... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Berqurban untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal, Bagaimana Tuntunannya?

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Berbakti kepada orang tua tidak hanya dilakukan ketika mereka masih hidup. Setelah meninggal pun, kita dituntut untuk selalu berbakti kepada mereka. Caranya macam-macam, di antaranya bisa dengan cara menjaga hubungan kerabat keduanya, bersedekah atas namanya, menghajikannya atau berqurban atas nama mereka. Tentunya semua itu harus dilakukan sesuai dengan petunjuk Nabi SAW.

Dalam hal berqurban misalnya, kita harus memperhatikan bagaimana Nabi SAW mengajarkan umatnya ketika ingin berqurban untuk orang tua atau keluarganya yang sudah meninggal. Dalam beribadah, tidak perlu banyak melakukan inovasi, kalau memang itu tidak pernah diajarkan Nabi SAW.

Oleh karena itu, Syeikh Muhammad bin Utsaimin ketika menjelaskan tentang bagaimana petunjuk Nabi SAW ketika berqurban untuk keluarganya yang sudah meninggal, beliau membaginya menjadi tiga macam:

Pertama, berqurban untuk yang sudah meninggal dunia, karena mengikuti mereka yang masih hidup. Misalnya, seseorang berqurban atas nama dirinya dan keluarganya dengan berniat untuk mereka yang masih hidup dan yang sudah meninggal dunia. ini boleh dilakukan. Dalil dari pendapat ini adalah qurban Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- untuk diri beliau dan keluarganya, dan di antara mereka ada yang sudah meninggal dunia.

Kedua, berqurban untuk mereka yang sudah meninggal dunia, karena untuk menunaikan wasiat orang yang sudah meninggal dunia. Hal ini wajib dilakukan, kecuali kalau tidak mampu untuk menunaikannya. Inilah hukum asal firman Allah –Ta’ala- :

BACA JUGA  Membumikan Jurnalisme Islam (Tanggapan Artikel Remotivi)

فَمَن بَدَّلَهُ بَعْدَ مَا سَمِعَهُ فَإِنَّمَآ إِثْمُهُ عَلَى الَّذِينَ يُبَدِّلُونَهُ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. al Baqarah: 181)

Ketiga, hewan qurban untuk mereka yang sudah meninggal dunia saja secara terpisah dengan mereka yang masih hidup, misalnya; seseorang berqurban atas nama bapaknya saja atau ibunya saja yang kedua-duanya sudah meninggal dunia, maka hal ini juga masih boleh dilakukan. Para ulama fikih Hanabilah berpendapat bahwa pahalanya akan sampai kepada ahli kubur, dan merasakan manfaatnya dikiaskan dengan sedekah atas nama orang yang sudah meninggal dunia.

Akan tetapi kami tidak berpendapat bahwa qurban yang hanya dikhususkan atas nama mayit saja termasuk dari sunnah; karena Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidak melakukan qurban salah satu dari mereka yang sudah meninggal dunia secara khusus.

Beliau juga tidak berqurban atas nama pamannya Hamzah padahal ia termasuk keluarga yang paling dekat dengan beliau, juga tidak beliau atas nama anak-anak beliau yang sudah meninggal dunia semasa hidup beliau, yaitu tiga anak perempuan yang sudah menikah, dan tiga anak laki-laki meninggal dunia pada usia muda.

Beliau juga tidak berqurban atas nama Khadijah saja padahal beliau adalah istri yang paling beliau cintai. Juga tidak ada riwayat yang menyatakan bahwa para sahabat pada masa beliau berqurban atas nama kerabat mereka yang sudah meninggal dunia.

BACA JUGA  Membumikan Jurnalisme Islam (Tanggapan Artikel Remotivi)

Kami juga berpendapat adalah termasuk kesalahan apa yang dilakukan oleh sebagian orang yang berqurban atas nama mayit pada tahun pertama meninggalnya, dan dinamakan dengan “Udhhiyatul Hufrah” (qurban penguburan) dan mereka meyakini bahwa tidak ada yang boleh ikut serta untuk mendapatkan pahalanya, atau mereka berqurban atas nama orang-orang yang sudah meninggal dengan dengan cara iuran antar mereka, atau karena memenuhi wasiat mereka, dan yang masih hidup tidak berqurban atas diri mereka sendiri dan keluarga mereka.

