... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Stop Human Trafficking! Save TKI!

 

KIBLAT.NET – Sebulan yang lalu, Badan Reserse Kriminal Polri berhasil mengungkap sindikat perdagangan manusia di Malaysia dengan korban sebanyak 23 tenaga kerja wanita asal Jawa Barat dan DKI Jakarta. Mereka awalnya diimingi bekerja sebagai pemijat, namun dijadikan pekerja seks komersial (PSK). (CNN Indonesia, Senin, 01/08/2016 11:47 WIB).

Selanjutnya diberitakan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menangkap 14 tersangka kasus perdagangan manusia, Senin (16/8/2016). Modus para tersangka mengajak korban menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia. Kasus ini terkuak dari salah satu korban bernama Yufrinda Selan (19), warga Nusa Tenggara Timur, yang meninggal diduga bunuh diri. (Suara.com)

Begitu pula halnya dengan sejumlah tenaga kerja wanita asal Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes diduga menjadi korban human trafficking atau perdagangan manusia. Sejak berangkat kerja ke Malaysia dua tahun lalu, pihak keluarga hingga kini belum bisa menghubungi mereka. (Tempo.co)

Seakan-akan tidak pernah berhenti, kekerasan yang menimpa tenaga kerja Indonesia (TKI) menjadi potret buram masalah kebangsaan saat ini. Di satu sisi, TKI dinilai sebagai pahlawan devisa bagi pendapatan keuangan Negara yang sangat fantastis, tetapi di sisi lain, perlakuan tidak manusiawi, dan biadab kerap kali mendera para TKI. Hal ini terjadi lantaran negara tidak berdaya melakukan diplomasi dengan negara-negara yang menjadi sasaran atau ditempati TKI untuk mengais rezeki.

BACA JUGA  Merenda Nalar di Balik Cadar

Dan pada gilirannya, tidak hanya TKI yang menjadi korban pelecehan. Yang lebih tragis adalah martabat kebangsaan kita diinjak-injak oleh Negara tersebut. Kesan yang tampak bahwa Indonesia adalah Negara besar, tetapi tidak bernyali, atau Negara lemah yang gampang dipermainkan. Melindungi warga Negara yang ada di dalam negeri saja pemerintah tidak serius, apalagi warga Negara yang ada di luar negeri.

Akar Sebab
Lahirnya Undang Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri ternyata hanya menjadi pepesan kosong yang tidak kuasa menghentikan tindak kekerasan terhadap TKI. Hal ini terbukti manakala data yang ditunjukan oleh Migrant Care ternyata terdapat 5.336 kasus kekerasan terhadap TKI.

UU itu hanya menjadi bagian dari proyek legislasi yang tidak berimplikasi pada perbaikan dan penurunan angka kekerasan yang dialami TKI. Normatif dan tidak substansialis. Hal ini disebabkan karena Indonesia menerapkan sistem ekonomi neoliberalisme dan sistem demokrasi yang mengikat Indonesia dengan perjanjian-perjanjian yang nyata-nyata tidak pro rakyat dan meniscayakan tumbuh suburnya perdagangan manusia. karena penerapan sistem-sistem tersebut bukan untuk kemaslahatan rakyat, melainkan kemaslahatan para kapitalis dengan prinsipnya mendapatkan materi/ uang sebanyak-banyaknya dengan pengeluaran sedikit. Sehingga money-oriented ataupun profit-oriented lebih diprioritaskan.

Solusi Tuntas
Jika kita telaah lagi, penderitaan yang menimpa TKI bukan karena lemahnya proteksi negara terhadap TKI, seharusnya negara menghentikan pengiriman TKI dan mensejahterakan rakyat di negeri sendiri dengan membuka lapangan kerja seluasnya dan memenuhi hajat hidup rakyat. Bukan justru menerapkan sistem ekonomi kapitalis, pasar bebas, dan terus mengeksploitasi TKI dengan memberi mereka label penyumbang devisa.

BACA JUGA  Mencintai Tanah Air Bersama Haji Agus Salim

Sejatinya, Negara harus hadir dan bertanggungjawab manakala terjadi kekerasan menimpa TKI, terlepas legal dan ilegal bagi TKI. Peran-peran politik luar negeri harus dioptimalkan oleh pemerintah melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) dan diplomasi tingkat tinggi yang selama ini kurang berjalan secara baik, dimana pada gilirannya harga diri bangsa yang menjadi taruhannya.

