... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Kemenangan dan Ghanimah

KIBLAT.NET – Ketika Abu Hasan Al-Maqdisi dan Al-Qari Abdurrahim pulang, mereka menceritakan kepada syaikh Abdullah Azzam, sebuah cerita yang menambah keyakinan bahwa bangsa ini (Afghanistan) tidak akan kalah dan terhina; kemenangan akan selalu menyertai mereka di setiap pertempuran yang mereka masuki, insyaAllah.

Syaikh Abdullah Azzam pun bercerita tentang kisah menakjubkan itu…

Dalam sebuah pertempuran terakhir, dalam serangan kesepuluh, bangsa Afghan menyebutnya dengan pertempuran Shasyat Wasah (63), pada tahun 1363 H bertepatan 1984 M. Dalam pertempuran tersebut Rusia menurunkan sekitar 300 pesawat, 500 tank. Pertempuran pun berjalan sengit. Tank-tank berhasil dihancurkan, terbengkalai, dan terbalik di sungai.

Mereka tidak bisa menariknya. Mau tidak mau, tank-tank yang menghalangi jalan memang harus ditarik untuk membuka jalan. Ya, tank-tank yang berada di tepi jalan harus mereka tarik agar tidak membuat gembira hati orang-orang beriman dengan melihatnya.

Sepanjang seratus kilometer, sepanjang lembah Panjshir itu mereka hampir tak bisa bergerak sedikit pun. Anda bisa melihat tumpukan-tumpukan kendaraan perang seperti di tempat rongsokan di Jeddah.

Kami berusaha menghitung, saya sendiri maksudku, tetapi saya hanya bisa menghitung di satu tempat saja. Saya menghitung mesin-mesin yang tidak bisa ditarik Rusia sekitar 300 buah, bagaimana yang bisa mereka tarik? Kendaraan-kendaraan yang tersisa, yang tidak bisa mereka tarik setelah penyerbuan terakhir tahun 1984 saja lebih dari seribu kendaraan dan tank. Adapun jumlah yang bisa mereka tarik jauh lebih banyak lagi. Lalu, apa yang tersisa bagi Afghanistan?

Apabila Jangalak—wilayah Komandan Muslim—hanya bisa membuatmu berdiri tertegun dan terpesona karena mesin-mesin perang yang berhasil dihancurkan di kampung tersebut, kampung Syah Mas’ud dan Komandan Muslim, lalu apa yang tersisa buat kampung ini? Apa yang tersisa dari mesin-mesin dan tank-tank itu?

Oleh karena itu, kalian tidak pernah mendengarnya, dan tidak pernah membaca tulisan tentang jihad atau selainnya seperti dalam Majalah Al-Bunyan (Al-Marhush). Penting diketahui, bahwa mesin-mesin perang yang berhasil dihancurkan di Panjshir setara dengan separuh kekuatan pasukan Israel.

Adapun Panjshir adalah sebuah distrik di Kabya, Parwan. Sebulan sebelumnya, propinsi Nimruz merupakan daerah yang tenang, tetapi sekarang ia berhasil memperoleh ghanimah seratus mesin dan tank dalam satu kali serangan. Dan di tengah kalian ada Akh Abu Hamzah yang mengambil gambarnya sendiri. Dengan ini, maka perbandingkanlah!

Sekarang, coba masukilah Panjshir. Anda tidak akan mendapati atap-atap yang berdiri di atas dinding-dindingnya, kecuali satu perkampungan. Pemandangan, pohon-pohon dan rumah-rumahnya masih seperti sedia kala. Satu perkampungan, di sana bediri seorang pemimpin yang masih muda, Ahmad Syah Mas’ud. Ia memerintahkan seluruh kabilah untuk hijrah. Dan sekali perintah, berhijrahlah 80.000 orang dalam sehari. Di mana Anda bisa mendapatkan ketaatan semacam ini di muka bumi? Dan Allah mengiringkan (kata) keluar dari kampung halaman dengan terbunuhnya jiwa.

“Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka, ‘Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu’, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka.” (An-Nisa’: 66)

(Kata) Meninggalkan kampung halaman diiringkan dengan pembunuhan jiwa. Dan meninggalkan kampung halaman, menjadi legimitasi di dalam Al-Qur’an, untuk menghunuskan pedang dan mengangkat tombak.

“Mereka menjawab, ‘Mengapa Kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya Kami telah diusir dari anak-anak kami’.” (Al-Baqarah: 246)

Kemudian, Panjshir berhasil menang dan memperoleh ghanimah setara dengan perolehan selama sepuluh tahun. Rusia pun gentar setelah itu dan berpikir untuk pergi, menarik pasukan. Saat itu Ahmad Syah Mas’ud sedang berada di luar daerah. Ia menerima kabar bahwa salah satu komandannya di Panjshir berhasil menaklukkan Syambana dan memperoleh ghanimah sekian dan sekian.

Syah Mas’ud tidak percaya pada kabar tersebut. “Tidak mungkin, komandan ini berhasil menaklukkan Syambana,” katanya. Tetapi ketika ia melihatnya sendiri, ia berkata, “Alhamdulillah, sekarang saya bisa bertemu Rabbku. Karena aku telah meninggalkan orang mampu membawa risalah ini dan meneruskannya.”

Apa sebenarnya yang terjadi di kampung “Inabah” ini? Kami menerima kabar bahwa Ahmad Syah Mas’ud telah memerintahkan semua penduduk untuk meninggalkan negeri; menyisakan orang-orang yang siap berkorban dengan jiwa dan harta. Dan sekarang untuk pertama kalinya, pada Hari Raya ini anak-anak dan kaum lelaki, penduduk Panjshir, pulang kembali untuk shalat Id di Rakha, markaz di Panjshir. Tapi apa yang ada di Panjshir?

Tak ada atap satu pun. Tak ada rumah satu pun yang berdiri utuh. Tidak ada tempat tinggal sama sekali di Rakha itu! Tetapi kegembiraan menghiasi wajah-wajah mereka, membuncah dan memenuhi dada-dada mereka. Suatu kegembiraan yang tiada bandinginya di bumi. Karena mereka telah kembali ke negerinya. Negeri yang dimuliakan lewat salah seorang putranya, Ahmad Syah Mas’ud. Satu orang berhasil mengubah sejarah dan mengukir kemuliaan.

Penulis : Dhani El_Ashim

Diambil dari Tarbiyah Jihadiyah jilid 7 karya syaikh Abdullah Azzam rahimahullah

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Saudi Minta PBB Adili Iran Terkait Pelanggaran di Yaman

Koresponden Al-Jazeera di Amerika Serikat, Kamis (15/09), melaporkan bahwa delegasi Arab Saudi untuk PBB, Abdullah Al-Mu'allami, telah menyerahkan surat tersebut. Dalam surat itu, Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran keputusan PBB di Yaman.

Jum'at, 16/09/2016 09:45 0

Amerika

AS dan Rusia Tambah Masa Gencatan Senjata di Suriah

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dan Rusia, John Kerry dan Sergei Lavrov, mengumumkan menambah masa gencatan senjata di Suriah selama 48 jam. Gencatan fase pertama yang juga berlangsung selama 48 jam selesai pada 15 September kemarin.

Jum'at, 16/09/2016 08:45 0

Suriah

Jaringan HAM: Rezim Assad Langgar Gencatan Sebanyak 28 Kali

Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR) menyatakan pada Kamis (15/09) bahwa rezim Assad dan sekutunya telah melakukan serangan di provinsi Daraa, Homs, Idlib, Aleppo, Quneitra dan Lattakia dalam 48 jam terakhir.

Jum'at, 16/09/2016 07:45 0

Turki

Kepala Staf Militer Turki dan Rusia Gelar Pertemuan Tertutup di Ankara

Dikutip dari Anadolu Agency pada Kamis (15/09), Kepala Staf Militer Turki dan Rusia, Jenderal Halusi Akar dan Jenderal Valery Garasimov, menggelar pertemuan tertutup di Markas Staf Militer Turki di Ankara.

Jum'at, 16/09/2016 07:13 0

Video Kajian

Bedah Buku: Muslim Hebat [Ust. Abu Umar Abdillah] Bag 1

Ada beberapa motto bijak yang membuat para orang tua gagal termotivasi, diantaranya : “Belajar di...

Jum'at, 16/09/2016 06:00 0

Arab Saudi

Gubernur Makkah: Kelancaraan Haji Tahun Ini Jawab Fitnah Iran

"Saya berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk membimbing mereka dan mencegah mereka dari kejahatan dan sikap salah mereka terhadap orang-orang muslim Arab di Irak, Suriah, Yaman dan di seluruh dunia,"

Kamis, 15/09/2016 22:41 0

Indonesia

Google Tolak Pemeriksaan Pajak, Disebut Indikasi Pidana

"Google saja yang menolak kalau yang lainnya tetap seperti biasa"

Kamis, 15/09/2016 21:21 0

Analisis

Lima Belas Tahun Serangan 9/11 Berlalu, Al-Qaidah Semakin Kuat (Bag-2)

Berakhirnya peran Usamah Bin Ladin seharusnya menyadarkan Barat, bahwa al-Qaidah masih belum sepenuhnya bisa mereka pahami, dan secara konsisten mereka salah dalam menilai al-Qaidah

Kamis, 15/09/2016 20:40 0

Amerika

CIA Akui Amerika Tak Punya Solusi untuk Krisis Suriah

"Selama 36 tahun saya bekerja dalam bidang keamanan nasional, masalah ini adalah yang paling rumit yang pernah saya temui," kata Direktur CIA John Brennan

Kamis, 15/09/2016 20:03 0

Indonesia

Kasus Penistaan Agama Kelompok Gafatar Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Tersangka dianggap bersalah melakukan penistaan agama Islam atau pemufakatan jahat untuk melakukan makar

Kamis, 15/09/2016 19:07 0

Close