... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pernah Berharap Syahid, Penyelamat Bayi Ajaib Itu Kini Gugur di Aleppo

Foto: Khaled Umar saat evakuasi bayi usia 10 hari di Aleppo (foto: The White Helmets)

KIBLAT.NET – Khaled Omar Harrah, relawan penyelamat yang menghabiskan hampir tiga tahun di medan konflik Suriah itu kini gugur akibat serangan di Aleppo. Ia pernah berharap Allah memperhitungkannya sebagai syahid bila mati karena menyelamatkan bayi usia 10 hari dari reruntuhan.

“Berduka karena kehilangan Khaled Omar. Dia menyelamatkan nyawa yang tak terhitung jumlahnya, termasuk ‘bayi ajaib’,” tweet The White Helmets di akun resminya Kamis, (11/8).

Kelompok yang menamakan diri Pertahanan Angkatan Sipil Suriah, juga dikenal sebagai Helm Putih (The White Helmets), menyebut Khaled Omar sebagai pahlawan sejati yang menyelamatkan hidup orang banyak. Seorang juru bicara untuk kelompok pencarian dan penyelamatan itu mengatakan kepada CNN bahwa dia tewas dalam serangan udara di kota Aleppo, bersamaan dengan anggota lain dari timnya membantu orang terperangkap dalam reruntuhan.

Khaled Omar menjadi salah satu wajah yang paling menonjol dari Helm Putih saat ia menyelamatkan seorang bayi berusia sepuluh hari dari puing-puing bangunan yang runtuh pada 2014. Ia dikenal sebagai penyelamat “bayi ajaib”, setelah adegan itu tertangkap kamera dan menjadi viral.

Video menunjukkan Khaled Omar menyingkap puing-puing untuk mencapai bayi itu melalui lubang di dinding. Ia kemudian menariknya perlahan keluar, diikuti sorak-sorai kerumunan yang berkumpul.

Evakuasi bayi usia 10 hari dari reruntuhan

Kisah penyelamatan bayi ajaib itu, seperti dituturkan oleh Khaled Umar sebelumnya bahwa timnya ketika itu sedang berkemas untuk meninggalkan tempat evakuasi. Tiba-tiba, seorang wanita mendekati mereka dan berkata bahwa kedua anaknya masih hilang; perempuan usia satu setengah tahun dan bayi usia 10 hari. Harrah menggambarkan bahwa ibu itu tidak benar-benar yakin di bagian rumah yang mana bayinya yang dinamai Mahmud itu terjebak.

BACA JUGA  Pakar: Crosshijaber Bisa Berubah Orientasi Seksualnya

Dia (sang ibu) membawa mereka ke salah satu bagian dari rumah yang telah rata dengan tanah. “Bayi saya ada di sini!” kata sang ibu sambil menangis. Tetapi Mahmud tak bisa ditemukan. Sang ibu membawa mereka ke daerah lain, tetapi para penyelamat tidak bisa menemukan siapa pun di sana. “Dia menunjukkan banyak tempat yang berbeda,” kata Khaled, “Dia tidak bisa mengingat.”

Pada pukul 15:30, sekitar sembilan jam setelah pengeboman, Khaled berbohong untuk beristirahat. Ia ingin mengistirahatkan telinganya, dan tiba-tiba ia mendengar bayi menangis di bawahnya. “Saya pikir saya sedang mengalami delusi karena saya sangat lelah. Saya tanya teman saya, ‘Apakah Anda mendengarkan? Dekatkanlah telinga Anda di sini dan cobalah untuk mendengar. Saya pikir saya mendengar suara bayi,” kata Khaled.

Beberapa jam kemudian, bayi usia sepuluh hari itu bisa diselamatkan. Ketika Khaled melihat Mahmud setelah penyelamatan, dan tertidur dalam pelukannya, ia mengatakan, “Jika saya mati menyelamatkan nyawa, saya pikir Tuhan pasti akan mempertimbangkan saya sebagai syahid.” Kini Khaled Umar tewas dalam serangan di Aleppo saat bayi yang diselamatkannya beranjak tumbuh besar.

Mahmud sang "bayi ajaib" telah tumbuh besar setelah diselamatkan oleh Khaled Omar 2014 lalu (foto: The White Helmets)

Mahmud sang “bayi ajaib” telah tumbuh besar setelah diselamatkan oleh Khaled Omar 2014 lalu (foto: The White Helmets)

Ini adalah salah satu cerita yang banyak. Sebagai penghormatan dari Suriah Kampanye, sebuah kelompok advokasi, mengatakan bahwa Harrah adalah salah satu relawan awal dari Helm Putih yang telah berperan dalam evakuasi dari ribuan serangan. Dikatakan bahwa ia memiliki istri dan dua anak perempuan.