 

Oleh: Ulfiatul Khomariah, (Mahasiswi S1 Sastra Indonesia FIB UNEJ, Penulis Media Kampus)

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rohah

Syaikh Abdullah Azzam VS Orang Sekuler

Dalam konferensi Ukazh yang diadakan oleh pers Arab yang saya ikuti; saya menyampaikan tentang persekongkolan dunia yang bermaksud memaksa para pemimpin yang tidak menganut ideologi yang diyakini bangsanya. Di samping itu, saya juga berbicara sedikit mengenai sekulerisme. Kemudian seusai konferensi, salah seorang penulis di salah satu surat kabar kecil datang menemui saya dengan perasaan suka cita dan berseri-seri wajahnya. Ia mengatakan, “Jazakumullah Khairan, Anda telah berbicara tentang sekulerisme. Pembicaraan itu membuat marah mereka dan menarik jakun di tenggorokan mereka.”

Sabtu, 17/09/2016 11:47 0

Amerika

Pentagon Klaim Lumpuhkan Menteri Media ISIS

Juru bicara Pentagon, Peter Cook menyatakan bahwa serangan pasukan koalisi internasional pada 7 September lalu telah menewaskan Dr Wa'il di Raqqah, Suriah.

Sabtu, 17/09/2016 09:43 0

Afrika

Al-Shabab Serbu Pangkalan Tentara Nasional Somalia

Baku tembak pertama dilaporkan pecah di kota el-Wak di wilayah Somalia (barat daya Gedo dekat perbatasan Kenya) ketika para pejuang al-Shabaab melakukan penyerangan ke pangkalan militer SNA.

Sabtu, 17/09/2016 09:00 0

Turki

Turki Minta Bantuan Pasukan Khusus AS untuk Amankan Perbatasan dari ISIS

Juru bicara Jeff Davis menuturkan bahwa pasukan Washington tengah beroperasi dengan tentara Turki dan pasukan oposisi Suriah atas permintaan pemerintah Turki.

Sabtu, 17/09/2016 08:25 0

Arab Saudi

Syaikh Al-Sudais: Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Sukses

Pengurus Dua Masjid Suci telah menyiapkan paket kebijakan dan prosedur dalam menyambut musim haji tahun ini.

Jum'at, 16/09/2016 23:02 0

Indonesia

Bappenas Bakal Gunakan Dana Zakat BAZNAS untuk Pengentasan Kemiskinan

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut potensi dana zakat cukup besar, terutama zakat yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

Jum'at, 16/09/2016 21:42 1

Suriah

Faksi Moderat Tak Terlihat Ingin Menjauhi Jabhah Fath Syam

Jabhah Fath Syam tidak dimasukkan dalam kelompok yang terlibat gencatan senjata yang dimulai Senin lalu. Artinya, pihak koalisi AS dan Suriah berhak menargetkan kelompok ini.

Jum'at, 16/09/2016 18:53 0

Suriah

Terkait Pembunuhan 32 Sipil Suriah, AS dan Rusia Saling Tuding

Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis (15/09) mengatakan bahwa AS tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Di sisi lain, pemerintah AS juga menyatakan hal serupa.

Jum'at, 16/09/2016 17:49 0

Indonesia

Urus Jemaah Haji di Manila, Indonesia Kirim Tim Bantuan Teknis

Kementerian Agama mengirimkan Tim Perbantuan Teknis untuk mengantisipasi kepulangan jemaah asal Indonesia yang berhaji melalui Filipina. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses penanganan para jemaah ketika berada di Manila

Jum'at, 16/09/2016 15:51 0

Prancis

Perancis Minta Amerika Memperinci Perjanjian Suriah

Perjanjian gencatan senjata untuk Suriah mulai berlaku Senin malam dan, jika berlaku, dapat menyebabkan Rusia dan AS saling berkoordinasi serangan terhadap sasaran. Namun rincian perjanjian, termasuk daerah-daerah di mana aksi militer terkoordinasi bisa terjadi, belum dipublikasikan.

Jum'at, 16/09/2016 12:26 0

Close