Belum Ada Satupun Bantuan PBB Masuk di Hari Kedua Gencatan Suriah

KIBLAT.NET, Damaskus – Memasuki hari kedua gencatan senjata yang dibuat Amerika Serikat dan Rusia di Suriah, Rabu (13/09), belum ada satupun bantuan PBB didistribusikan kepada warga Suriah yang terjebak pertempuran. PBB masih menunggu persetujuan rezim, di mana hal demikian sebelumnya diprotes oleh lembaga-lembaga kemanusiaan non pemerintah di Suriah.

Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan di Mistura, kemarin mengatakan tidak melihat pergerakan truk pengangkut bantuan kemanusiaan memasuki Suriah. Bantuan itu baru bisa masuk setelah mendapat lampu hijau dari rezim.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah adanya kabar konvoi bantuan dari wilayah Turki memasuki Suriah. Menurut Reuters, konvoi itu terdiri dari 20 truk menuju kota Aleppo. Tidak jelas kemana arah konvoi tersebut.

De Mistura meyakinkan ada jaminan bantuan kemanusiaan tidak menjadi sasaran serangan.

Dia menambahkan, rezim Suriah harus membolehkan terus membolehkan truk bantuan kemanusiaan menuju kota-kota di Suriah, sebagaimana tercantum dalam nota kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan AS dan Rusia. Begitu juga, utusan PBB itu meminta pejuang oposisi tidak menargetkan bantuan yang mengarah ke wilayah rezim.

Sebelumnya, rezim Suriah mengatakan tidak boleh bantuan masuk ke wilayah Aleppo kecuali melalui koordinasinya atau PBB. Hal itu ditegaskan setelah Turki mengumumkan akan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Aleppo.

Sementara itu, sebanyak 73 lembaga kemanusiaan independen yang bekerja di Suriah beberapa waktu lalu mengumumkan memutus kerja sama dengan PBB. Hal itu karena bantuan-bantuan yang disalurkan melalui PBB selalu disetir oleh rezim Suriah.

BACA JUGA  Banjir Terjang Ratusan Tenda Pengungsi Suriah di Idlib

Mereka mengatakan bahwa PBB telah memanipulasi penyaluran bantuan, yaitu menolak bantuan yang akan disalurkan ke wilayah-wilayah oposisi.

Lembaga itu juga menyinggung rezim Damaskus yang memiliki pengaruh signifikan dan substansial terhadap badan-badan kerja PBB. Sehingga bantuan hanya tersalurkan di wilayah-wilayah yang disetujui oleh Rezim.

“Hal ini dimanipulasi oleh Rezim Damaskus dengan kepentingan PBB yang bermain di dalamnya,” kata lembaga melalui surat yang dikirim ke lembaga-lembaga PBB yang mengurusi bantuan untuk Suriah. “Hasilnya, rakyat Suriah semakin menderita,” imbuh pernyataan 73 lembaga tersebut.

Gencatan senjata resmi berlaku pada tanggal 12 September kemarin, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Sejauh ini, gencatan tersebut telah meredamkan mayoritas front pertempuran di wilayah Suriah.

Reporter: Suhli El-Izzi
Sumber: Al-Jazeera

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat