... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Nasehat Abu Qatadah Al-Filistini kepada Mujahidin Jabhah Fath Syam

Foto: Syaikh Abu Qatadah Al-Filisthini

KIBLAT.NET, Amman – Jabhah Nushrah sudah tidak ada lagi di Suriah, berganti nama menjadi Jabhah Fath Syam. Sebagai seorang ahli ilmu yang konsen memperhatikan perkembangan jihad dan mujahidin, Syaikh Abu Qatadah Al-Filastini memberikan nasehat berharga kepada para mujahidin yang tergabung dalam kelompok yang terbentuk di akhir Juli 2016 tersebut.

Pesan pertama dari Syaikh yang cukup disegani dan diambil pendapatnya di kalangan mujahidin ini supaya mereka mengingat Allah ta’ala dengan bertahmid dan berucap syukur kepada-Nya atas segala nikmat yang telah diberikan. Terutama untuk saat ini, dapat membuat sejarah baru dengan berjihad di Suriah, tempat yang sangat dekat dengan bumi Palestina.

Selanjutnya, Syaikh mengingatkan bahwa jalan perjuangan yang saat ini ditempuh adalah jalan yang panjang dan penuh cobaan. Untuk itu, Syaikh menghimbau agar para mujahidin fokus pada perjuangan dan menghindari perselisihan.

“Jangan habiskan waktu kalian dengan adanya perbedaan dari segelintir orang. Tapi, fokuslah untuk mendalami ilmu, meningkatkan latihan, berjihad serta mencetak kader. Perjalanan kita masih panjang. Percayalah padaku, kita ini belum melakukan apa-apa,” tuturnya dalam risalah yang disebar melalu media online pada Senin (08/08/2016) lalu.

Sebagai motivasi atas nasehat ini, ia pun menceritakan pengalamannya di Peshawar, dimana ketika itu kenikmatan hidup telah diperoleh di dalamnya. Akan tetapi hal itu menjadi hancur dengan banyaknya membicarakan sesuatu yang tidak jelas dan pertikaian. “Sehingga Allah gantikan kenikmatan itu dengan rasa takut dan perpecahan,” imbuhnya.

Syaikh kemudian mengisahkan tentang seorang yang enggan meladeni pertikaian dan perdebatan-perdebatan yang tidak bermanfaat. Sehingga, orang itu pun menjadi sosok terkenal dan terpercaya sebagaimana dikenal di kalangan mujahidin. Yaitu sosok Abu Mus’ab Az-Zarqawi.

“Suatu ketika di waktu sore ia datang ke tempatku di Peshawar. Saat itu saya melihat ada kewibawan dalam dirinya, kerendahan hati penuntut ilmu, pribadi yang optimis. Kelebihannya dibandingkan saudara-saudaranya yang lain, di sana ia tidak pernah membuang-buang waktu untuk meladeni debat-debat yang tidak jelas atau bahkan menganggur di daerah Peshawar,” kisahnya.

“Akan tetapi ia fokuskan diri untuk membina kepribadiannya. Ia pergi ke Miran Shah dengan istrinya, lalu melakukan berbagai pelatihan. Misinya sangat kecil, tapi tiba-tiba ia bisa membawa sebuah kepercayaan dan menjadi sosok yang seperti kalian ketahui,” lanjut Syaikh.

Syaikh Abu Qotadah juga menasehatkan agar para mujahidin dalam Jabhah Fath Syam selalu optimis dan yakin atas perjuangan yang mereka lakukan.

“Setiap kali kalian melihat sesuatu yang besae maka kalian akan besar, dan jika kalian memandang kecil maka jiwa kalian juga menjadi kerdil,” katanya.

Terakhir, Syaikh berdoa agar Allah ta’ala memberkahi perjuangan dan memberikan pahala yang terbaik bagi mereka.

“Semoga Allah berikan pahala yang lebih baik bagi kalian wahai anak-anakku serta saudara-saudara yang saya cintai,” pungkasnya.

Reporter : Fahrudin, Ibas
Sumber : Jihadology

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Larangan itu Tidak Hanya dari Al-Qur’an Saja

Mereka lalu berkumpul dan Nabi mengimami mereka shalat. Setelah shalat, beliau berdiri dan bersabda, ‘Apakah ada salah seorang dari kalian yang cuma berbaring di ranjangnya seraya menganggap dan mengira bahwa sesungguhnya Allah tidak mengharamkan sesuatu kecuali apa yang ada di dalam Al-Qur’an?

Sabtu, 13/08/2016 10:15 0

Indonesia

Terdakwa Pembunuh Mertua Daeng Koro Akui Seluruh Keterangan Saksi

“Benar pak, tidak ada tanggapan saya,” ujar Fandi dengan nada suara kecil.

Jum'at, 12/08/2016 19:48 0

Indonesia

Sidang Pembunuhan Mertua Daeng Koro: Dua Pengacara Menolak Jadi Kuasa Hukum Terdakwa

“Saya baru tahu hari ini setelah mendengar bahwa yang menjadi korban itu adalah tante saya ibu Nafisa, saya merasa kurang enak menjadi pengacara terdakwa,” ungkap pengacara itu.

Jum'at, 12/08/2016 19:35 0

Foto

Sadis! Begini Cara Iran Eksekusi Mati Tahanan

Cara seperti ini juga dilakukan oleh ISIS di Raqqah di Suriah dan Mosul di Irak.

Jum'at, 12/08/2016 19:00 0

Rohah

Skak Mat, Pendeta Ini Termakan Argumen Sendiri

"Kami menikahi wanita Yahudi karena kami beriman kepada Musa, kami pun menikahi wanita Nasrani karena beriman dengan Isa. Nah, jika kalian beriman kepada Muhammad, kami akan nikahkan kalian dengan anak-anak perempuan kami." kata Imam Al-Baqilani sembari tersenyum.

Jum'at, 12/08/2016 17:17 0

Rohah

Pemuda Ini Merasakan Kematian yang Indah

Dia kemudian menghadap kiblat dan berkata, ‘Ya Allah, aku kembali kepada-Mu saat ini, bertobat kepada-Mu dengan pertobatan yang tidak tercemar oleh keinginan untuk orang lain selain-Mu supaya Engkau melihatku menyembah-Mu. Maka terimalah tobatku dengan segala kekuranganku. Ampuni aku dan kasihanilah aku dalam kesunyianku. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku kembali dengan setulus hati. Kebinasaan akan menghampiriku jika Engkau tidak mengampuniku.’

Jum'at, 12/08/2016 10:30 0

Artikel

Penerapan Al-Wala’ wal Bara’ dalam Pandangan Ahlussunnah

Wala’ wal bara’ merupakan salah satu di antara tuntutan syahadat yang diikrarkan oleh seorang mukmin. Ia adalah bagian dari makna kalimat tauhid, yaitu berlepas diri dari setiap sesuatu yang diibadahi selain Allah. Bagi seorang mukmin, ikatan wala’ wal bara’ merupakan ikatan iman yang paling kokoh yang dimiliki oleh dirinya.

Jum'at, 12/08/2016 10:00 0

Video Kajian

Bedah Buku: Mengenal Ahlus Sunnah Wal Jamaah

KIBLAT.NET – Banyak kita dengar istilah Ahlus Sunnah Wal Jamaah dirongrongkan oleh banyak kelompok. Merekapun...

Jum'at, 12/08/2016 07:33 0

Indonesia

Muncul di Ternate, Aliran Syiah Ja’fariyah Resahkan Warga

"Tahun lalu, MUI menyatakan ajaran Nawawi Husni itu termasuk aliran sesat," sambungnya.

Kamis, 11/08/2016 18:05 1

Profil

Abu Bashir Al-Hindi : Aku Ingin Menikah di Akhirat

Ketika ia ditanya soal pernikahan, ia menjawab, "Aku akan meninggalkan pernikahan untuk akhirat, Insya Allah." Ia fokus mengejar ketertinggalannya dalam mempelajari ulumuddien. Terkadang ia menyesal mengapa kehidupannya dulu jauh dari ilmu dan syariat Islam. Maka dari itu, ia berusaha dengan sungguh-sungguh mengejar ketertinggalannya dari mujahid lainnya yang telah menguasai ulumuddien.

Kamis, 11/08/2016 15:21 0

Close