... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

85 Tahun Eksekusi Mujahid Libya, Umar Mukhtar

Foto: Omar Mokhtar saat akan dieksekusi.

KIBLAT.NET – Hari Jumat, 16 September 2016 ini merupakan hari yang tak bisa dilupakan umat Islam di seluruh dunia. Pada hari itu, 85 tahun yang lalu tepatnya 16 September 1931, Umar Mukhtar, pemimpin perlawanan rakyat Libya melawan penjajah Italia, secara terbuka dieksekusi oleh Angkatan Darat Italia.

Umar Mukhtar ialah seorang pengajar Al-Qur’an dan imam Masjid, ia memimpin perjuangan Libya melawan pendudukan Italia selama lebih dari 20 tahun.

Dilahirkan tahun 1861, Umar memulai hidupnya menjadi seorang sufi dan mengikuti tarekat Sanusiyah. Sebuah tarekat yang unik. Ia tidak meninggalkan dunia tetapi peduli terhadap persoalan dunia. Tarekat ini mengajarkan berani berperang melawan ketidakadilan. Ini mengingatkan kita dengan do’a Abu Bakar, “Ya Allah! Jadikanlah dunia ini di tangan kami bukan di hati kami”.

Awal perjuangan kaum Muslimin Libya pada tahun 1911 dimulai saat kapal-kapal perang Italia berlabuh di pantai Tripoli, Libya. Mereka membuat permintaan kepada kekhalifahan Turki Ustmaniyah untuk menyerahkan Tripoli kepada Italia. Kalau tidak kota itu akan dihancurkan.

Omar Mokhtar

Omar Mokhtar

Bersama rakyat Libya, kekhalifahan Turki Utsmani menolak mentah–mentah permintaan itu. Mereka menganggap hal ini sebuah penghinaan. Akibatnya, titisan bangsa Romawi ini pun mengebom kota Tripoli tiga hari tiga malam. Peristiwa ini menjadi seri perjuangan mujahidin Libya, bersama tentara Turki melawan pasukan Italia.

Tahun 1912, Sultan Turki menandatangani sebuah perjanjian damai yang sejatinya sebagai simbol menyerahnya Turki kepada Italia. Perjanjian itu diadakan di kota Lausanne,Switzerland. Itulah awal pemerintahan kolonial Italia berkuasa di Libya. Namun, perjanjian ini ditolak rakyat Libya. Mereka tetap melanjutkan perang jihad. Di beberapa wilayah, mereka masih tetap dibantu oleh tentara Turki yang tidak mematuhi perintah dari Jenderal Turki di pusat kekhalifahan, Istanbul.

BACA JUGA  Laporan Syamina: Pemerintahan Islam dan Negara Modern

Umar Mukhtar merupakan seorang komandan perang yang juga master dalam strategi perang gerilya di padang pasir. Ia memanfaatkan pengetahuannya tentang peta geografi Libya,untuk memenangi pertempuran. Terlebih pasukan Italia ‘buta’ dengan padang pasir. Beliau benar-benar memanfaatkan keterbatasan itu sebagai area menjadi sebuah titik kemenangan. Karena ia menyadari, ia bergerak dalam ruang lingkup hukum alam atau sunnatullah. “Jangan pernah melawan sunnatullah pada alam, sebab ia pasti akan mengalahkanmu. Tapi gunakanlah sebagiannya untuk menundukkan sebagian yang lain, niscaya kamu akan sampai tujuan,” sebuah kaedah indah yang dipakai imam syahid Hasan Al-Banna.

Umar Mukhtar memiliki sekitar 6.000 pasukan. Beliau juga membentuk pasukan elit kecil yang mempunyai mobilitas dan keterampilan perang yang tinggi. Keistimewaanya, berani tampil menjemput syahid. Pasukan ini mirip Brigade Izzuddin Al-Qassam yang dimiliki HAMAS di Palestina.

Tahun 1921 Umar Mukhtar tertangkap, karena pengkianatan salah seorang pasukannya. Tetapi berkat kepiawaiannya berdiplomasi dalam bahasa Inggris, Umar pun cepat dibebaskan oleh tentara musuh. Di tahun yang sama, Libya diperintah oleh Gubernur Jenderal Guiseppe Volvi. Ia mendeklarasikan akan “memperjuangkan hak-hak Italia dengan darah”. Lima belas ribu pasukan Italia pun disebar di kota Libya untuk membunuh para penduduk awam. Angkatan udara italia pun juga ikut berbicara. Kepala operasi ketentaraan ini adalah Pietro Badoglio dan Rudolfo Graziani. Nama terakhir ini tidak mengecualikan seorang pun dari pendukung-pendukung Umar yang tertangkap. Semuanya harus dibantai. Hal ini mendorong Umar beserta pasukannya kembali angkat senjata. Kemenangan pun diperoleh.

Baca halaman selanjutnya: Italia akhirnya kalang kabut....

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Stop Human Trafficking! Save TKI!

Jika kita telaah lagi, penderitaan yang menimpa TKI bukan karena lemahnya proteksi negara terhadap TKI, seharusnya negara menghentikan pengiriman TKI dan mensejahterakan rakyat di negeri sendiri dengan membuka lapangan kerja seluasnya dan memenuhi hajat hidup rakyat. Bukan justru menerapkan sistem ekonomi kapitalis, pasar bebas, dan terus mengeksploitasi TKI dengan memberi mereka label penyumbang devisa.

Sabtu, 17/09/2016 13:43 0

Rohah

Syaikh Abdullah Azzam VS Orang Sekuler

Dalam konferensi Ukazh yang diadakan oleh pers Arab yang saya ikuti; saya menyampaikan tentang persekongkolan dunia yang bermaksud memaksa para pemimpin yang tidak menganut ideologi yang diyakini bangsanya. Di samping itu, saya juga berbicara sedikit mengenai sekulerisme. Kemudian seusai konferensi, salah seorang penulis di salah satu surat kabar kecil datang menemui saya dengan perasaan suka cita dan berseri-seri wajahnya. Ia mengatakan, “Jazakumullah Khairan, Anda telah berbicara tentang sekulerisme. Pembicaraan itu membuat marah mereka dan menarik jakun di tenggorokan mereka.”

Sabtu, 17/09/2016 11:47 0

Amerika

Pentagon Klaim Lumpuhkan Menteri Media ISIS

Juru bicara Pentagon, Peter Cook menyatakan bahwa serangan pasukan koalisi internasional pada 7 September lalu telah menewaskan Dr Wa'il di Raqqah, Suriah.

Sabtu, 17/09/2016 09:43 0

Somalia

Al-Shabab Serbu Pangkalan Tentara Nasional Somalia

Baku tembak pertama dilaporkan pecah di kota el-Wak di wilayah Somalia (barat daya Gedo dekat perbatasan Kenya) ketika para pejuang al-Shabaab melakukan penyerangan ke pangkalan militer SNA.

Sabtu, 17/09/2016 09:00 0

Turki

Turki Minta Bantuan Pasukan Khusus AS untuk Amankan Perbatasan dari ISIS

Juru bicara Jeff Davis menuturkan bahwa pasukan Washington tengah beroperasi dengan tentara Turki dan pasukan oposisi Suriah atas permintaan pemerintah Turki.

Sabtu, 17/09/2016 08:25 0

Arab Saudi

Syaikh Al-Sudais: Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Sukses

Pengurus Dua Masjid Suci telah menyiapkan paket kebijakan dan prosedur dalam menyambut musim haji tahun ini.

Jum'at, 16/09/2016 23:02 0

Indonesia

Bappenas Bakal Gunakan Dana Zakat BAZNAS untuk Pengentasan Kemiskinan

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut potensi dana zakat cukup besar, terutama zakat yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

Jum'at, 16/09/2016 21:42 1

Suriah

Faksi Moderat Tak Terlihat Ingin Menjauhi Jabhah Fath Syam

Jabhah Fath Syam tidak dimasukkan dalam kelompok yang terlibat gencatan senjata yang dimulai Senin lalu. Artinya, pihak koalisi AS dan Suriah berhak menargetkan kelompok ini.

Jum'at, 16/09/2016 18:53 0

Suriah

Terkait Pembunuhan 32 Sipil Suriah, AS dan Rusia Saling Tuding

Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis (15/09) mengatakan bahwa AS tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Di sisi lain, pemerintah AS juga menyatakan hal serupa.

Jum'at, 16/09/2016 17:49 0

Indonesia

Urus Jemaah Haji di Manila, Indonesia Kirim Tim Bantuan Teknis

Kementerian Agama mengirimkan Tim Perbantuan Teknis untuk mengantisipasi kepulangan jemaah asal Indonesia yang berhaji melalui Filipina. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses penanganan para jemaah ketika berada di Manila

Jum'at, 16/09/2016 15:51 0

Close