... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Israel Teken Undang-Undang Untuk Penjarakan Anak-anak Palestina Usia 12 Tahun

Foto: Setidaknya 414 anak-anak Palestina berada di penjara-penjara Israel [Foto: File Getty Images]

KIBLAT.NET – Kelompok HAM mengutuk persetujuan Israel atas undang-undang baru yang memungkinkan pemenjaraan bagi anak berusia 12 tahun untuk “pelanggaran teroris”. Undang-undang ini telah disetujui dan akan diterapkan, terutama untuk anak-anak Palestina di Yerusalem Timur.

Undang-undang yang disebut “Youth Bill” itu memungkinkan pihak berwenang untuk memenjarakan anak di bawah umur yang dihukum karena kejahatan berat seperti pembunuhan dan percobaan pembunuhan. Meskipun ia berada di bawah usia 14 tahun, kata pemerintah Israel dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (3/8).

Serangan dalam beberapa bulan terakhir menuntut pendekatan yang lebih agresif, termasuk terhadap anak di bawah umur, kata pemerintah dalam pernyataannya.

Kelompok HAM Israel B’Tselem mengkritik hukum dan perlakuan Israel terhadap pemuda Palestina secara umum.

“Daripada mengirim mereka ke penjara, Israel akan lebih baik mengirim mereka ke sekolah yang di sana mereka bisa tumbuh dalam martabat dan kebebasan, tidak di bawah pendudukan,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

“Memenjarakan anak di bawah umur muda sama dengan membunuh kesempatan masa depan mereka yang lebih baik,” tambah pernyataan itu.

Hukum militer, yang saat ini diterapkan untuk warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel, sudah memungkinkan pemenjaraan anak usia 12 tahun.

Sejak Oktober, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 219 warga Palestina, termasuk penyerang, demonstran tidak bersenjata, dan pengamat. Selama periode yang sama, penyerang Palestina telah menewaskan 34 warga Israel di sebagian besar menusuk atau insiden penembakan.

BACA JUGA  Editorial: Corona, Iman, dan Imunitas Kita

Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked, anggota dari partai ultra-nasionalis Jewish Home, memberikan dukungan penuh untuk Youth Bill ketika datang sebelum komite menteri tahun lalu.

Saat masih menjabat sebagai anggota parlemen selama perang 51 hari di Gaza pada tahun 2014, Shaked pernah menyebut anak-anak Palestina sebagai “ular kecil”. Ia mempromosikan kekerasan mematikan terhadap warga Palestina.

Setidaknya 414 anak-anak Palestina berada di penjara-penjara Israel pada bulan Juli, menurut jaringan dukungan untuk tawanan yang berbasis Tepi Barat.

Seorang gadis Palestina berusia 12 tahun dari Tepi Barat, dihukum karena percobaan pembunuhan oleh pengadilan militer. Ia dibebaskan pada bulan April sebagai bagian dari tawar-menawar pembelaan setelah menjalani empat bulan penjara.

Reporter: Salem
Sumber: Al-Jazeera

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

DPR Minta Pemerintah Tak Mengatur Masalah Azan

"Dalam hal yang lain perlu ada pengaturan pemerintah, tapi kalau sampai azan saya berharap tidak usah sampai kesana," kata Sodik

Rabu, 03/08/2016 20:06 0

Indonesia

Kabidhumas Polda Sumut Sebut Status Meliana Jadi Terlapor Penistaan Agama

"Dalam kasus ini, ia (Meliana) sebagai terlapor penistaan agama," kata Rina singkat tanpa menjelaskan apakah yang bersangkutan akan ditahan atau tidak karena perbuatannya itu.

Rabu, 03/08/2016 18:38 0

Indonesia

Komnas HAM: Kasus Haris Azhar Jadi Tolok Ukur Keberhasilan Reformasi Polri

Imdad mengatakan, sikap polri, BNN dan TNI terhadap tulisan Haris Azhar atas pengakuan Freddy Budiman akan menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran dari masyarakat.

Rabu, 03/08/2016 18:08 0

Indonesia

Komisi VIII DPR RI: Kasus Tanjungbalai Tak Hanya Masalah Toleransi, Tapi Juga Ekonomi

KIBLAT.NET, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid menilai bahwa kerusuhan yang terjadi di Tanjung Balai bukan hanya masalah agama. Kunci penyelesaian masalah ini adalah dengan mengatasi kesenjangan ekonomi.

Rabu, 03/08/2016 17:40 0

Indonesia

Polresta Tanjungbalai Tetapkan 19 Tersangka Terkait Kerusuhan

Sebelumnya, Ketua Forum Umat Islam Tanjungbalai, Ustadz Indra Syah menyatakan sudah ada 32 orang yang diperiksa kepolisan terkait pembakaran vihara dan sejumlah kelenteng di Tanjungbalai.

Rabu, 03/08/2016 17:14 0

Artikel

Lafal Adzan, Sebuah Mimpi Sahabat yang Menjadi Ketetapan Syariat

Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya ini adalah mimpi yang benar, insyaAllah," Kemudian Nabi SAW memerintahkan adzan. Maka Bilal maula Abu Bakar beradzan dengan lafadh-lafadh tersebut dan menyeru Rasulullah SAW untuk shalat.

Rabu, 03/08/2016 15:00 0

Indonesia

BNPT Tuding Media Sosial Jadi Alat Penyebaran Radikalisme

KIBLAT.NET, Bogor- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius mengatakan bahwa media sosial saat ini menjadi masalah besar. Sebab, media sosial sekarang menjadi alat untuk menyebarkan radikalisme.

Rabu, 03/08/2016 14:33 0

Indonesia

Politisi PDI-P Ini Curiga Ada Permainan Intelijen dalam Kerusuhan Tanjungbalai

“Saya curiga ada permainan agar anggaran pada bagian dan fungsi tertentu dinaikkan. Namun, bila itu terjadi sangat konyol, mengapa? Sebab, dengan kejadian ini ada warga yang menjadi korban dan dikorbankan justru untuk kepentingan anggaran yang lebih besar. Padahal, tanpa adanya konflik tersebut jika pemerintah daerah meminta anggaran khusus untuk itu (intelijen) kita (DPRD-Sumut) juga akan menganggarkan itu,” ujar Sutrisno.

Rabu, 03/08/2016 14:18 0

Indonesia

Kepala BNPT Serahkan Pelibatan TNI dalam Penanggulangan Terorisme ke DPR

Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teorisme (BNPT), Suhardi Alius tidak mau berkomentar banyak terkait wacana pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menanggulangi terorisme. Ia hanya mengatakan bahwa hal itu ia serahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Rabu, 03/08/2016 14:06 0

Artikel

Makna Seruan Adzan Bagi Umat Islam

Ibnu Utsaimin berkata, “Kewajiban adzan dan iqamah telah dinyatakan oleh Nabi SAW dalam banyak riwayat. Keharusan melantunkannya berlaku baik saat menetap atau sedang melakukan safar. Karena pada umumnya waktu shalat tidak diketahui kecuali dengan suara adzan, dan ia merupakan syiar islam yang harus ditampakkan.” (Syarhu Al-Mumti’, 2/38)

Rabu, 03/08/2016 11:17 0

Close