... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PBB Berharap Ada Jeda Untuk Kemanusiaan dalam Perang Aleppo

KIBLAT.NET – PBB mengatakan pada hari Kamis (4/8) bahwa sedang melalukan diplomasi intensif untuk menyepakati jeda kemanusiaan dalam pertempuran di kota Aleppo Suriah. Mereka berharap ada kesepakatan untuk rencana kemanusiaan yang komprehensif dalam beberapa hari ke depan.

Pertempuran di Aleppo Timur, merupakan ofensif oposisi yang terkepung terhadap pasukan Suriah yang didukung Rusia dan Iran. Perang meletus di tengah vakumnya diplomasi dan tidak ada tanda-tanda kesepakatan dalam upaya AS-Rusia untuk membuka babak baru pembicaraan damai.

“Masih ada waktu, kita tidak boleh menyerah. Kita harus bersabar dan saya pikir dalam beberapa hari ke depan mungkin ada beberapa gerakan,” kata Deputi Utusan Khusus PBB untuk Suriah Ramzy Ezzeldin Ramzy kepada wartawan di Jenewa.

Ramzy mengatakan negosiasi AS-Rusia sedang berlangsung dan PBB masih berkomitmen untuk tujuannya memegang putaran baru pembicaraan antara pemerintah Suriah dan oposisi menjelang akhir Agustus.

Amerika Serikat dan Rusia berada dalam diskusi yang intensif untuk mencapai gencatan senjata Suriah dan ahli militer mereka masih berusaha untuk menyetujui rencana kerjasama yang akan membuka seluruh kemungkinan solusi, kata Ramzy.

“Kami tetap percaya bahwa tidak ada yang memiliki keinginan untuk peningkatan situasi militer di Aleppo dengan cara yang akan menghambat bantuan kemanusiaan dan juga menghambat kemungkinan penyelesaian politik,” katanya.

Ramzy berbicara setelah pertemuan mingguan gugus tugas kemanusiaan Suriah. PBB sedang meluncurkan sebuah rencana untuk koridor kemanusiaan dan evakuasi warga sipil Aleppo.

BACA JUGA  Disokong Rusia, Rezim Assad Akan Buat Hagia Sophia Tandingan

“Kami berada dalam diskusi intensif dengan Federasi Rusia dan pemerintah Suriah untuk memastikan bahwa penduduk sipil di Aleppo dilindungi dan bahwa standar hukum humaniter internasional dihormati dalam operasi bantuan kemanusiaan,” kata Ramzy.

Penasihat kemanusiaan PBB Jan Egeland mengatakan usulan Rusia terbatas dan mengatakan PBB siap dengan operasi yang jauh lebih komprehensif untuk memberikan bantuan kepada 250.000 warga sipil diblokade di Aleppo timur dan mengevakuasi mereka yang ingin meninggalkan tempat itu, termasuk yang terluka.

“Ada dua sisi, dan pada waktu yang sama banyak sisi memerlukan jeda dalam pertempuran. Kami berharap, kami itu bisa terjadi dan siap untuk menggunakannya (untuk menyampaikan bantuan),” kata Egeland.

Elegand juga menyampaikan bahwa sangat sedikit warga sipil telah meninggalkan Aleppo setelah tawaran Rusia.

Reporter: Salem
Sumber: Zaman Al Wasl


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

‘Perbedaan Furu’iyyah Jangan Dijadikan Alasan Tidak Ke Masjid’

"Masjid harus menghimpun seluruh kaum muslimin meski pun ada beberapa perbedaan dalam beberapa bagian," kata Sekjen Rabithah Al-A'lam Al-Islami Prof. Dr. Abdullah Abdul Muhsin Al-Turki

Kamis, 04/08/2016 21:05 0

Indonesia

Hidayat Nur Wahid Minta Informasi Haris Azhar Soal Narkoba Dibuka Secara Hukum

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menilai bahwa informasi tersebut harus dibuka secara hukum. Sudah saatnya semua pihak membuka bukti-bukti yang dimiliki. "Buka saja semuanya secara hukum," kata Hidayat di Jakarta, Kamis (04/08).

Kamis, 04/08/2016 20:15 0

Indonesia

Kapolri Sebut Meliana Tak Melakukan Provokasi

Wartawan menanyakan langkah polisi yang tak menetapkan Meliana sebagai tersangka. Sebelum terjadi pembakaran beberapa vihara, dia memprotes suara azan di masjid Al Makhsum, Tanjungbalai yang berada di dekat rumahnya.

Kamis, 04/08/2016 19:38 0

Indonesia

TPM Mengaku Belum Terima Salinan Putusan Penolakan PK Ustadz Abu Bakar Baasyir

Koordinator Tim Pengacara Muslim Ahmad Michdan membenarkan kabar penolakan Peninjauan Kembali (PK) Ustadz Abu Bakar Baasyir oleh Mahkamah Agung. Kendati begitu, TPM selaku kuasa hukum belum mendapat salinan putusannya.

Kamis, 04/08/2016 19:29 0

Indonesia

Wakil Ketua MPR: Kasus Tanjungbalai Jadi Pertaruhan Penegakan Hukum 

Jika satu pihak disuruh bertoleransi, maka jangan sampai yang lain justru tidak toleran.

Kamis, 04/08/2016 18:45 0

Indonesia

PK Ustadz Abu Bakar Baasyir Ditolak Mahkamah Agung

Mahkamah Agung Indonesia menolak Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasus yang diajukan kepada Ustadz Abu Bakar Baasyir, yang dihukum karena dituding terlibat kamp pelatihan militer di Pegunungan Jantho, Aceh.

Kamis, 04/08/2016 18:22 0

Indonesia

Muhammadiyah Minta Kerusuhan Tanjungbalai Gunakan UU Konflik Sosial, Bukan Pidana

“Pendekatan ini bisa memicu konflik lanjutan yang meluas ke daerah lain. Penanganan kerusuhan di Tanjungbalai harus menggunakan Undang-undang Nomor 7 tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial,” kata Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara Abdul Hakim Siagian, dalam konferensi persnya pada Senin (01/08/2016).

Kamis, 04/08/2016 17:24 0

Rohah

Taubatnya Seorang Model

Saya mengirim e-mail ini kepada Anda untuk bertanya, “Apakah Allah masih mau memaafkanku?

Kamis, 04/08/2016 14:30 0

Profil

Zainab Al-Ghazali, Srikandi Islam Penuh Karamah (2/2)

Sebuah suara tiba-tiba memecah kesunyian, “Zainab! Anda mengikuti jejak Muhammad, Hamba Allah dan Rasul-Nya.”

Kamis, 04/08/2016 13:15 0

Indonesia

Haris Azhar Siapkan Kuasa Hukum Hadapi Pelaporan Polri

KIBLAT.NET, Jakarta – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar menyayangkan...

Kamis, 04/08/2016 11:30 0

Close