... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dengan Dalih Teroris, Irak Kosongkan Kampung Sunni di Pinggiran Baghdad

KIBLAT.NET, Baghdad – Dengan dalih “teroris” dan “sel tidur ISIS”, pemerintah Irak mengubah demografi daerah Hizam Baghdad. Kejahatan ini dilakukan di tengah bungkamnya media.

Menurut sumber lokal di distrik Ath-Tharimah (yang masuk dalam wilayah Hizam Baghdad), seperti dilansir alkhaleejonline.net, Rabu (17/08), pemerintah Irak bertekad mengusir warga Ath-Tharimah selurunya dengan dalih “teroris” dan menjadi sel tidur “ISIS”.

Seorang tokoh suku di distrik tersebut, Adzdzab Al-Masyhadi, menuturkan bahwa para pejabat dan komandan militer pemerintah Irak, termasuk di antaranya Kepala Dewan Provinsi Baghdad Riyadh Al-Adhadh, menggelar pertemuan darurat dengan dewan pemerintah daerah Ath-Tharimah. Pertemuan yang juga dihadiri para pemuka suku itu membahas keamanan di dalam kota.

Pertemuan itu, lanjutnya, menghasilkan beberapa poin. Poin paling penting adalah mendepak para pengungsi dan mengusir warga lokal ke kamp-kamp di sepanjang wilayah gurun di luar distrik selama 2-3 bulan. Mereka baru dibolehkan pulang secara bertahap setelah mendapat rekomendasi dari Dewan Kota dan Pemimpin Suku namun tetap atas persetujuan pasukan keamanan.

“Pengusiran dengan cara seperti ini, meski dibantu pasukan keamanan, memberi isyarat jelas bahwa pemerintah Irak bertekad mengubah demografi kota Ath-Tharimah meskipun ISIS bisa masuk ke wilayah itu atau tidak. Pemerintah ingin merealisasikan keinginan asing dan sektarian,” ujar Masyhadi.

Distrik Ath-Tharimah terkenal memiliki wilayah perkebunan dan pertanian yang luas. Mayoritas warga menghandalkan ladang untuk biaya hidup. Pasukan keamanan menuding, ladang-ladang tersebut menjadi tempat persembunyian anggota ISIS dan menjadi jalur untuk meluncurkan serangan ke dalam wilayah ibukota Baghdad.

Tudingan itu melegalkan pasukan keamanan menghancurkan ladang dan perkebunan warga. Tidak hanya itu, rumah-rumah warga yang dianggap berpotensi menjadi tempat persembunyian anggota ISIS tak luput dari sasaran penghancuran.

Seorang warga bernama Ahmad As-Sulaimani mengatakan, saat ini warga hidup dalam ketakutan. Mereka harus bersiap-siap hidup dalam kamp pengungsian dan terancam tidak bisa kembali ke rumah atas dasar perang melawan teroris.

Perlu dicatat, wilayah Hizam Baghdad dihuni mayoritas suku Sunnni. Ketika Amerika Serikat menyerang Irak 2003 silam, mereka juga mengalami hal serupa. Pasukan asing menghancurkan dan mengusir warga atas dasar memerangi “teroris”.

Reporter: Suhli El-Izzi
Sumber:  alkhaleejonline.net

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

‘Kemerdekaan Umat Sesungguhnya adalah Tak Jadi Budak Musuh Islam’

Merdeka dalam pandangan Islam adalah ketika manusia menjadi hamba Allah. Jadi bagi umat Islam, mewujudkan kemerdekaan itu artinya dia harus berjuang untuk menegakkan Islam dengan sesungguh-sungguhnya

Rabu, 17/08/2016 22:56 0

Indonesia

Muslim Patani pada Bangsa Indonesia: Kapan Kami Bisa Nikmati Kemerdekaan?

Dalam catatan perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia, tokoh Muslim Patani Tengku Muhyiddin pernah mendatangi Soekarno saat ia memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Rabu, 17/08/2016 21:36 0

Indonesia

Pasukan Tinombala Tembak Mati 1 Anggota Santoso Terbunuh Saat Perayaan Kemerdekaan

Pantauan Kiblat.net di lokasi, satu orang dari anggota kawanan Santoso ini terbunuh. Sementara satu orang lagi berhasil meloloskan diri dari pengejaran saat kontak senjata tersebut terjadi.

Rabu, 17/08/2016 20:25 0

Indonesia

Ustadz Abu Bakar Baasyir Dapat Remisi 3 Bulan

"Ini tahun kedua dia (Abu Bakar Baasyir) memperoleh remisi HUT RI, yakni dia dapat remisi selama tiga bulan," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat Agus Toyib di Bandung, Rabu (17/8/2016). Pendiri Ponpes Ngruki bersama Allahu yarham Ustadz Abdullah Sungkar ini tengah menjalani masa penahanan di Lapas Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rabu, 17/08/2016 20:03 0

Info Event

Akademi Dakwah Indonesia Gelar Kuliah Perdana

Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Jabar kembali menggelar perkuliahan perdana untuk tahun akademi 2016/2017 yang dipusatkan di kampus ADI Kawasan Pusdiklat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Desa Tanimulya Pakusarakan Lama Kec.Ngamprah Kab.Bandung Barat, Sabtu (13/8/2016).

Rabu, 17/08/2016 19:49 0

Opini

Sudahkah Umat Islam Merdeka?

Perayaan kemerdekaan Indonesia disambut gegap gempita oleh mayoritas rakyat Indonesia. Akan tetapi dibalik perayaan yang ramai dan meriah itu ada terselip pertanyaan, Sudahkah umat Islam yang menjadi komponen terbesar Indoensia merdeka? Merdeka dalam arti yang sebenarnya menurut Islam itu sendiri tentunya.

Rabu, 17/08/2016 19:04 0

Indonesia

Sejarawan: Saat Dikuasai Kerajaan Islam, Indonesia Diperhitungkan Dunia Internasional

Sejarawan Islam Indonesia, Dr. Tiar Anwar Bachtiar menilai bahwa bangsa Indonesia sejahtera dan diperhitungkan secara internasional saat berada di bawah kekuasaan kerajaan Islam pada abad 15, 16 dan 17.

Rabu, 17/08/2016 13:28 0

Editorial

[Editorial] Archandra dan Kado 71 Tahun NKRI

Kasus Archandra menguak tepat di saat bangsa ini sibuk persiapan memperingati 71 tahun kemerdekaannya. Sebagai bagian dari takdir dan rencana Allah, tentu kejadian ini bukan tanpa hikmah.

Rabu, 17/08/2016 08:41 0

Indonesia

Doa Sidang Paripurna MPR: Jauhkan Ya Allah dari Pemimpin Hianat Pemberi Janji Palsu

“Jauhkan kami ya Allah, dari pemimpin yang hianat, yang hanya memberikan janji-janji palsu, harapan-harapan kosong, yang kekuasanaya bukan untuk memajukan dan melindungi rakyat kami, tapi seakan-akan arogansi kekuatan berhadap-hadapan dengan kebutuhan rakyat. Di mana-mana rakyat digusur tanpa tau kemana mereka harus pergi, dimana-mana rakyat kehilangan pekerjaan. Aparat seakan begitu antusias untuk menakuti rakyat”

Selasa, 16/08/2016 22:33 2

Indonesia

Sejarawan: Yang Mempertahankan Kedaulatan Indonesia adalah Umat Islam, Kiyai dan Santri

Sejarah umat Islam dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan bangsa tidak pernah diceritakan. Jadi, seolah-olah kemerdekaan Indonesia itu milik orang sekuler

Selasa, 16/08/2016 21:50 0

Close