... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Hukum Mendoakan Orang Kafir dan Musyrik Menurut Pendapat Para Ulama

Mengomentari riwayat-riwayat tentang doa Rasulullah kepada orang kafir yang terkadang mendoakan kebaikan dan terkadang mendoakan keburukan, maka Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan:

“Rasulullah terkadang mendoakan keburukan bagi mereka dan terkadang mendoakan kebaikan baginya, maka kondisi pertama berlaku ketika kekuatan orang kafir besar dan merajalelanya gangguan mereka. Sedangkan kondisi kedua berlaku ketika kaum muslimin aman dari keburukan mereka dan diharapkannya simpati mereka sebagaimana kisah Daus.” (Fathul Baari, Ibnu Hajar al-Asqalani: 6/108)

Meskipun dibolehkan mendoakan keburukan dan kehancuran bagi orang kafir, namun tetap tidak dibolehkan mendoakan agar mereka mati dalam keadaan kafir, atau mendoakan agar mereka tidak mendapat hidayah. Sebab hal ini menyelisihi yang diinginkan Allah agar mereka masuk Islam dan mendakwahi mereka, begitupula hal ini sama dengan meminta agar mereka tetap dalam kekafiran dan mati di atasnya, maka tidak boleh ridha dengan sesuatu yang tidak diridhai Allah. Yang membedakan dengan doa agar mereka binasa adalah agar terhindari dari keburukan mereka. (Al-Furuuq, Al-Qarrofi: 4/296).

Kondisi keempat: Mendo’akan untuk urusan duniawi
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum mendo’akan orang kafir (yang tidak memerangi atau memusuhi kaum muslimin) pendapat yang membolehkan hal ini bertujuan agar doa melembutkan hati dan menarik simpati untuk menerima Islam, dan berdasarkan beberapa dalil:

Dalil pertama:
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Sesungguhnya Quraisy senantiasa mengulur-ulur waktu untuk masuk Islam, maka Nabi Sallallahu’alaihiwassallam mendoakan kejelekan bagi mereka. Beliau Sallallahu’alaihiwassallam berkata:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَيْهِمْ بِسَبْعٍ كَسَبْعِ يُوسُفَ

“Ya Allah, tolonglah aku atas mereka dengan tujuh (tahun) sebagaimana tujuh (tahun paceklik) Yusuf.” Ibnu Mas’ud berkata: “Maka mereka (tertimpa paceklik) selama satu tahun, hingga binasalah segala sesuatu dan mereka memakan bangkai dan tulang, dan seseorang bisa melihat sesuatu seperti asap.” Maka Abu Sufyan mendatangi Rasulullah dan berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya kaummu hampir saja binasa, maka berdo’alah kepada Allah agar mengangkat hukuman itu dari mereka.” Maka Rasulullah berdo’a dengan mengatakan: “Ya Allah jika mereka kemibali maka angkatlah hukuman ini.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Dalil kedua:
Diriwayatkan dari Uqbah bin ‘Amir al-Juhani radhiyallahu ‘anhu bahwa suatu ketika ia berpapasan dengan seseorang yang bepenampilan seperti muslim, yang mengucapkan kepadanya salam, maka beliau membalasnya dengan mengucapkan: “Wa ‘alaika warahmatullahi wabarokatuh. Maka seorang anak mengingatkannya bahwa orang itu beragama nashrani. Maka Uqbah kembali menghampirinya dan mengatakan:

إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ وَبَرَكَاتهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ لَكِنْ أَطَالَ اللَّهُ حياتك وأكثر مالك وولدك.

“Sesungguhnya rahmat dan barokah Allah hanya untuk orang mukmin, akan tetapi semoga Allah memanjangkan umurmu, memperbanyak harta dan anakmu.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrad, dan dishahihkan oleh al-Albani).

Dalil ketiga:
Dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari ia bekata: “Orang-orang Yahudi sering bersin dihadapan Nabi shallahu ‘alaihi wasallam dengan tujuan agar beliau menjawab dengan, “Yarhamukumullahu” (Semoga Allah merahmati kalian), namun Nabi hanya menjawab bersinnya dengan mengucapkan, “Yahdiikumullahu wa Yushlihu Baalakum.” (Semoga Allah memberi hidayah bagi kalian dan memperbaiki urusan kalian). (HR. Tirmidizi dan dishahihkan oleh al-Albani).

Pendapat ini dipegang oleh mazhab Syafi’iyah dan sebagian mazhab Hanafiyah dan Hanabilah serta dikuatkan oleh Ibnu Taimiyah. (Al-Adzkar, Imam An-Nawawi: 317, Tuhfatul Muhtaj: 2/88, Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah: 1/144).

Adapun pendapat yang tidak membolehkan hal ini beralasan bahwa doa ini akan membuat mereka ‘betah’ di dalam kekufuran mereka. Pendapat ini dipegang oleh sebagian ulama (Bahrur Ra’iq, : 8/232).

