... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

1 Sandera Abu Sayyaf asal Indonesia Dilaporkan Lolos dari Eksekusi

Foto: Tentara Filipina menyisir gerilyawan Abu Sayyaf.

KIBLAT.NET, Zamboanga – Salah satu dari tujuh awak kapal WNI yang disandera militan Abu Sayyaf pada pertengahan Juni di Laut Sulu dilaporkan telah melarikan diri.

Aparat Filipina mengatakan WNI itu lolos ketika akan dieksekusi karena batas waktu pembayaran tebusan sebesar 5,4 juta dolar telah lewat tanggal 15 Agustus kemarin.

Mayor Filemon Tan Jr, juru bicara militer Komando Mindanao Barat, menegaskan Mohammad Safyan telah melarikan diri pada hari Rabu.

Mengutip laporan resmi dari Kantor Polisi Sulu, Tan mengatakan bahwa Safyan (28) ditemukan terjebak dalam jaring ikan oleh penduduk setempat di tepi sebuah kota di provinsi Sulu selatan sekitar pukul 07:30 waktu setempat.

“Sayfan terlihat oleh warga mengambang dan terjebak di jala di tempat penyelamatan,” kata Tan. “Dia segera dibawa oleh warga ke Kantor Polisi Kota Luuk.”

Saat dihubungi Anadolu pada hari Rabu, keluarga belum tahu kalau Safyan telah melarikan diri.

“Masya Allah. Dari mana Anda mendapatkan berita dari?” kata seroang anggota keluarga, Dian Megawati.

“Memang benar bahwa Sofyan adalah keluarga kami, tapi kami tidak mendapatkan informasi apapun sampai sekarang,” katanya. Ia berharap bahwa semua sandera dapat diselamatkan. “Kami terus berharap untuk yang terbaik,” imbuhnya.

Menurut Tan, laporan dari unit setempat mengungkapkan bahwa Safyan melarikan diri dari sebuah peternakan bakau ketika para militan akan memenggal kepalanya.

Tan mengatakan Safyan diculik dari sebuah kapal nelayan di Laut Sulu dekat perbatasan Filipina pada 23 Juni lalu bersama enam awak lainnya. “Safyan akan diperiksa dahulu di Kantor Polisi Provinsi Sulu untuk dimintai keterangan sebelum dikirim kembali ke keluarganya,” katanya.

Dia menambahkan, tentara yang berada dalam komandonya, dan telah terlibat operasi melawan Abu Sayyaf selama sebulan telah diarahkan ke Basilan untuk mencoba dan menemukan korban penculikan yang tersisa dan menyelamatkan mereka.

Tan pun mengklaim dalam sebuah pernyataan hari Selasa bahwa tentaranya telah mengambil alih sebuah kamp Abu Sayyaf di kota Tipo-Tipo di Basilan setelah terlibat baku tembak yang panjang.

Abu Sayyaf adalah salah satu kelompok militan di Filipina selatan yang dituding menjadi penghambat proses perdamaian antara pemerintah dan kelompok Front Pembebasan Islam Moro (MILF).

Reporter : Ibas Fuadi
Sumber : Anadolu


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sejarawan: Saat Dikuasai Kerajaan Islam, Indonesia Diperhitungkan Dunia Internasional

Sejarawan Islam Indonesia, Dr. Tiar Anwar Bachtiar menilai bahwa bangsa Indonesia sejahtera dan diperhitungkan secara internasional saat berada di bawah kekuasaan kerajaan Islam pada abad 15, 16 dan 17.

Rabu, 17/08/2016 13:28 0

Kiblatorial

[Editorial] Archandra dan Kado 71 Tahun NKRI

Kasus Archandra menguak tepat di saat bangsa ini sibuk persiapan memperingati 71 tahun kemerdekaannya. Sebagai bagian dari takdir dan rencana Allah, tentu kejadian ini bukan tanpa hikmah.

Rabu, 17/08/2016 08:41 0

Indonesia

Doa Sidang Paripurna MPR: Jauhkan Ya Allah dari Pemimpin Hianat Pemberi Janji Palsu

“Jauhkan kami ya Allah, dari pemimpin yang hianat, yang hanya memberikan janji-janji palsu, harapan-harapan kosong, yang kekuasanaya bukan untuk memajukan dan melindungi rakyat kami, tapi seakan-akan arogansi kekuatan berhadap-hadapan dengan kebutuhan rakyat. Di mana-mana rakyat digusur tanpa tau kemana mereka harus pergi, dimana-mana rakyat kehilangan pekerjaan. Aparat seakan begitu antusias untuk menakuti rakyat”

Selasa, 16/08/2016 22:33 2

Indonesia

Sejarawan: Yang Mempertahankan Kedaulatan Indonesia adalah Umat Islam, Kiyai dan Santri

Sejarah umat Islam dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan bangsa tidak pernah diceritakan. Jadi, seolah-olah kemerdekaan Indonesia itu milik orang sekuler

Selasa, 16/08/2016 21:50 0

Manhaj

Perjuangan Mencapai Kemerdekaan = Beribadah Hingga Ajal Menjemput

Kebebasan atau kemerdekaan (al-hurriyah) adalah hak asasi setiap manusia dan bangsa di dunia. Sebagai sebuah hak dasar, wajar jika semua manusia dan bangsa di dunia menjunjung tinggi kebebasan atau kemerdekaan. Demi meraih kebebasan atau kemerdekaan, sebuah bangsa rela mengorbankan waktu, tenaga, harta, dan bahkan nyawa.

Selasa, 16/08/2016 17:02 0

Video Kajian

Wawancara : Arti Kemerdekaan dalam Islam

KIBLAT.NET – 71 tahun, umur yang sudah cukup tua sebenarnya. 71 tahun, ya, itulah umur...

Selasa, 16/08/2016 16:04 0

Rohah

Tak Disangka, Murid Tercerdas ini Masuk Neraka Karena Tiga Hal

Fudhail melihat muridnya dalam mimpi diseret ke dalam api neraka, ia berkata kepadanya, “Kenapa Allah memperlakukanmu seperti ini, sementara kamu termasuk muridku yang paling cerdas?”

Selasa, 16/08/2016 15:15 0

Artikel

Renungan 17 Agustus 2016: Mencari Kemerdekaan Hakiki

Bila direnungkan dengan seksama, kemerdekaan ini masih semu, belum hakiki. Sebab penjajahan itu tak hanya antar bangsa, bisa juga sesama internal bangsa. Antara yang kaya terhadap yang miskin. Antara yang kuat terhadap yang lemah. Antara penguasa terhadap rakyat jelata. Semua dalam lingkup satu bangsa. Dan Islam datang untuk menghapus segala macam penghambaan sesama manusia, baik internal bangsa maupun antar bangsa.

Selasa, 16/08/2016 14:37 0

Indonesia

Begini Pesan-Pesan UBN untuk Generasi Muda

Yang kedua, UBN berpesan agar para pemuda menjalani hidup dengan kreativitas. "Pemuda harus punya indera lain dari panca-indera. Artinya, pemuda harus punya inisiatif untuk mengembangkan diri," kata ustadz yang juga menjadi Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) tersebut.

Selasa, 16/08/2016 13:40 0

Tarbiyah Jihadiyah

Rahasia Eksistensi Umat yang Hilang

Aqidah wala’ (perwalian) dan barra’ (permusuhan) yang bersumber dari kalimat Laa Ilaaha illallah, harus kembali dimasukkan ke dalam hati kaum muslimin. Hal itu berdampak besar ketika umat Islam buta akan wala’ wa barra’, maka sama saja mereka tidak memahami aqidah “Laa ilaaha illalaah” dengan benar!

Selasa, 16/08/2016 11:12 0

Close