Jubir Jabhah Fath Syam (JFS) Ungkap Alasan JN Lepas dari Al-Qaidah

KIBLAT.NET – Juru bicara resmi Jabhah Fath Syam (JFS) ungkap alasan JN lepas dari Al-Qaidah. Ini merupakan jawaban resmi atas keputusan Jabhah Nusrah untuk melepaskan diri dari Al-Qaidah yang mengejutkan banyak pengamat dan pemerhati.

Hussam Asy-Syafi’i berbicara sebagai juru bicara resmi organisasi mengatakan bahwa itu adalah keputusan strategis. Keputusan itu dibuat untuk mencegah penargetan Amerika dan Barat terhadap revolusi Suriah dengan dalih menghilangkan Al-Qaidah.

“Kami katakan bahwa keputusan ini bukan taktis, melainkan untuk memenangkan maslahat penduduk Syam … yang terhitung sebagai tujuan strategis bagi Jabhah Fath Syam,” kata Asy-Syafi’i dalam wawancara khusus dengan koran Teluk Asy-Syarq, Sabtu (13/8).

Hussam Asy-Syafi’i menjelaskan bahwa Jabhah Nusrah telah menorehkan kepahlawanan dan pengorbanan besar, seperti pembebasan sejumlah wilayah, seperti Asy-Syadadi, Raqqah, dan pinggiran Aleppo. Terakhir adalah Idlib, Jisy Syughur dan Ariha. Jabhah Nusrah juga menggebrak sebagian besar markas keamanan di bawah rezim Assad.

“Itu sisi militer. Sisi layanan, Jabhah Nusrah telah menunjukkan bukti nyata dalam bantuan untuk penduduk Suriah, seperti menyediakan air bersih, roti dan listrik, ungkapnya dalam wawancara.

“Ketika kita berbicara tentang Al-Qaidah di Suriah, maka maksud kita adalah Jabhah Nusrah. Padahal Al-Qaidah belum dikenal dan belum pernah terbayang dalam benak penduduk Syam. Dan karena pada akhirnya, ketika Amerika dan Barat mulai fokus untuk menargetkan revolusi Suriah, dan mengeliminasi jihad Syam, melalui nama ini (al-Qaidah) dan berusaha memisahkan kekuatan mujahidin dari penduduk dan inkubator mereka, Al-Qaidah mengakhiri pengorbanan mereka di Syam dengan melepas ikatan (organisasi),” katanya menjelaskan.

BACA JUGA  Dari Balik Penjara, Habib Rizieq Bimbing Dua Napi Ucap Syahadat

“Al-Qaidah juga menginginkan langkah itu bisa menjadi pelajaran ilmiah bahwa maslahat umat lebih didahulukan daripada maslahat organisasi. Maka Jabhah Nusrah dihapus dan diumumkan pembentukan Jabhah Fath Syam,” tambahnya.

Asy-Syafi’i juga menegaskan bahwa Jabhah Fath Syam membatasi kerja dan operasinya di bumi Suriah saja. Menumbangkan rezim Assad ditempatkan dalam prioritas strategis mereka.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai tuntutan Jabhah Fath Syam, apakah hanya untuk menggulingkan Basyar Assad dan runtuhnya rezim Suriah, mewakili organisasi ia menjawab bahwa itu merupakan titik awal untuk menjauhi solusi politik.

“Runtuhnya rezim Assad dengan seluruh simbol dan lembaganya bukanlah tuntutan Jabhah Fath Syam saja. tetapi tuntutan kaum muslimin secara umum di Suriah. Bagaimana mungkin penduduk Syam akan rela Assad turun, tetapi lembaga militer dan keamanannya tetap ada, misalnya? Padahal kedua lembaga ini merupakan alat untuk membunuh, menghancurkan, menyiksa, dan memenjarakan penduduk Suriah.”

Namun, Jabhah Fath Syam tidak menghendaki solusi politik setelah rezim runtuh. Karena itulah, Jabhah Nusrah memilih waktu yang tepat untuk memisahkan diri dari Al-Qaidah demi persatuan, dan mempercepat perang untuk menembus pengepungan Aleppo.

“Pemaksaan solusi politik kemungkinan akan mengikuti pengepungan Aleppo. Orang-orang yang kelaparan dan dalam pengepungan akan digunakan sebagai alat negosiasi atas nama Assad. Ini jelas tersirat dalam komentar De Mistura sebelum blokade dan terburu-buru dalam ketegasan untuk memulai langkah-langkah praktis ke arah itu,” tegasnya. De Mistura adalah utusan khusus PBB untuk Suriah.

BACA JUGA  Ustadz ABB Bertemu Cak Nun, Ini Yang Dibahas

Reporter: Salem
Sumber: Asy-Syarq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat