... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Muhammadiyah: UU Tax Amnesty dari Aspek Prosedural Cacat

Foto: Busyro Muqoddas, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum HAM dan Kebijakan

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Bidang Hukum dan HAM Muhammadiyah, Busyro Muqoddas mengungkapkan bahwa para pimpinan Muhamadiyah telah mengadakan rakernas (Rapat Kerja Nasional) di Yogyakarta pada 26,27,28 Agustus lalu. Dalam Rakernas tersebut membahas kesenjangan sosial, ekonomi, politik hukum dan HAM yang ada di daerah daerah, termasuk tax amnesty.

“Termasuk yang dijadikan topik gagasan dalam rakernas tersebut adalah tentang undang-undang tax amnesty di dalam prakteknya di daerah-daerah yang ternyata menimbulkan problem-problem keresahan,” katanya dalam acara ‘Pajak yang Mengancam’ di gedung Muhammadiyah pusat, Jakarta pada Rabu (31/08).

Ia meminta kepada para masyarakat untuk tidak gaduh, di samping itu ia juga memberikan peringatan kepada pemerintah agar berbesar hati, undang-undang ini sebaiknya ditunda dulu, ditangguhkan. “Sambil menunggu laporan-laporan dari masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menilai UU tax amnesty ini secara prosedural cacat. Sebab, UU  ini tidak hanya menyangkut kelompok orang yang tidak bayar pajak, tapi juga menyangkut masyarakat miskin.

“Kami di Jogja juga mengatakan undang-undang tax amnesty ini dari aspek proseduralnya secara demokratis cacat. Karena ini menyangkut bukan saja kelompok kecil orang-orang yang bermasalah dengan pihak pajak yang menjadi target. Faktanya juga ternyata menyangkut masyarakat miskin. Termasuk kelompok UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah),” tuturnya.

Selain itu, mantan ketua KPK ini juga menilai penetapan UU Tax Amnesty ini sepihak. Karena tidak ada sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat.

BACA JUGA  Apresiasi Kinerja Polda Metro Jaya, Ketua MPR Serukan Jihad

“Maka mestinya kalau mau membuat undang-undang ini naskah akademiknya sejak awal oleh pemerintah sebelum dibawa ke DPR, apa salahnya diberikan kepada masyarakat Madani, ada Muhamadiyah, NU, KWI, PGI, NGO dan sebagainya. Nah ini tidak, jadi sepihak,” ujarnya

“Pemerintah tidak perlu menjaga gengsi termasuk presiden sendiri akan bagus kalau ini distop dulu,” ujarnya lagi.

Reporter: Taufiq Ishak
Editor: Hunef Ibrahim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Lagi, Seorang Jenderal dari Garda Revolusi Iran Tewas di Aleppo

KIBLAT.NET – Ahmad Ghulami, seorang brigadir jenderal dari Garda Revolusi Iran telah tewas dalam pertempuran...

Kamis, 01/09/2016 07:17 0

Palestina

Israel Tutup Stasiun Radio Palestina atas Tuduhan Menghasut Kekerasan

KIBLAT.NET, Hebron – Pemerintah Israel telah menutup sebuah stasiun radio Palestina di Tepi Barat yang...

Rabu, 31/08/2016 22:26 0

Asia

Pasukan India Eksekusi Bocah Remaja Kashmir dalam Aksi Protes Jam Malam

Aksi protes terhadap pemerintah India meletus di banyak tempat di wilayah Kashmir pada Rabu, (31/08) setelah pihak berwenang mencabut pemberlakuan jam malam di seluruh wilayah Himalaya yang disengketakan untuk pertama kalinya dalam 54 hari terakhir.

Rabu, 31/08/2016 19:12 0

News

Oposisi Suriah Rebut Halfaya, Kota Strategis di Hama

Kota Halfaya diserbu kelompok pejuang Suriah dari Jund al-Aqsa dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang meluncurkan operasi pada malam hari. Beberapa tentara Rezim dan milisi pro Rezim yang berjaga-jaga di pos pemeriksaan mendapat perlawanan keras dari pejuang.

Rabu, 31/08/2016 15:20 0

Turki

Bantah Rumor AS, Pejabat Turki: Tidak Ada Gencatan Senjata dengan YPG di Suriah

"Kami tidak menyadari perjanjian tersebut. Jika AS mengumumkan hal seperti itu berarti mereka mencoba untuk melegalkan organisasi teroris, sehingga seolah-olah kita memiliki kepentingan dengan mereka," kata pejabat Turki seperti dikutip Daily Sabah, Selasa (30/08).

Rabu, 31/08/2016 14:38 0

China

Hotel di Cina Tolak Menginap Tamu dari Negara Muslim

Kepolisian Cina dikabarkan telah memerintahkan pengelola hotel untuk menolak tamu dari lima negara mayoritas Muslim. Pada awal Maret, pihak manajemen hotel di selatan Guangzhou mengaku telah menerima pemberitahuan dari polisi untuk menolak tamu dari Pakistan, Suriah, Iraq, Turki dan Afghanistan.

Rabu, 31/08/2016 13:36 0

Irak

Serangan Turki terhadap Kurdi di Suriah Meluas ke Iraq

Operasi Turki melawan milisi Kurdi di Suriah utara pekan lalu meluas hingga ke Iraq. Media pemerintah melaporkan serangkaian serangan udara lintas-perbatasan dilakukan militer Turki ke wilayah Gara di utara Irak, yang diklaim menargetkan kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Rabu, 31/08/2016 12:36 0

Rilis Syamina

Lapsus Syamina: Saat Negara Membunuh dan Menyiksa

Salah satu fitur utama dalam Perang Melawan Teror adalah menolak nilai-nilai dan sistem hukum yang berlaku. Untuk itu, mereka mengklaim bahwa hal tersebut diperlukan untuk melawan ancaman terorisme. Mentalitas ini tidak hanya berhenti di pemerintah AS dalam perang mereka melawan Al-Qaidah,

Rabu, 31/08/2016 11:56 0

Afrika

Pasukan Libya Bersiap Serang Daerah ISIS Terakhir di Sirte

Kantor media pasukan “Al-Bunyan Al-Marshush” (aliansi pasukan anti ISIS di Libya) mengumumkan melalui akun Facebook, “pasukan kami memasuki sisa-sisa daerah yang dikontrol ISIS di daerah Nomor 3”.

Rabu, 31/08/2016 11:39 0

Suriah

Pasukan Oposisi Suriah Bergerak di Pedesaan Hama

Sejumlah faksi oposisi, Senin (29/08), mendeklarasikan operasi militer baru di pedesaan Hama menargetkan militer Suriah. Operasi ini bersamaan dengan operasi dengan sandi “Perlindungan Efrat” di Jarabulus untuk menghadapi ISIS dan Kurdi. Pasukan oposisi bekerja sama dengan Turki dalam operasi “Perlindungan Efrat”.

Rabu, 31/08/2016 10:40 0

Close