... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bappenas Bakal Gunakan Dana Zakat BAZNAS untuk Pengentasan Kemiskinan

Foto: Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro

KIBLAT.NET, Jakarta – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyatakan akan berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menggunakan dana zakat. Tujuannya, untuk membntu program mengentaskan kemiskinan.

“Kita akan koordinasi apa yang dimiliki BAZNAS untuk kegiatannya dengan kegiatan pemerintah,” kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Kamis (15/09).

Menurut Bambang, program yang berjalan sendiri-sendiri hasilnya tidak optimal, sehingga perlu disatukan. Dia menambahkan bahwa dengan adanya koordinasi dengan Baznas, program pengentasan kemiskinan skala besar yang dicanangkan pemerintah bisa lebih optimal.

“Nanti saya akan bicara dengan Baznaz. Pokoknya tahun ini saya akan bicara,” imbuhnya.

Bambang menilai, potensi dana zakat cukup besar, terutama zakat yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Perlu diketahui, tahun lalu dana zakat yang dikumpukan oleh BAZNAS mencapai Rp4 triliun. Sementara pada 2016, BAZNAS menargetkan dana zakat yang terkumpul mencapai Rp 5 triliun. Walaupun sebenarnya angka tersebut masih jauh dari potensi zakat yang dapat mencapai sekitar Rp 200 triliun.

Dia pun berharap program penyaluran zakat dari BAZNAS dapat bersinergi dan menyatu dengan program pengurangan kemiskinan dalam skala besar yang dilakukan pemerintah. Kerananya, pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan lembaga zakat tersebut.

“Ini nanti yang mau diformulasikan,” ujarnya.

Data Badan Pusat Statistik menyebutkan jumlah penduduk miskin per Maret 2016 sebanyak 28,01 juta orang atau setara 10,86 persen dari total populasi penduduk di Indonesia. Tahun depan, pemerintah menargetkan angka kemiskinan bisa ada di kisaran 9,5 persen-10,5 persen.

BACA JUGA  The Habibie Center Dianggap Islamophobia Gara-gara Poster Diskusi Buku Memberantas Terorisme

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah, dengan tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional. Dalam melakukan pengelolaan zakat, lembaga ini berpegang pada asas syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi dan akuntabilitas.

Reporter: Imam S.
Sumber: Antara/CNN

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Bappenas Bakal Gunakan Dana Zakat BAZNAS untuk Pengentasan Kemiskinan”

  1. blagentuk

    kalau syariat zakat aja diterima, kalau riba dibela-bela. Syari’at nggak bisa dipotong-potong pak

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Faksi Moderat Tak Terlihat Ingin Menjauhi Jabhah Fath Syam

Jabhah Fath Syam tidak dimasukkan dalam kelompok yang terlibat gencatan senjata yang dimulai Senin lalu. Artinya, pihak koalisi AS dan Suriah berhak menargetkan kelompok ini.

Jum'at, 16/09/2016 18:53 0

Suriah

Terkait Pembunuhan 32 Sipil Suriah, AS dan Rusia Saling Tuding

Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis (15/09) mengatakan bahwa AS tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Di sisi lain, pemerintah AS juga menyatakan hal serupa.

Jum'at, 16/09/2016 17:49 0

Prancis

Perancis Minta Amerika Memperinci Perjanjian Suriah

Perjanjian gencatan senjata untuk Suriah mulai berlaku Senin malam dan, jika berlaku, dapat menyebabkan Rusia dan AS saling berkoordinasi serangan terhadap sasaran. Namun rincian perjanjian, termasuk daerah-daerah di mana aksi militer terkoordinasi bisa terjadi, belum dipublikasikan.

Jum'at, 16/09/2016 12:26 0

Eropa

Susul Mavi Marmara, Aktivis Perempuan Luncurkan ‘The Women Boats to Gaza’

"Dengan meluncurkan perahu perempuan, perempuan dari seluruh dunia bertujuan untuk menyoroti kontribusi tak terbantahkan dari perempuan Palestina yang sangat penting dalam perjuangan Palestina," sambungnya.

Jum'at, 16/09/2016 11:21 0

Opini

Politisasi Agama

Kita tentu tidak setuju kalau agama hanya digunakan untuk kepentingan politik jangka pendek memenangkan pemilu. Apalagi kemudian setelah menang pemilu, agama ditinggalkan seperti yang selama ini terjadi. Tradisi elit-elit politik cenderung mendadak Islami menjelang pemilu. Mulai dari pakai kopiah, sholat jum’at , sampai kunjungan ke pesantren dan majelis ta’lim. Setelah menang pemilu, wassalam.

Jum'at, 16/09/2016 10:48 0

Rohah

Kemenangan dan Ghanimah

Dalam sebuah pertempuran terakhir, dalam serangan kesepuluh, bangsa Afghan menyebutnya dengan pertempuran Shasyat Wasah (63), pada tahun 1363 H bertepatan 1984 M. Dalam pertempuran tersebut Rusia menurunkan sekitar 300 pesawat, 500 tank. Pertempuran pun berjalan sengit. Tank-tank berhasil dihancurkan, terbengkalai, dan terbalik di sungai.

Jum'at, 16/09/2016 10:15 0

Amerika

Saudi Minta PBB Adili Iran Terkait Pelanggaran di Yaman

Koresponden Al-Jazeera di Amerika Serikat, Kamis (15/09), melaporkan bahwa delegasi Arab Saudi untuk PBB, Abdullah Al-Mu'allami, telah menyerahkan surat tersebut. Dalam surat itu, Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran keputusan PBB di Yaman.

Jum'at, 16/09/2016 09:45 0

Amerika

AS dan Rusia Tambah Masa Gencatan Senjata di Suriah

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dan Rusia, John Kerry dan Sergei Lavrov, mengumumkan menambah masa gencatan senjata di Suriah selama 48 jam. Gencatan fase pertama yang juga berlangsung selama 48 jam selesai pada 15 September kemarin.

Jum'at, 16/09/2016 08:45 0

Suriah

Jaringan HAM: Rezim Assad Langgar Gencatan Sebanyak 28 Kali

Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR) menyatakan pada Kamis (15/09) bahwa rezim Assad dan sekutunya telah melakukan serangan di provinsi Daraa, Homs, Idlib, Aleppo, Quneitra dan Lattakia dalam 48 jam terakhir.

Jum'at, 16/09/2016 07:45 0

Turki

Kepala Staf Militer Turki dan Rusia Gelar Pertemuan Tertutup di Ankara

Dikutip dari Anadolu Agency pada Kamis (15/09), Kepala Staf Militer Turki dan Rusia, Jenderal Halusi Akar dan Jenderal Valery Garasimov, menggelar pertemuan tertutup di Markas Staf Militer Turki di Ankara.

Jum'at, 16/09/2016 07:13 0

Close