... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Syaikh Abdullah Azzam VS Orang Sekuler

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Syaikh Abdullah Azzam menceritakan pengalamannya manakala berdebat dengan para penganut sekulerisme. Berikut kisahnya…

Dalam konferensi Ukazh yang diadakan oleh pers Arab yang saya ikuti; saya menyampaikan tentang persekongkolan dunia yang bermaksud memaksa para pemimpin yang tidak menganut ideologi yang diyakini bangsanya. Di samping itu, saya juga berbicara sedikit mengenai sekulerisme. Kemudian seusai konferensi, salah seorang penulis di salah satu surat kabar kecil datang menemui saya dengan perasaan suka cita dan berseri-seri wajahnya. Ia mengatakan, “Jazakumullah Khairan, Anda telah berbicara tentang sekulerisme. Pembicaraan itu membuat marah mereka dan menarik jakun di tenggorokan mereka.”

Saya hanya berkomentar, seperti pepatah umum mengatakan:

Wahai engkau yang lalai, semoga Allah bersamamu

Bukan maksud saya untuk menyerang sekulerisme

namun menjelaskannya tentang persekongkolan jahat dunia

Pada hari berikutnya, saya diundang untuk mengikuti jamuan makan siang. Mereka yang mengundang adalah para tokoh penulis di kota Jeddah. Mereka semua adalah orang-orang sekuler. Mereka mulai mendebat saya. Mereka senang karena bisa beramai-ramai memojokkan saya. Sementara yang berada di pihak saya cuma saudara Abul Hasan Al-Madany —Semoga Allah memberikan balasan yang baik kepadanya.

Salah seorang penulis berkata pada yang lain ketika mereka sedang mencuci tangan mereka, “Saya tahu Anda orang sekuler seperti saya.” Dia sangat senang karena menjumpai orang sekuler seperti dirinya. Mereka mendebat saya tentang karamah-karamah yang terjadi dalam jihad di Afghan. Kata mereka, “Itu adalah perkara yang tidak bisa dipercayai oleh akal manusia.”

Saya menjawab, “Semua yang saya tulis tentang karamah anggap saja bohong atau semacam khayalan atau dongeng. Namun, apakah kalian mampu atau para penulis Barat serta semua orang itu mampu mengingkari karamah besar yang masih tegak terpampang di hadapan orang-orang yang melihat bahwa bangsa miskin yang terisolir dari percaturan dunia itu mampu menghadapi super power Rusia dan mengalahkannya? Saya yakin karamah ini bukan khayalan saya, tapi memang wujud nyata dalam pandangan para penulis Barat, wartawan Amerika, dan juru kamera dari Kanada. Kalian bisa melihat jika mau. Dan saat itulah kalian akan tercengang dan terdiam.”

Mendengar perkataan saya, mereka jadi terpaku dan terdiam. Lalu saudara Abul Hasan Al-Madany mendatangi mereka. Ia mencela dan menghardik mereka, “Saya ingatkan bahwa kalian ini adalah orang yang duduk-duduk saja (tidak berjihad) dan tidak tahu menahu apa yang sedang berjalan. Kalian meragukan peristiwa-peristiwa serta kejadian-kejadian yang lebih besar daripada khayalan dan lebih mencengangkan daripada dongengan.”

Apa yang saya tulis dalam buku, ”Ayatur Rahman Fi Jihâdil Afghan” dan buku, “Ibar Wa Basya’ir” boleh kalian ragukan. Tetapi kekalahan pasukan Beruang Merah di hadapan bangsa Afghan, satu perkara yang tidak mungkin kalian ragukan. Itulah perkara yang saya kemukakan dan dikemukakan oleh orang-orang saat ini bahwa pedang dengan bahasanya telah berbicara kepada mereka yang melewatkan kehidupan mereka setiap menit dan setiap detik untuk memerangi Lâ ilâha illallah . Di bawah dentingan pedang dan gemerincing senjata mereka kembali dalam khotbah-khotbahnya meminta kesaksian dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabawi.

Penulis : Dhani El_Ashim

Disadur dari Tarbiyah Jihadiyah jilid ke-7 karya syaikh Abdullah Azzam rahimahullah

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Pentagon Klaim Lumpuhkan Menteri Media ISIS

Juru bicara Pentagon, Peter Cook menyatakan bahwa serangan pasukan koalisi internasional pada 7 September lalu telah menewaskan Dr Wa'il di Raqqah, Suriah.

Sabtu, 17/09/2016 09:43 0

Somalia

Al-Shabab Serbu Pangkalan Tentara Nasional Somalia

Baku tembak pertama dilaporkan pecah di kota el-Wak di wilayah Somalia (barat daya Gedo dekat perbatasan Kenya) ketika para pejuang al-Shabaab melakukan penyerangan ke pangkalan militer SNA.

Sabtu, 17/09/2016 09:00 0

Turki

Turki Minta Bantuan Pasukan Khusus AS untuk Amankan Perbatasan dari ISIS

Juru bicara Jeff Davis menuturkan bahwa pasukan Washington tengah beroperasi dengan tentara Turki dan pasukan oposisi Suriah atas permintaan pemerintah Turki.

Sabtu, 17/09/2016 08:25 0

Arab Saudi

Syaikh Al-Sudais: Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Sukses

Pengurus Dua Masjid Suci telah menyiapkan paket kebijakan dan prosedur dalam menyambut musim haji tahun ini.

Jum'at, 16/09/2016 23:02 0

Indonesia

Bappenas Bakal Gunakan Dana Zakat BAZNAS untuk Pengentasan Kemiskinan

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut potensi dana zakat cukup besar, terutama zakat yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

Jum'at, 16/09/2016 21:42 1

Suriah

Faksi Moderat Tak Terlihat Ingin Menjauhi Jabhah Fath Syam

Jabhah Fath Syam tidak dimasukkan dalam kelompok yang terlibat gencatan senjata yang dimulai Senin lalu. Artinya, pihak koalisi AS dan Suriah berhak menargetkan kelompok ini.

Jum'at, 16/09/2016 18:53 0

Suriah

Terkait Pembunuhan 32 Sipil Suriah, AS dan Rusia Saling Tuding

Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis (15/09) mengatakan bahwa AS tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Di sisi lain, pemerintah AS juga menyatakan hal serupa.

Jum'at, 16/09/2016 17:49 0

Indonesia

Urus Jemaah Haji di Manila, Indonesia Kirim Tim Bantuan Teknis

Kementerian Agama mengirimkan Tim Perbantuan Teknis untuk mengantisipasi kepulangan jemaah asal Indonesia yang berhaji melalui Filipina. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses penanganan para jemaah ketika berada di Manila

Jum'at, 16/09/2016 15:51 0

Prancis

Perancis Minta Amerika Memperinci Perjanjian Suriah

Perjanjian gencatan senjata untuk Suriah mulai berlaku Senin malam dan, jika berlaku, dapat menyebabkan Rusia dan AS saling berkoordinasi serangan terhadap sasaran. Namun rincian perjanjian, termasuk daerah-daerah di mana aksi militer terkoordinasi bisa terjadi, belum dipublikasikan.

Jum'at, 16/09/2016 12:26 0

Eropa

Susul Mavi Marmara, Aktivis Perempuan Luncurkan ‘The Women Boats to Gaza’

"Dengan meluncurkan perahu perempuan, perempuan dari seluruh dunia bertujuan untuk menyoroti kontribusi tak terbantahkan dari perempuan Palestina yang sangat penting dalam perjuangan Palestina," sambungnya.

Jum'at, 16/09/2016 11:21 0

Close