Kalau seandainya mereka mengetahui bahwa ketika seseorang berqurban dengan hartanya untuk dirinya sendiri dan keluarganya, sebenarnya sudah mencakup semua keluarganya baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, maka mereka tidak akan melakukan qurban secara khusus hanya untuk ahli kubur. Wallahu a’lam bis shawab!

Penulis : Fakhruddin

Sumber: https://islamqa.info/id/36596

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

ISIS Bertanggung Jawab Serangkaian Serangan Bom di Suriah

Kantor berita Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS), Senin (05/09), mengaku di balik serangan bom beruntun di sejumlah wilayah kontrol rezim di Suriah. Serangan itu dilakukan dengan “bom bunuh diri”.

Selasa, 06/09/2016 11:30 0

Turki

Di KTT G20, Turki Tegaskan Dukung Oposisi Suriah

"Sepertinya saya akan mendukung pihak pembunuh Assad, yang mengaku sebagai presiden yang sopan atas nama kemanusiaan dengan membunuh 600.000 orang," katanya selama koferensi pers di Hangzou, Cina.

Selasa, 06/09/2016 10:47 0

Arab Saudi

Ini Alasan Saudi Tak Beri Visa Haji bagi Iran

Iran menuntut dibolehkannya upacara-upacara yang menyelisihi maksud dari ibadah haji. Mereka juga meminta hal-hal yang dapat mengancam keamanan dan keselamatan jamaah haji lainnya. Selain itu, mereka memiliki waktu-waktu dan tempat yang paling utama sendiri selama pelaksanaan musim haji, yang menyelisihi pelaksanaan haji pada umumnya.

Selasa, 06/09/2016 09:46 0

Iran

Iran Kutuk Intervensi Militer Turki ke Suriah

KIBLAT.NET, Teheran – Departemen Luar Negeri Iran, Senin (05/09), menegaskan bahwa sengketa negaranya dengan Turki atas krisis Suriah masih ada. Secara resmi, Iran mengutuk intervensi militer Turki ke wilayah Suriah Utara.

Selasa, 06/09/2016 08:40 1

Arab Saudi

Arab Saudi Berikan Visa Untuk Jama’ah Haji Iran, Tapi…

Menteri Saudi untuk Urusan Haji, Muhammad Saleh bin Taher Benten menuturkan pada Senin (05/09) bahwa visa untuk jamaah Iran yang masuk ke kerajaan dari Uni Eropa, AS, Australia, Selandia Baru dan Afrika akan disetujui.

Selasa, 06/09/2016 08:10 0

Suriah

Bom Beruntun Guncang Wilayah Rezim Suriah

Dikutip dari Aljazeera.com pada Senin (05/09), ledakan ini telah menghantam kota pesisir Tartous, pusat kota Homs dan pinggiran ibukota Damaskus beserta kota Hasakah.

Selasa, 06/09/2016 07:37 0

Philipina

Filipina Umumkan Keadaan Darurat Pasca Ledakan Davao

Pihak istana Malacanang telah mengumumkan perintah kepada angkatan bersenjata dan kepolisian Filipina

Senin, 05/09/2016 23:04 0

Indonesia

Prostitusi Gay Fenomena Membahayakan, Payung Hukum Dinilai Kurang

"Fenomena yang ada sekarang ini sudah sangat membahayakan," kata Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Ass

Senin, 05/09/2016 21:55 0

Yaman

Pemberontak Syiah Hutsi Serang dan Tutup Kantor Berita di Sanaa

Penyerangan tersebut dilakukan bersama dengan pasukan pendukung mantan presiden Ali Abdullah Saleh

Senin, 05/09/2016 21:18 0

Indonesia

Anak-anak Jadi Korban Prostitusi Gay, ICMI: Itu Kejahatan Harus Ditindak

"Itu kejahatan yang harus ditindak," kata Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie

Senin, 05/09/2016 20:26 0

Close