... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Larangan itu Tidak Hanya dari Al-Qur’an Saja

Foto: Al-Quran

KIBLAT.NET – Salah seorang sahabat Nabi SAW, Irbadh bin Sariyah As-Sulam pernah meriwayatkan bahwa, “Kami turun bersama Nabi SAW di Khaibar dan para sahabatnya. Pemilik Khaibar adalah seorang lelaki yang tinggi dan aneh. Ia menemui Nabi dan berkata, ‘Wahai Muhammad, apakah kalian memang boleh menyembelih keledai-keledai kami, memakan buah-buah kami, dan memukul perempuan-perempuan kami?’

Mendengar pertanyaan itu, Nabi pun marah dan berkata, ‘Wahai Ibnu Auf, naiklah ke kudamu dan serukanlah: Ketahuilah bahwa sesungguhnya surga tidak diperbolehkan kecuali untuk orang mukmin! Dan hendaklah mereka berkumpul untuk melaksanakan shalat.’

Mereka lalu berkumpul dan Nabi mengimami mereka shalat. Setelah shalat, beliau berdiri dan bersabda, ‘Apakah ada salah seorang dari kalian yang cuma berbaring di ranjangnya seraya menganggap dan mengira bahwa sesungguhnya Allah tidak mengharamkan sesuatu kecuali apa yang ada di dalam Al-Qur’an?

Ketahuilah, sesungguhnya demi Allah aku telah menasihati dan memerintahkan, serta melarang beberapa hal. Sesungguhnya ucapanku adalah seperti Al-Qur’an ataupun lebih banyak. Dan sesungguhnya Allah tidak menghalalkan bagi kalian untuk memasuki rumah-rumah Ahlul Kitab kecuali dengan izin, serta tidak membolehkan kalian memukul perempuan-perempuan, dan memakan buah-buah mereka jika mereka telah menunaikan kewajiban kepada kalian’.”(HR. Abu Dawud dan Baihaqi).

Hadits ini juga menunjukkan wajibnya taat kepada Rasul seperti yang tercantum di dalam Al-Qur’an. Imam Ath-Thayyibi mengatakan, “Kalimat peringatan (dalam hadits tersebut) terdiri dari hamzah dan lam alif (alâ) yang menunjukkan makna akan terjadi perkara sesusahnya. Adapun pengulangan ungkapan ini menunjukkan pelecehan dan penghinaan yang bersumber dari kemarahan besar terhadap orang yang meninggalkan sunnah atau hadits dengan alasan merasa cukup dengan Al-Qur’an saja. Jika meninggalkan hadits saja demikian, lantas bagaimana dengan orang-orang yang lebih memilih pendapat pribadinya daripada hadits?

Menurut salah satu pendapat, wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah SAW selain Al-Qur’an ada beberapa jenis. Pertama, hadits-hadits qudsi yang disandarkan kepada Allah. Kedua, sesuatu yang diilhamkan kepada beliau. Ketiga, apa yang beliau lihat di dalam mimpi. Serta yang keempat, apa yang ditiupkan oleh Jibril di dalam sanubari beliau.” (lihat: Faidhul Qadir, juz I hal. 704)

BACA JUGA  Rasionalisasi Potensi Konflik Lebanon-Israel

Ada juga sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam AtTurmudzi, Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ad-Darimi, dan Al-Baihaqi. Miqdam bin Ma’di Karib meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Perhatikanlah! Apabila telah sampai sebuah hadits dariku kepada seorang lelaki di antara kalian lalu ia duduk di atas ranjang dan mengatakan, ‘Cukuplah bagi kami Kitab Allah. Apa yang kami temukan di dalamnya kehalalannya maka kami akan halalkan, dan apa yang kami temukan di dalamnya keharamannya maka akan kami haramkan.’ Sesungguhnya apa saja yang diharamkan utusan Allah adalah seperti yang diharamkan oleh Allah.”

Untuk itulah, kita tidak boleh berpaling dari hadits Nabi SAW. Sebab, orang yang berpaling dari hadits pada hakikatnya sama saja dengan berpaling dari Al-Qur’an. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“…Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya.” (Al-Hasyr: 7)

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ*  إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm: 3-4).

Imam Ad-Darimi meriwayatkan dari Yahya bin Abu Katsir bahwa ia pernah berkata, “Jibril turun dengan membawa sunnah sebagaimana ia turun dengan Al-Qur’an.” (lihat: Ad-Durrul Mantsur, juz VII hal. 639).