Kesimpulan

Pendapat yang kuat adalah pertama, bahwa dibolehkan mendo’akan kebaikan duniawi khusus untuk orang kafir yang tidak memerangi atau memusuhi kaum muslimin, adapun orang kafir yang memusuhi dan memerangi kaum muslimin tidak dibolehkan.

Tujuan doa jenis ini untuk melembutkan hati dan menarik simpati orang kafir agar mau menerima Islam, sehingga tidak dibolehkan mengungkapkan doa ini tanpa kehadiran mereka, karena tidak tercapainya tujuan doa ini.

Inilah empat kondisi yang harus diperhatikan oleh seroang muslim ketika ingin mendo’akan orang kafir atau musyrik. Semoga penjelasan di atas dapat memberikan faidah ilmu kepada kita semua, barokallahu fiikum.

 

Penulis: Zaid Royani, Da’i MADINA.

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

1 2 3
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

85 Tahun Eksekusi Mujahid Libya, Umar Mukhtar

Tahun 1931, Umar Mukhtar tertangkap. Sebuah pukulan telak kepada rakyat Libya. Beliau pun diadili dalam pengadilan yang tidak ada keadilan di dalamnya. Akhirnya, 16 September 1931 Umar Mukhtar mendapatkan karunia Ilahiyah yang mengabadikannya; tiang gantungan. Sebuah ikon paling penting dalam sejarah tirani abad ke-20. Simbol yang sangat akrab di telinga kaum muslimin khususnya.

Sabtu, 17/09/2016 14:00 0

Opini

Stop Human Trafficking! Save TKI!

Jika kita telaah lagi, penderitaan yang menimpa TKI bukan karena lemahnya proteksi negara terhadap TKI, seharusnya negara menghentikan pengiriman TKI dan mensejahterakan rakyat di negeri sendiri dengan membuka lapangan kerja seluasnya dan memenuhi hajat hidup rakyat. Bukan justru menerapkan sistem ekonomi kapitalis, pasar bebas, dan terus mengeksploitasi TKI dengan memberi mereka label penyumbang devisa.

Sabtu, 17/09/2016 13:43 0

Rohah

Syaikh Abdullah Azzam VS Orang Sekuler

Dalam konferensi Ukazh yang diadakan oleh pers Arab yang saya ikuti; saya menyampaikan tentang persekongkolan dunia yang bermaksud memaksa para pemimpin yang tidak menganut ideologi yang diyakini bangsanya. Di samping itu, saya juga berbicara sedikit mengenai sekulerisme. Kemudian seusai konferensi, salah seorang penulis di salah satu surat kabar kecil datang menemui saya dengan perasaan suka cita dan berseri-seri wajahnya. Ia mengatakan, “Jazakumullah Khairan, Anda telah berbicara tentang sekulerisme. Pembicaraan itu membuat marah mereka dan menarik jakun di tenggorokan mereka.”

Sabtu, 17/09/2016 11:47 0

Amerika

Pentagon Klaim Lumpuhkan Menteri Media ISIS

Juru bicara Pentagon, Peter Cook menyatakan bahwa serangan pasukan koalisi internasional pada 7 September lalu telah menewaskan Dr Wa'il di Raqqah, Suriah.

Sabtu, 17/09/2016 09:43 0

Afrika

Al-Shabab Serbu Pangkalan Tentara Nasional Somalia

Baku tembak pertama dilaporkan pecah di kota el-Wak di wilayah Somalia (barat daya Gedo dekat perbatasan Kenya) ketika para pejuang al-Shabaab melakukan penyerangan ke pangkalan militer SNA.

Sabtu, 17/09/2016 09:00 0

Turki

Turki Minta Bantuan Pasukan Khusus AS untuk Amankan Perbatasan dari ISIS

Juru bicara Jeff Davis menuturkan bahwa pasukan Washington tengah beroperasi dengan tentara Turki dan pasukan oposisi Suriah atas permintaan pemerintah Turki.

Sabtu, 17/09/2016 08:25 0

Arab Saudi

Syaikh Al-Sudais: Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Sukses

Pengurus Dua Masjid Suci telah menyiapkan paket kebijakan dan prosedur dalam menyambut musim haji tahun ini.

Jum'at, 16/09/2016 23:02 0

Indonesia

Bappenas Bakal Gunakan Dana Zakat BAZNAS untuk Pengentasan Kemiskinan

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut potensi dana zakat cukup besar, terutama zakat yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

Jum'at, 16/09/2016 21:42 1

Suriah

Faksi Moderat Tak Terlihat Ingin Menjauhi Jabhah Fath Syam

Jabhah Fath Syam tidak dimasukkan dalam kelompok yang terlibat gencatan senjata yang dimulai Senin lalu. Artinya, pihak koalisi AS dan Suriah berhak menargetkan kelompok ini.

Jum'at, 16/09/2016 18:53 0

Suriah

Terkait Pembunuhan 32 Sipil Suriah, AS dan Rusia Saling Tuding

Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis (15/09) mengatakan bahwa AS tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Di sisi lain, pemerintah AS juga menyatakan hal serupa.

Jum'at, 16/09/2016 17:49 0

Close