya untuk mengusirnya (dari Masjid Nabawi) kemudian beliau membacakan Ayat tersebut.

Demikian juga dengan apa yang dituturkan Muhammad bin Sirin bahwa Abdullah bin Utbah berkata, “Hendaknya salah seorang dari kalian merasa takut menjadi seorang yahudi atau nasrani sementara dia menyadarinya”. (Lihat Tafsir Ibn Katsir, 3/132)


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Baca halaman selanjutnya: Yahudi Tanpa Sadar...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Bedah ‘Kitab Pembebasan’, Abu Tholut: Misi Para Nabi Adalah Pembebasan

“Misi para nabi itu adalah misi pembebasan. Membebaskan manusia dari penghambaan terhadap makhluk menuju pengahmbaan kepada Allah saja. Dan inilah kemenangan, kemenangan adalah terbebasnya seorang hamba dari penghambaan kepada makhluk menuju penghambaan kepada Sang Khaliq Rabb-nya manusia,” katanya.

Senin, 19/09/2016 19:36 0

Afrika

Al-Shabab Serang Ibukota Somalia, Seorang Jenderal Tewas

"Ada ledakan berat yang disebabkan oleh mobil sarat bahan peledak di sepanjang jalan industri, beberapa anggota militer tewas dalam insiden termasuk seorang komandan senior," imbuh pejabat keamanan Abdiaziz Mohamed kepada Reuters.

Senin, 19/09/2016 18:40 0

Indonesia

Pemerintah Incar Dana Zakat, Habib Rizieq: Apa Negeri Ini Bangkrut Betul?

"Apa uang hasil pajak kita mulai tidak beres? Apa kekayaan negeri ini memang bangkrut betul?" imbuhnya.

Senin, 19/09/2016 18:12 3

Indonesia

Nusron Wahid dan Dono Diminta Urus TKI, Jangan Makan Gaji Buta

"Di era Masyarakat Ekonomi Asean, seharusnya BNP2TKI fokus pada peningkatan kompetensi bagaimana kapasitas TKI kita jadi lebih baik, lebih dihargai di luar. Nusron dan Dono urus TKI, jangan makan gaji buta. Dan malah berpolitik urusin Gubernur Petahana," tegas Anggawira.

Senin, 19/09/2016 17:58 0

Suriah

Pendiri Ahrar Syam: AS, Rusia dan Iran Sama-Sama Penjajah

"Amerika bodoh, lupa bahwa sebagian besar penderitaan Suriah disebabkan olehnya," katanya seperti dikutip Zaman el-Wasl, Ahad (18/09).

Senin, 19/09/2016 17:31 0

Indonesia

Mantan Ketua Baznas: Pemerintah Tak Boleh Ikut Campur Kelola Dana Zakat

Peran pemerintah, lanjut Didin, telah diwakili oleh Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selain itu mekanisme penggunaan dana zakat juga berbeda dengan dana APBN, sehingga pengelolaannya tak bisa disamakan.

Senin, 19/09/2016 16:45 0

Pakistan

Serangan di Kamp Militer Uri, India: Pakistan adalah Negara Teroris

India secara langsung menuding Pakistan terlibat dalam serangan mematikan di sebuah kamp militer di Uri, Kashmir yang menewaskan 17 tentara. Tidak hanya itu, label "negara teroris" juga disematkan India terhadap negara tetangganya tersebut.

Senin, 19/09/2016 16:36 0

Tazkiyah

Menjadi Muslim Berkarakter

Tentu saja karakteristik seorang muslim tidaklah muncul begitu saja, melainkan dengan upaya dan kesungguhan hati. Bagi seorang muslim, berakhlaq mulia dan menampakkan karakternya adalah sebuah ibadah. Tidak mengherankan, jika selevel Heraklius, Kaisar Romawi terkagum-kagum dengan kuatnya karakter Islam yang dimiliki oleh Abdullah bin Hudzafah al Sahmi salah seorang sahabat Nabi SAW.

Senin, 19/09/2016 15:45 0

Info Event

Ikutilah! Diskusi HAM di Antara Toleransi & Penodaan Agama di Masjid Al-Fajr Bandung

Diskusi akan digelar pada Sabtu, 22 Dzulhijjah 1437 / 24 September 2016 Pkl.09.30-12.00 WIB bertempat di Masjid Al Fajr Jl. Cijagra Raya No.39 Buah Batu Bandung. Pembicara : 1. K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc. M.A., Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI), Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat; 2. Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H., M.M., Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat, Lektor Universitas Krisnadwipayana, Pengurus Dewan Pakar ANNAS Pusat.

Senin, 19/09/2016 15:40 0

Tazkiyah

Bilakah Seorang Muslim Mengalami Krisis Identitas?

Kondisi sebagian kaum muslimin yang mengikuti pola dan gaya hidup orang –orang kafir seperti pada zaman saat ini menunjukkan adanya krisis karakter sebagai muslim pada diri mereka. Ditambah lagi, kejahilan mereka terhadap profil figur yang baik. Sementara dalam Al Qurân bertaburan suri tauladan yang baik, terlebih khusus lagi adalah Nabi Muhammad -shallallahu 'alaihi wa sallam.

Senin, 19/09/2016 15:32 0

Close