Industri Rokok Rampas Masa Depan Ekonomi Bangsa Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa industri rokok merampas ekonomi masa depan Indonesia. Ia menuturkan, saat ini Indonesia tengah mengalami ‘bonus demografi’ yang besar.

“Industri rokok kita anggap merampas masa depan ekonomi. Kita di masa depan punya bonus demografi artinya kita punya tenaga kerja yang melimpah baik yang skilled atau non-skilled,” katanya kepada Kiblat.net di Gedung Muhammadiyah Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis, (24/08).

Menurutnya, kalau di masa depan pengendalian rokok tidak dikendalikan, akibatnya semakin destruktif. Karena anak muda sudah tidak sehat dengan rokok.

“Itulah kenapa perlu didukung upaya penaikan harga rokok. Pelarangan iklan. Dengan pelarangan sponsor pada lembaga olah raga dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa menurut data kementrian perempuan dan anak, dari 85 juta pemuda di Indonesia, tujuh puluh persen dari mereka telah merokok.

“85 juta data kementrian perempuan dan anak, tujuh puluh persen muda merokok. Dengan demikian kita dukung pelarang harga rokok karena ekonomi pemuda dan anak-anak kan terbatas, maka mereka tidak mampu untuk membeli rokok,” pungkasnya.

 

Reporter: Taufiq Ishak
Editor: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat