... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

[Editorial] Archandra dan Kado 71 Tahun NKRI

KIBLAT.NET — Entah siapa yang membocorkan. Tiba-tiba status kewarganegaraan Archandra Tahar mencuat dan digugat, hanya 18 hari sejak ia diangkat Jokowi menjadi Menteri ESDM. Pria kelahiran Padang 45 tahun lalu itu dinilai memiliki kewarganegaraan ganda, dengan bukti kepemilikan passport Amerika.

Selain Indonesia tidak mengakui sistem kewarganegaraan ganda, kepemilikan passport Amerika juga diperoleh seseorang setelah mengucapkan sumpah setia. Salah satu bunyinya, meninggalkan dan mengharamkan semua ikatan dan kesetiaan pada pemerintahan asing, penguasa atau kedaulatan apapun.

Kalau saja Archandra seorang warga negara biasa, tentu bisa dianggap sebagai pelanggaran administrasi yang biasa terjadi. Gara-gara ini, Ustadz Abu Bakar Baasyir sampai dipenjara 1,5 tahun. Masalahnya, Archandra, ketika datang ke Indonesia berstatus calon menteri yang diundang langsung oleh Presiden dari Amerika. Tentu prosesnya bukan main-main.

Meski akhirnya diberhentikan secara hormat oleh Presiden, dalam 20 hari masa tugasnya Archandra telah membuat langkah strategis yang menguntungkan pihak asing, seperti perpanjangan ijin eksport konsentrat PT. Freeport dan penghapusan beberapa pajak di sektor migas.

Namun isu nasionalisme dalam penolakan Archandra terkait passport ganda, juga tidak tulus. Sehari setelah dilantik bapak dua anak itu langsung menyambangi KPK. Kabarnya cuma silaturahmi. Tapi santer kabar bahwa menteri baru itu meminta KPK membongkar habis korupsi di kementriannya. Niat ini tercium oleh para petinggi partai politik yang merasa kepentingannya terusik. Tak heran bila kemudian isu paspor ganda mencuat secara tiba-tiba.

BACA JUGA  Dilaporkan ke PBB oleh NGO Hindu, Zakir Naik Dapat Pembelaan

Kisah Archandra ini semakin menambah panjang bukti karut-marutnya manajemen negara di bawah Jokowi. Politik kekuasaan yang dijalankan berdasarkan kongkalikong, kebijakan ekonomi yang hanya berpihak kepada pemilik modal, hingga pada titik yang banyak disakralkan banyak pihak, yaitu kedaulatan negara.

Atas nama kedaulatan negara, Jokowi bisa saja (pura-pura) marah, merasa kecolongan, lalu memecat Archandra. Namun, banjirnya pekerja asing—sebagian tanpa dokumen legal—di tengah musim PHK hingga rencana rencana pengesahan undang-undang kewarganegaraan ganda, adalah langkah yang bisa dengan mudah ditebak ke mana arahnya.

Satu-satunya hal yang mungkin dapat “menghibur” kita adalah rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Skenario-Nya menghadirkan Archandra tepat di saat bangsa ini tengah berpesta merayakan 71 tahun kemerdekaan dari penjajahan asing, mestinya patut kita renungi.

Dengan kas negara yang telah divonis oleh Menkeu bolong sebesar Rp. 262 triliun, bangsa keturunan yang kian berani bertingkah karena merasa punya kapital, diskriminasi hak dan martabat kaum Muslimin, dan ketimpangan di berbagai sektor, seolah Allah menyindir, “Yakin, kamu sudah merdeka?”

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Taliban: Dalam Waktu Dekat, Kalian Mendengar Helmand Jatuh

KIBLAT.NET, Helmand -- Pejuang Taliban Afghanistan mengumumkan telah memutus seluruh akses penting menuju ibukota Provinsi Helmand, Lashkar Gah. Saat ini, posisi Taliban hanya satu kilometer dar pusat pemerintahan di provinsi bagian selatan Afghansitan itu.

Rabu, 17/08/2016 08:25 0

Amerika

Penembakan Imam di New York Terencana dan Disengaja

KIBLAT.NET – Jaksa yang menangani kasus pembunuhan Imam muslim di New York menyebut kejahatan itu...

Rabu, 17/08/2016 08:12 0

Suriah

Birmil dan Roket Hujani Kota Aleppo, Suriah

“Banyak warga sipil mengalami luka bakar serius akibat terkena bom fosfor. Mereka telah tiba di rumah sakit darurat Zabdiyah,” ujar sumber medis.

Rabu, 17/08/2016 07:45 0

Mesir

“Akhir Status Quo Itu Sangat Dekat,” Pesan Warga Mesir Untuk Al-Sisi

KIBLAT.NET – “Akhir status quo itu sangat dekat,” kata warga Mesir mengingatkan Al-Sisi atas krisis...

Rabu, 17/08/2016 07:32 0

Amerika

15 Tahanan Guantanamo Dipindahkan ke Emirat Arab

KIBLAT.NET – Sebanyak 15 tahanan Guantanamo dipindahkan ke Emirat Arab. Ini merupakan pembebasan terbesar dari...

Rabu, 17/08/2016 07:03 0

Inggris

Dukung ISIS, Pengkhotbah Inggris Anjem Choudary Dihukum 10 Tahun Penjara

KIBLAT.NET – Dukung ISIS, Pengkhotbah Inggris Anjem Choudary dihukum 10 tahun penjara. Anjem Choudary adalah salah satu...

Rabu, 17/08/2016 05:55 0

Indonesia

Doa Sidang Paripurna MPR: Jauhkan Ya Allah dari Pemimpin Hianat Pemberi Janji Palsu

“Jauhkan kami ya Allah, dari pemimpin yang hianat, yang hanya memberikan janji-janji palsu, harapan-harapan kosong, yang kekuasanaya bukan untuk memajukan dan melindungi rakyat kami, tapi seakan-akan arogansi kekuatan berhadap-hadapan dengan kebutuhan rakyat. Di mana-mana rakyat digusur tanpa tau kemana mereka harus pergi, dimana-mana rakyat kehilangan pekerjaan. Aparat seakan begitu antusias untuk menakuti rakyat”

Selasa, 16/08/2016 22:33 2

Indonesia

Sejarawan: Yang Mempertahankan Kedaulatan Indonesia adalah Umat Islam, Kiyai dan Santri

Sejarah umat Islam dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan bangsa tidak pernah diceritakan. Jadi, seolah-olah kemerdekaan Indonesia itu milik orang sekuler

Selasa, 16/08/2016 21:50 0

Iran

Sinyal Kedekatan, Jet Tempur Rusia Mengudara dari Bandara Iran ke Suriah

Untuk pertama kalinya, pesawat tempur Rusia berangkat dari bandara Hamedan di provinsi Hamadan, Iran untuk melakukan serangan udara di Suriah.

Selasa, 16/08/2016 19:45 0

Amerika

Sebelum Tertangkap, Penembak Imam Masjid di New York Terlibat Tabrak Lari

Polisi menangkap Oscar Morel (35) pada Ahad (14/08) malam, pelaku penembakan imam masjid di kawasan Queens, New York Sabtu lalu. Meski telah diinterogasi, kepolisian New York belum mengungkap motif pembunuhan.

Selasa, 16/08/2016 18:52 0