... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

TPK Nilai Kasus Siyono Berjalan Lambat, 2 dari 3 Laporan Belum Ditindaklanjuti

Foto: Uang sogok senilai Rp100 juta dari polisi kepada keluarga Siyono yang diserahkan ke Komnas HAM

KIBLAT.NET, Jakarta – Koordinator Tim Pembela Kemanusiaan (TPK) Trisno Raharjo menjelaskan perkembangan penanganan kasus Siyono, warga Klaten yang meninggal saat menjalani pemeriksaan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri masih berjalan lambat.

Dari tiga laporan yang disampaikan TPK pada pihak kepolisian, baru satu laporan yang ditindaklanjuti. Perkembangan kasus ini disampaikan langsung kepada keluarga almarhum Siyono, pada Kamis (04/08).

“Yang direspon dan diselidiki baru laporan kami tentang dugaan pembunuhan dan penganiayaan berat yang menyebabkan kematian Siyono,” ujar Trisno kepada Suratmi, istri almarhum Siyono.

Trisno menambahkan, penyelidikan harus ditingkatkan bukan hanya untuk menemukan pelaku tetapi otak kejahatan aksi brutal dalam penyidikan yang menewaskan Siyono.

Jika peyelidikan dilakukan dengan maksimal, pihaknya yakin para pelaku dapat diseret dan mendekam dalam penjara.

Ironisnya, pasca dijatuhkannya hukuman oleh Komisi Etik Polri kepada dua anggota Densus 88, penanganan kasus Siyono seolah terkubur.

“Komisi etik semakin tertutup. Kita tidak tahu apakah ada putusan yang sudah final atau belum, sebab pelakunya tidak hanya dua tapi bisa lebih dan putusan tidak pernah di umukan kepada publik,” katanya.

Trisno menambahkan, dua laporan lainnya yang diajukan TPK hingga saat ini belum diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Dua laporan tersebut antara lain dugaan adanya tindakan di luar prosedur kesehatan yang dilakukan pihak kedokteran RS Bhayangkara. Selain itu, tindakan menghalang-halangi pemeriksaan forensik untuk mengungkap penyebab terbunuhnya Siyono turut diajukan.

BACA JUGA  Tolak RUU HIP, KNBN Solo Raya Sampaikan Piagam Surakarta ke DPRD

Laporan kedua, yakni perlihal adanya pemberian uang 100 juta yang diberikan pada Suratmi beberapa waktu lalu. Pemberian uang ini diindikasikan sebagai penyuapan agar Suratmi tidak melakukan upaya hukum atas kematian Siyono.

“Untuk laporan uang Rp 100 juta itu sampai saat ini masih didalami oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” imbuhnya.

Namun demikian, menurut Trisno, diselidikinya satu demi satu laporan tersebut menjadi titik awal terkuaknya kasus tewasnya Siyono. Hal ini juga menjadi celah terkuaknya kasus serupa.

Trisno juga mendesak komnas HAM untuk membentuk tim pengawasan dan penanganan tindak pidana terorisme. Ia juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 diperiksa dan diaudit sumber pemasukan dananya.

Sumber: Voa Islam
Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rohah

Maut Menjemput Ketika Al-Quran Dilantunkan

Dia berkata, “Itu sesuai dengan permintaannya kepada Allah. Siapa yang membacakan Al-Qur’an untuknya? Yang membacakan untuknya adalah qari yang saleh.”

Jum'at, 05/08/2016 15:00 0

Suriah

Kamp Pengungsi Suriah Pun Tak Luput Dihantam Jet Tempur Rusia

Serangan jet tempur Rusia menghanguskan dua kamp pengungsi di sebelah barat Aleppo dan di dekat perbatasan Turki hari Kamis kemarin (04/08).

Jum'at, 05/08/2016 13:33 0

Video Kajian

Bedah Buku : Mengenal Ahlus Sunnah Wal Jamaah [Ust. Farid Okbah]

KIBLAT.NET – Banyak kita dengar istilah Ahlus Sunnah Wal Jamaah dirongrongkan oleh banyak kelompok. Merekapun...

Jum'at, 05/08/2016 09:41 0

Qatar

Menolak Sindiran, Lembaga Studi Qatar Jelaskan Tujuan Boikot Israel

Arab Center untuk Penelitian dan Studi Kebijakan (ACRPS) menolak sindirin pemerintah Israel yang dimuat oleh surat kabar Daily Telegraph terhadap acara yang digelar di Tunisia 4-6 Agustus 2016. Lembaga think-tank Arab terkemuka itu menilai tulisan tersebut sebagai asumsi yang terlalu mengada-ada terhadap konferensi untuk gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) bagi Israel.

Jum'at, 05/08/2016 08:04 0

Suriah

PBB Berharap Ada Jeda Untuk Kemanusiaan dalam Perang Aleppo

KIBLAT.NET – PBB mengatakan pada hari Kamis (4/8) bahwa sedang melalukan diplomasi intensif untuk menyepakati...

Jum'at, 05/08/2016 07:12 0

Palestina

Hapus Palestina dari Peta, Google Tuai Kecaman

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu, (03/08), forum tersebut mengatakan keputusan Google untuk menghapus Palestina dari petanya sejak 25 Juli 2016 "merupakan bagian dari skema Israel."

Jum'at, 05/08/2016 00:01 0

Suriah

Pasukan Assad Menyerang Balik, Klaim Rebut Beberapa Desa di Aleppo

Pasukan pemerintah Suriah yang didukung serangan udara Rusia mengklaim telah merebut kembali bukit-bukit dan desa-desa dari pasukan mujahidin di pinggiran wilayah barat daya Aleppo.

Kamis, 04/08/2016 16:29 0

Turki

Erdogan Samakan ISIS dengan Organisasi Gulen

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan tidak pernah membedakan kelompok-kelompok teroris.

Kamis, 04/08/2016 15:25 0

Rohah

Taubatnya Seorang Model

Saya mengirim e-mail ini kepada Anda untuk bertanya, “Apakah Allah masih mau memaafkanku?

Kamis, 04/08/2016 14:30 0

Profil

Zainab Al-Ghazali, Srikandi Islam Penuh Karamah (2/2)

Sebuah suara tiba-tiba memecah kesunyian, “Zainab! Anda mengikuti jejak Muhammad, Hamba Allah dan Rasul-Nya.”

Kamis, 04/08/2016 13:15 0

Close