BACA JUGA  Isu Radikalisme Ibarat Menggaruk yang Tak Gatal

Jadi ketika seseorang telah berpaling dari hadits Nabi, maka pada hakikatnya ia telah berpaling dari Al-Qur’an itu sendiri. Karena tidaklah Nabi SAW mengucapkan atau mengamalkan sesuatu kecuali semuanya itu dibimbing sepenuhnya oleh wahyu ilahi.

Penulis : Fakhruddin

Disadur dari buku “Kapan Rasulullah Marah” Karya Muhammad Ali Utsman, Penerbit Aqwam Solo

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Gulen Meminta Dilakukan Penyelidikan Internasional terhadap Kudeta Turki

Fethullah Gulen (75) yang dituding mendalangi kudeta Turki menyerukan penyelidikan internasional yang independen atas kudeta di Turki bulan lalu. Ia pun siap bertindak kooperatif jika memang penyelidikan itu mengharuskannya diekstradisi ke Turki.

Sabtu, 13/08/2016 09:45 0

Amerika

HRW Salahkan Umat Islam terkait Larangan Aktivitas LGBT di Indonesia

HRW menuding umat Islam bertanggung jawab atas larangan LGBT di Indonesia.

Sabtu, 13/08/2016 08:59 0

Indonesia

Terdakwa Pembunuh Mertua Daeng Koro Akui Seluruh Keterangan Saksi

“Benar pak, tidak ada tanggapan saya,” ujar Fandi dengan nada suara kecil.

Jum'at, 12/08/2016 19:48 0

Indonesia

Sidang Pembunuhan Mertua Daeng Koro: Dua Pengacara Menolak Jadi Kuasa Hukum Terdakwa

“Saya baru tahu hari ini setelah mendengar bahwa yang menjadi korban itu adalah tante saya ibu Nafisa, saya merasa kurang enak menjadi pengacara terdakwa,” ungkap pengacara itu.

Jum'at, 12/08/2016 19:35 0

Foto

Sadis! Begini Cara Iran Eksekusi Mati Tahanan

Cara seperti ini juga dilakukan oleh ISIS di Raqqah di Suriah dan Mosul di Irak.

Jum'at, 12/08/2016 19:00 0

Rohah

Skak Mat, Pendeta Ini Termakan Argumen Sendiri

"Kami menikahi wanita Yahudi karena kami beriman kepada Musa, kami pun menikahi wanita Nasrani karena beriman dengan Isa. Nah, jika kalian beriman kepada Muhammad, kami akan nikahkan kalian dengan anak-anak perempuan kami." kata Imam Al-Baqilani sembari tersenyum.

Jum'at, 12/08/2016 17:17 0

Suriah

Jasiyul Fath: Kami Hanya Menurunkan 20 Persen Pasukan di Aleppo

“Hari ini wahai saudaraku, saya ingin menegaskan kepada kalian bahwa kekuatan pasukan yang kita terjunkan di Aleppo kurang dari 20 persen. Hari-hari berikutnya akan semakin besar,” kata Syaikh Abdullah Al-Muhaysini,

Jum'at, 12/08/2016 16:24 0

Suriah

Dahulu Aleppo Juga Pernah Terkepung, Begini Pesan Ibnu Taimiyah bagi Para Penduduknya

Dalam sejarah, pengepungan Aleppo tak hanya terjadi di tahun ini. Ketika Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah masih hidup, Aleppo juga pernah dikepung oleh pasukan Tartar pada tahun 699 H.

Jum'at, 12/08/2016 14:36 0

Suriah

Pangkalan Udara Rusia di Suriah Akan Diperbesar

Pembesaran pangkalan Khmeimim juga memungkinkan pesawat yang lebih besar untuk mendarat. Jumlah personil dan langkah-langkah keamanan militer pun akan diperkuat.

Jum'at, 12/08/2016 13:43 0

Rohah

Pemuda Ini Merasakan Kematian yang Indah

Dia kemudian menghadap kiblat dan berkata, ‘Ya Allah, aku kembali kepada-Mu saat ini, bertobat kepada-Mu dengan pertobatan yang tidak tercemar oleh keinginan untuk orang lain selain-Mu supaya Engkau melihatku menyembah-Mu. Maka terimalah tobatku dengan segala kekuranganku. Ampuni aku dan kasihanilah aku dalam kesunyianku. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku kembali dengan setulus hati. Kebinasaan akan menghampiriku jika Engkau tidak mengampuniku.’

Jum'at, 12/08/2016 10:30 0

Close