... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Menolak Sindiran, Lembaga Studi Qatar Jelaskan Tujuan Boikot Israel

KIBLAT.NET – Arab Center untuk Penelitian dan Studi Kebijakan (ACRPS) menolak sindirin pemerintah Israel yang dimuat oleh surat kabar Daily Telegraph terhadap acara yang digelar di Tunisia 4-6 Agustus 2016. Lembaga think-tank Arab terkemuka itu menilai tulisan tersebut sebagai asumsi yang terlalu mengada-ada terhadap konferensi untuk gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) bagi Israel.

ACRPS menilai sindiran dibuat oleh surat kabar Daily Telegraph itu cenderung konservatif. Tidak benar bahwa konferensi yang dibuka hari Kamis itu merupakan upaya oleh negara Qatar untuk mengisolasi Israel di panggung global.

Baca juga: Qatar Danai Kampanye Boikot Yahudi, Israel Berang

Konferensi yang didukung penuh oleh lembaga berbasis di Doha itu mengangkat tema Boikot sebagai Strategi Melawan Pendudukan Israel dan Apartheid: Realitas Terkini dan Aspirasi. Konferensi diadakan di Tunis dari 4-06 Agustus 2016. Pertemuan membahas munculnya kembali gerakan boikot sebagai ungkapan solidaritas untuk Palestina oleh masyarakat dunia.

“Kami percaya bahwa para ilmuwan sosial dan politik tidak harus tetap netral dalam menyikapi dan mempelajari hak asasi manusia, demokrasi, penentuan nasib sendiri dan isu-isu pemisahan rasial,” tulis salah seorang peneliti di ACRPS Muhammad Al-Masri dalam sebuah surat kepada editor Telegraph.

“Kami mempertahankan kemerdekaan akademik dan integritas dengan tidak mengadopsi atau mewakili perspektif setiap pemerintah,” ungkapnya menjelaskan.

Dengan akarnya dalam kelompok masyarakat sipil Palestina pada tahun 2005, kampanye Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) menggambarkan dirinya sebagai sebuah gerakan global dari warga yang menganjurkan boikot non-kekerasan, divestasi dan sanksi. Ini sebagai sarana untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Israel untuk mengakhiri pendudukan militer di tanah Palestina, dan penghapusan kolonialisme pemukiman di wilayah pendudukan yang dianggap ilegal menurut hukum internasional.

BACA JUGA  Sidang Perdata Yusuf Mansur: Berlanjut ke Tahap Pembuktian

Kelompok ini menyerukan inisiatif divestasi dan sanksi terhadap Israel sampai hak-hak Palestina diakui secara penuh sesuai dengan hukum internasional. Gerakan ini telah disahkan oleh lebih dari 170 partai politik Palestina, LSM dan serikat pekerja, yang mewakili warga Palestina di wilayah pendudukan, warga Palestina dari Israel dan pengungsi Palestina di diaspora global.

“Gerakan yang berkembang ini memungkinkan Palestina untuk mengambil kendali dari perjuangan nasional mereka, dan untuk membangun kembali aliansi dengan kekuatan progresif di seluruh dunia,” kata makalah latar belakang konferensi itu.

Lembaga Arab Center untuk Penelitian dan Studi Kebijakan didirikan pada tahun 2010. Sejak itu mereka telah menerbitkan lebih dari 150 tulisan akademik dan aktif menyelenggarakan konferensi di negara Teluk dan di seluruh dunia Arab. Topik yang mereka angkat mencakup transisi demokrasi, hak asasi manusia, otoritarianisme, hubungan sektarianisme, dan Timur Tengah dengan seluruh dunia.

Reporter: Salem
Sumber: Zaman Al-Wasl


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

‘Perbedaan Furu’iyyah Jangan Dijadikan Alasan Tidak Ke Masjid’

"Masjid harus menghimpun seluruh kaum muslimin meski pun ada beberapa perbedaan dalam beberapa bagian," kata Sekjen Rabithah Al-A'lam Al-Islami Prof. Dr. Abdullah Abdul Muhsin Al-Turki

Kamis, 04/08/2016 21:05 0

Indonesia

Hidayat Nur Wahid Minta Informasi Haris Azhar Soal Narkoba Dibuka Secara Hukum

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menilai bahwa informasi tersebut harus dibuka secara hukum. Sudah saatnya semua pihak membuka bukti-bukti yang dimiliki. "Buka saja semuanya secara hukum," kata Hidayat di Jakarta, Kamis (04/08).

Kamis, 04/08/2016 20:15 0

Indonesia

Kapolri Sebut Meliana Tak Melakukan Provokasi

Wartawan menanyakan langkah polisi yang tak menetapkan Meliana sebagai tersangka. Sebelum terjadi pembakaran beberapa vihara, dia memprotes suara azan di masjid Al Makhsum, Tanjungbalai yang berada di dekat rumahnya.

Kamis, 04/08/2016 19:38 0

Indonesia

TPM Mengaku Belum Terima Salinan Putusan Penolakan PK Ustadz Abu Bakar Baasyir

Koordinator Tim Pengacara Muslim Ahmad Michdan membenarkan kabar penolakan Peninjauan Kembali (PK) Ustadz Abu Bakar Baasyir oleh Mahkamah Agung. Kendati begitu, TPM selaku kuasa hukum belum mendapat salinan putusannya.

Kamis, 04/08/2016 19:29 0

Indonesia

Wakil Ketua MPR: Kasus Tanjungbalai Jadi Pertaruhan Penegakan Hukum 

Jika satu pihak disuruh bertoleransi, maka jangan sampai yang lain justru tidak toleran.

Kamis, 04/08/2016 18:45 0

Indonesia

PK Ustadz Abu Bakar Baasyir Ditolak Mahkamah Agung

Mahkamah Agung Indonesia menolak Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasus yang diajukan kepada Ustadz Abu Bakar Baasyir, yang dihukum karena dituding terlibat kamp pelatihan militer di Pegunungan Jantho, Aceh.

Kamis, 04/08/2016 18:22 0

Indonesia

Muhammadiyah Minta Kerusuhan Tanjungbalai Gunakan UU Konflik Sosial, Bukan Pidana

“Pendekatan ini bisa memicu konflik lanjutan yang meluas ke daerah lain. Penanganan kerusuhan di Tanjungbalai harus menggunakan Undang-undang Nomor 7 tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial,” kata Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara Abdul Hakim Siagian, dalam konferensi persnya pada Senin (01/08/2016).

Kamis, 04/08/2016 17:24 0

Rohah

Taubatnya Seorang Model

Saya mengirim e-mail ini kepada Anda untuk bertanya, “Apakah Allah masih mau memaafkanku?

Kamis, 04/08/2016 14:30 0

Profil

Zainab Al-Ghazali, Srikandi Islam Penuh Karamah (2/2)

Sebuah suara tiba-tiba memecah kesunyian, “Zainab! Anda mengikuti jejak Muhammad, Hamba Allah dan Rasul-Nya.”

Kamis, 04/08/2016 13:15 0

Indonesia

Haris Azhar Siapkan Kuasa Hukum Hadapi Pelaporan Polri

KIBLAT.NET, Jakarta – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar menyayangkan...

Kamis, 04/08/2016 11:30 0

Close