BACA JUGA  Hadapi Turki, Kurdi Suriah Jalin Kesepakatan dengan Rezim Assad

Seperti dilaporkan, Helm Putih telah berhasil menyelamatkan dari 40.000 jiwa. Kepala kelompok Raed Saleh mengatakan bahwa relawan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk mengevakuasi orang-orang dan mengangkut mereka ke rumah sakit selama mereka masih hidup. … Mereka memperlakukan korban tanpa pandang bulu dan melakukan pekerjaan menyeluruh yang mereka bisa

Kelompok Helm Putih berfungsi sebagai layanan darurat dalam perang di Aleppo baru-baru ini. “Pemboman dan serangan tidak mengecualikan sisi manapun, mereka membom semua warga sipil dan lembaga,” kata Dr. Usamah Abul Izz, seorang ahli bedah dari kota Aleppo. “Setiap hari, kami menerima puluhan syuhada dan ratusan orang luka-luka yang dibawa ke lembaga medis,” tambahnya.

Reporter: Salem
Sumber: NPR

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Lucuti Kesombonganmu dengan Jurus ‘Lapisan Langit’

Bila memiliki kemampuan menulis, misalnya, dan telah telah tembus beraneka ragam media massa; cetak maupun on-line, tahan diri jangan keburu sombong dengan prestasi itu.

Sabtu, 13/08/2016 13:38 0

Suara Pembaca

Lemahnya Pemerintah Atas Peredaran Obat dan Pelayanan Kesehatan

KIBLAT.NET – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan vaksin palsu di sejumlah daerah. Temuan...

Sabtu, 13/08/2016 13:28 0

Artikel

Larangan itu Tidak Hanya dari Al-Qur’an Saja

Mereka lalu berkumpul dan Nabi mengimami mereka shalat. Setelah shalat, beliau berdiri dan bersabda, ‘Apakah ada salah seorang dari kalian yang cuma berbaring di ranjangnya seraya menganggap dan mengira bahwa sesungguhnya Allah tidak mengharamkan sesuatu kecuali apa yang ada di dalam Al-Qur’an?

Sabtu, 13/08/2016 10:15 0

Indonesia

Terdakwa Pembunuh Mertua Daeng Koro Akui Seluruh Keterangan Saksi

“Benar pak, tidak ada tanggapan saya,” ujar Fandi dengan nada suara kecil.

Jum'at, 12/08/2016 19:48 0

Indonesia

Sidang Pembunuhan Mertua Daeng Koro: Dua Pengacara Menolak Jadi Kuasa Hukum Terdakwa

“Saya baru tahu hari ini setelah mendengar bahwa yang menjadi korban itu adalah tante saya ibu Nafisa, saya merasa kurang enak menjadi pengacara terdakwa,” ungkap pengacara itu.

Jum'at, 12/08/2016 19:35 0

Foto

Sadis! Begini Cara Iran Eksekusi Mati Tahanan

Cara seperti ini juga dilakukan oleh ISIS di Raqqah di Suriah dan Mosul di Irak.

Jum'at, 12/08/2016 19:00 0

Rohah

Skak Mat, Pendeta Ini Termakan Argumen Sendiri

"Kami menikahi wanita Yahudi karena kami beriman kepada Musa, kami pun menikahi wanita Nasrani karena beriman dengan Isa. Nah, jika kalian beriman kepada Muhammad, kami akan nikahkan kalian dengan anak-anak perempuan kami." kata Imam Al-Baqilani sembari tersenyum.

Jum'at, 12/08/2016 17:17 0

Rohah

Pemuda Ini Merasakan Kematian yang Indah

Dia kemudian menghadap kiblat dan berkata, ‘Ya Allah, aku kembali kepada-Mu saat ini, bertobat kepada-Mu dengan pertobatan yang tidak tercemar oleh keinginan untuk orang lain selain-Mu supaya Engkau melihatku menyembah-Mu. Maka terimalah tobatku dengan segala kekuranganku. Ampuni aku dan kasihanilah aku dalam kesunyianku. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku kembali dengan setulus hati. Kebinasaan akan menghampiriku jika Engkau tidak mengampuniku.’

Jum'at, 12/08/2016 10:30 0

Artikel

Penerapan Al-Wala’ wal Bara’ dalam Pandangan Ahlussunnah

Wala’ wal bara’ merupakan salah satu di antara tuntutan syahadat yang diikrarkan oleh seorang mukmin. Ia adalah bagian dari makna kalimat tauhid, yaitu berlepas diri dari setiap sesuatu yang diibadahi selain Allah. Bagi seorang mukmin, ikatan wala’ wal bara’ merupakan ikatan iman yang paling kokoh yang dimiliki oleh dirinya.

Jum'at, 12/08/2016 10:00 0

Video Kajian

Bedah Buku: Mengenal Ahlus Sunnah Wal Jamaah

KIBLAT.NET – Banyak kita dengar istilah Ahlus Sunnah Wal Jamaah dirongrongkan oleh banyak kelompok. Merekapun...

Jum'at, 12/08/2016 07:33 0

Close