... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Lima Belas Tahun Serangan 9/11 Berlalu, Al-Qaidah Semakin Kuat (Bag3-Tamat)

KIBLAT.NET – Dari gambaran singkat sebelumnya, jejak geografi penyebaran al-Qaidah telah berkembang sedemikian luasnya sejak serangan 11 September 2001. Sejumlah pejabat AS mengklaim bahwa al-Qaidah sudah “melemah” akibat kampanye drone dan operasi militer melawan terorisme.

Asumsi sepihak itu muncul karena mereka menggunakan sudut pandang sempit yang hanya berfokus pada gugurnya sejumlah figur pemimpin al-Qaidah, sementara mengabaikan gambaran dan perspektif yang lebih besar. Bahkan analisa mereka terkait pemimpin-pemimpin al-Qaidah juga sering tidak akurat.

Al-Qaidah memang telah kehilangan puluhan orang-orang kunci mereka, di samping juga tidak ada informasi seberapa banyak veteran jihadis mereka yang masih aktif hingga hari ini. Para pejuang/agen al-Qaidah yang memiliki pengalaman terus berperan aktif di posisi-posisi penting, termasuk banyak di antara mereka yang kembali bertempur setelah selesai menjalanai masa hukuman di penjara musuh, atau sekedar menampakkan diri, peran, dan posisi mereka ketika diperlukan.

Terlebih lagi, al-Qaidah tahu betul bahwa personil mereka pasti akan ada yang gugur atau tertawan oleh musuh, sehingga harus mengambil langkah-langkah antisipasi untuk mempersiapkan sebuah generasi baru jihadis yang berkemampuan tinggi dan siap mengisi posisi-posisi penting para pendahulunya.

Pada tahun 2015, sejumlah veteran dilaporkan telah dibebaskan dari Iran di mana selama ini mereka ditahan dalam situasi yang suram. Salah satu di antaranya adalah Abu Khair al-Mishri yang ikut berperan dalam upaya JN melakukan rebranding pada bulan Juli yang lalu. Kemudian ada Saif al-Adel, DPO lama atas tuduhan terkait dengan pemboman tahun 1998 di kantor kedutaan AS di Kenya dan Tanzania. Sedikitnya ada dua orang lainnya yang juga baru dibebaskan dari tahanan Iran, yaitu Abu Muhammad al- Mishri dan Khalid al-Aruri. Setelah bebas, al-Mishri & al-Aruri pun kembali bergabung dengan al-Qaidah.

BACA JUGA  Khutbah Idul Fitri 1439 H: Mempersiapkan Generasi Pejuang Akhir Zaman

Al-Mishri, al-Adel, dan al-Aruri kemungkinan ketiganya berada di Suriah, atau keluar masuk ke negara itu dari Turki di mana beberapa anggota senior lainnya bermarkas. Salah satunya adalah Muhammad Islambouli, seorang pemimpin penting di jajaran al-Qaidah. Setelah meninggalkan Iran beberapa tahun sebelumnya, Islambouli pulang ke Mesir lalu melakukan perjalanan ke Turki dan tinggal di sana sampai hari ini.

msh02

Duduk di sebelah kanan al-Jaulani ketika mengumumkan “pemisahan dari al-Qaidah”adalah kawan lama Islambouli yang juga sama-sama dari Mesir, bernama Ahmed Salama Mabrouk. Mabrouk alias Abu Faraj al-Mishri yang tidak banyak dikenal oleh Barat ini ternyata merupakan tangan kanan adz-Dzawahiri. Ia (Mabrouk) baru saja keluar dari penjara Mesir di awal revolusi Arab Spring pada tahun 2011.

Perpindahan beberapa pemimpin senior Al-Qaidah ke Suriah termasuk sejumlah kader penting lainnya tidak sulit untuk diidentifikasi. Tetapi al-Qaidah juga diketahui telah mempercayakan pada personil mereka di Yaman untuk memandu jaringan global organisasi jihadis itu. Salah seorang panglima adz-Dzawahiri, Hossam Abdul Raouf, mengkonfirmasi hal tersebut melalui pesan audio pada bulan Oktober lalu. Raouf menjelaskan bahwa sebagian sumber daya (orang penting) al-Qaidah telah dipindahkan ke Suriah dan Yaman, karena di kedua wilayah utama jihad global ini peran al-Qaidah sangat dibutuhkan.

Serangan drone Amerika berhasil menewaskan beberapa pemimpin kunci AQAP pada tahun 2015, namun posisi mereka segera tergantikan oleh figur pemimpin AQAP yang lain. Qasim al-Raymi yang pernah mengenyam tadrib bersama al-Qaidah di Afghanistan pada tahun 1990-an menggantikan posisi Nasir al-Wuhaisyi sebagai Amir AQAP pada musim panas tahun lalu. Al-Raymi pun segera memperbarui baiat/sumpah setianya kepada adz-Dzawahiri, yang ia sebut sebagai “syeikh yang mulia” dan “ayahanda tercinta”.

BACA JUGA  Tak Bela Palestina Saat di AJC, Fadli Zon: Kunjungan Yahya Staquf Kontraproduktif

Tokoh al-Qaidah lainnya adalah Ibrahim Abu Shalih yang tiba-tiba muncul tahun lalu. Sebelumnya, Shalih bukan merupakan seorang public-figure, tetapi ia telah bersama AQAP di Yaman sejak awal 1990an. Mantan tahanan Guantanamo, Ibrahim al-Qasi dan Khalid al-Batarfi adalah kader pemimpin AQAP, dan kemungkinan besar mereka ini bagian dari tim manajemen al-Qaidah.

Beberapa tokoh veteran tersebut ikut membantu menopang kaderisasi generasi baru pemimpin al-Qaidah. Mereka diajak bergabung oleh seseorang yang mendaftarkan diri mereka menjadi anggota al-Qaidah pasca serangan 11/9. Pada bulan Juli, seperti biasa, Departemen Keuangan AS menetapkan tiga orang mujahidin yang berbasis di Iran masuk ke dalam daftar teroris versi Washington. Salah satunya, dikenal sebagai Abu Hamzah al-Khalidi yang namanya masuk dalam file Bin Ladin sebagai salah satu generasi baru pemimpin al-Qaidah. Hari ini, ia menduduki posisi penting sebagai kepala komisi militer al-Qaidah, berarti setara dengan jabatan menteri pertahanan dalam struktur al-Qaidah. Berulangkali Depkeu AS mengidentifikasi anggota-anggota al-Qaidah lainnya yang berbasis di Iran, Afghanistan, dan negara-negara lainnya.

Beberapa anggota generasi baru tersebut lebih terkenal daripada sebagian yang lain. Di antaranya adalah putra Usamah Bin Ladin, yaitu Hamzah Bin ladin, yang beberapa kali tampil dalam video/audio propaganda jihadis.

Uraian singkat tentang al-Qaidah di atas menunjukkan bahwa organisasi jihadis global itu sepertinya tidak pernah kekurangan orang, terlebih bahwa banyak di antara tokoh yang memimpin al-Qaidah hari ini kemungkinan tidak dikenal publik secara luas.

Baca halaman selanjutnya: Ancaman Terhadap Barat...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Rencana Bappenas Gunakan Dana Zakat untuk Program Pemerintah Dikritik

Direktur An-Nasr Institute, Munarman menegaskan pemerintah harusnya konsisten mengatur umat Islam di Indonesia, khususnya dalam perkara syariat.

Sabtu, 17/09/2016 20:49 1

Munaqosyah

Demonstrasi Dalam Kacamata Ulama Kontemporer

Demonstrasi merupakan perkara baru di dalam syariat Islam. Oleh karena itu para ulama kontemporer berbeda pendapat pula dalam menghukumi hal tersebut. Ada yang membolehkan ada yang melarang dan ada yang merinci.

Sabtu, 17/09/2016 18:30 10

Amerika

Terbaru, Petinggi Hamas dan Jabhah Fath Syam Masuk Daftar Teroris Versi AS

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Jum'at (16/09), memasukkan pemimpin kelompok pejuang asing Perancis di Suriah dan seorang pejabat senior Hamas sebagai teroris global. Dengan ini, aset-aset mereka akan dibekukan.

Sabtu, 17/09/2016 16:42 1

Opini

Radikalisme Sekuler Liberal, Bahaya Laten yang Masih Liar dan Eksis

Jelas, istilah paham dan kelompok radikal dikonotasikan negatif dan dianggap sebagai common enemy. Lalu dicanangkanlah deradikalisasi menjadi semacam proyek dan masuk dalam APBN dan dilaksanakan oleh lembaga-lembaga pemerintah bekerja sama dengan lembaga non pemerintah, LSM, ormas dan lain-lain. Pemerintah pun menyodorkan gagasan deislamisasi di Indonesia. “Islam moderat” maupun “Islam nusantara” menjadi arus utama yang dibangunnya dalam bingkai sistem sekuler-kapitalis-demokrasi.

Sabtu, 17/09/2016 16:16 2

Pakistan

Aparat India Tangkap Seorang Aktivis Kashmir

Polisi India mengatakan telah menangkap seorang aktivis Kashmir Jum'at (16/09) saat akan bepergian ke Jenewa.

Sabtu, 17/09/2016 16:01 0

Fikih

Hukum Mendoakan Orang Kafir dan Musyrik Menurut Pendapat Para Ulama

Satu hal yang sering membingungkan kaum muslimin ketika berinteraksi dengan orang kafir adalah tentang hukum mendoakan mereka. Terutama ketika menghadiri undangan, ketika melayat, menjenguknya ketika sakit, dan kondisi-kondisi lainnya.

Sabtu, 17/09/2016 14:23 0

Artikel

85 Tahun Eksekusi Mujahid Libya, Umar Mukhtar

Tahun 1931, Umar Mukhtar tertangkap. Sebuah pukulan telak kepada rakyat Libya. Beliau pun diadili dalam pengadilan yang tidak ada keadilan di dalamnya. Akhirnya, 16 September 1931 Umar Mukhtar mendapatkan karunia Ilahiyah yang mengabadikannya; tiang gantungan. Sebuah ikon paling penting dalam sejarah tirani abad ke-20. Simbol yang sangat akrab di telinga kaum muslimin khususnya.

Sabtu, 17/09/2016 14:00 0

Opini

Stop Human Trafficking! Save TKI!

Jika kita telaah lagi, penderitaan yang menimpa TKI bukan karena lemahnya proteksi negara terhadap TKI, seharusnya negara menghentikan pengiriman TKI dan mensejahterakan rakyat di negeri sendiri dengan membuka lapangan kerja seluasnya dan memenuhi hajat hidup rakyat. Bukan justru menerapkan sistem ekonomi kapitalis, pasar bebas, dan terus mengeksploitasi TKI dengan memberi mereka label penyumbang devisa.

Sabtu, 17/09/2016 13:43 0

Rohah

Syaikh Abdullah Azzam VS Orang Sekuler

Dalam konferensi Ukazh yang diadakan oleh pers Arab yang saya ikuti; saya menyampaikan tentang persekongkolan dunia yang bermaksud memaksa para pemimpin yang tidak menganut ideologi yang diyakini bangsanya. Di samping itu, saya juga berbicara sedikit mengenai sekulerisme. Kemudian seusai konferensi, salah seorang penulis di salah satu surat kabar kecil datang menemui saya dengan perasaan suka cita dan berseri-seri wajahnya. Ia mengatakan, “Jazakumullah Khairan, Anda telah berbicara tentang sekulerisme. Pembicaraan itu membuat marah mereka dan menarik jakun di tenggorokan mereka.”

Sabtu, 17/09/2016 11:47 0

Amerika

Pentagon Klaim Lumpuhkan Menteri Media ISIS

Juru bicara Pentagon, Peter Cook menyatakan bahwa serangan pasukan koalisi internasional pada 7 September lalu telah menewaskan Dr Wa'il di Raqqah, Suriah.

Sabtu, 17/09/2016 09:43 0

Close