... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Turki ke AS: Tidak Ada Waktu Lagi Menunggu Ekstradisi Gulen

Foto: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (foto: Orient News)

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan saat wawancara dengan stasiun televisi Meksiko pada hari Selasa (02/08) bahwa kudeta dan gerakan kontra-revolusi merupakan peristiwa yang tidak diinginkan dalam demokrasi dan sangat bertentangan dengan demokrasi.

Dalam kesempatan tersebut Erdogan kembali mengulangi tuntutan negaranya untuk mengekstradisi Fetullah Gulen yang selama beberapa tahun terakhir hidup dalam pengasingan di AS. Gulen dituding sebagai otak di balik percobaan kudeta mematikan pada medio Juli lalu.

Pada hari yang sama, Menteri Kehakiman Turki mengumumkan bahwa Ankara telah mengirim permintaan kedua kepada Amerika Serikat untuk menangkap ulama yang berbasis di Pensylvania.

Kembali menyinggung soal kudeta, Erdogan mengatakan, “Anda harus siap dengan segala kemungkinan skenario.” Erdogan mengingatkan bahwa pemerintah saat ini telah berkuasa selama 14 tahun, dan ia sendiri terpilih sebagai presiden setelah memperoleh 52 persen suara pemilih yang mendukungnya.

Lebih dari 66 ribu pegawai negeri sipil telah dipecat dari posisi mereka di institusi-institusi pemerintahan selama operasi pembersihan menyusul percobaan kudeta yang gagal. Sebagian besar orang-orang yang dipecat merupakan anggota atau simpatisan kelompok Gulen yang oleh otoritas Ankara disebut sebagai FETO (Fetullah Terror Organization).

Organisasi yang dipimpin Gulen ini selama empat dekade telah menyusup ke dalam institusi-institusi negara Turki. Namun demikian, angka tersebut tidak mewakili kehadiran/jumlah kelompok bayangan mereka di institusi negara Turki, katanya.

BACA JUGA  Turki: 370 Ribu Pengungsi Suriah Pulang ke Negara Mereka

“Insiden ini bukanlah sebuah akibat dari orang-orang yang dipecat,” katanya. “Namun demikian, organisasi FETO merupakan hasil kombinasi selama 40 tahun. Organisasi ini terus melakukan proses mengorganisir dirinya ke dalam mekanisme negara selama 40 tahun.”

Mereka menginfiltrasi militer Turki, kepolisian nasional Turki, dan seluruh institusi negara dan pemerintahan termasuk lembaga-lembaga peradilan. Jadi mereka betul-betul telah menyusup ke ujung syaraf negara kita,” kata Erdogan mengelaborasi. “Semua data dan indikasi-indikasi yang ada mengarah kepada FETO yang berada di balik krisis tersebut,” imbuhnya.

Gulen dituding melakukan kampanye untuk menggulingkan negara dengan apa yang disebut sebagai negara paralel.

“Anda harus menjadi buta dan tuli terlebih dahulu untuk gagal memahami bahwa ia berada di balik semua ini. Hal terpenting yang perlu diingat bahwa orang-orang itu adalah para pendusta ulung. Mereka sangat berhasil dalam melakukan kebohongan , dan saat ini dokumen strategi keamanan nasional kami secara resmi telah menetapkan organisasi teroris itu sebagai sebuah organisasi teroris,” papar Erdogan.

Presiden Turki itu mengatakan, dengan bukti-bukti yang kuat yang mengarah kepada Gulen dan organisasinya itu, waktu sangat esensial untuk segera mengekstradisi Gulen. “Kami tidak ada waktu lagi untuk menunggu sampai enam bulan atau satu tahun, dan itu sama sekali tidak bisa diterima,” tegasnya.

Di kesempatan lain, Perdana Menteri Yildirim menyatakan bahwa hubungan Turki dan AS akan terganggu apabila Washington tidak menyerahkan Gulen yang hingga saat ini tinggal di Pensylvania sejak 1999. Menurut data resmi, kudeta militer 15 Juli itu telah memakan korban 238 orang tewas dan sekitar 2.200 lainnya luka-luka.

BACA JUGA  Turki Bungkam terhadap Eskalasi Terbaru di Idlib

Reporter : Yasin Muslim
Sumber : Anadolu

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Makna Seruan Adzan Bagi Umat Islam

Ibnu Utsaimin berkata, “Kewajiban adzan dan iqamah telah dinyatakan oleh Nabi SAW dalam banyak riwayat. Keharusan melantunkannya berlaku baik saat menetap atau sedang melakukan safar. Karena pada umumnya waktu shalat tidak diketahui kecuali dengan suara adzan, dan ia merupakan syiar islam yang harus ditampakkan.” (Syarhu Al-Mumti’, 2/38)

Rabu, 03/08/2016 11:17 0

Rohah

Mahalnya Sebuah Hidayah

“Allah telah menunjukkan belas kasihan. Bertaubatlah dan jangan kau ulangi lagi perbuatan itu,” banyak orang menasihatinya.

Rabu, 03/08/2016 10:47 0

Wawancara

[Wawancara] Wasekjen MUI Pusat: Kalau Azan Dilarang Pakai Pengeras Suara, Saya Pimpin Perangnya!

Kalau masjid dilarang, saya tambah keras. Pasti melawan. Azan kok dilarang. Kalau ngaji pakai kaset dilarang saya setuju. Tapi kalau azan dilarang kita lebih baik bacok-bacokan saja, perang. Saya mimpin perangnya, kalau dilarang azan pakai pengeras suara itu.

Selasa, 02/08/2016 21:41 13

Info Event

Selain Ilmu, Dai Juga Membutuhkan Mental yang Kuat

KIBLAT.NET, Surabaya – Untuk sukses menapaki jalan dakwah, para dai tidak hanya bisa mengandalkan ilmu...

Selasa, 02/08/2016 20:59 0

Indonesia

Dinilai Sebarkan Hate Speech Terkait Ricuh Tanjungbalai, Pria Ini Diciduk Polisi

Seorang pria berinisial AT (41) warga Jagakarsa, Jakarta Selatan ditangkap polisi karena dinilai menyebarkan ujian kebencian di media sosial terkait kericuhan di Tanjungbalai.

Selasa, 02/08/2016 17:24 0

Indonesia

Umat Islam Tanjungbalai Belum Ajukan Gugatan Penistaan Agama terhadap Meliana

Indra Shah menyatakan status Meliana baru sebatas saksi karena kaum Muslimin belum ada yang mengajukan gugatan. Karena, rencana awalnya semua pihak ingin kerusuhan ini diselesaikan secara damai. "Tapi, pihak sana (vihara, red) malah membuat aduan berarti bukan mau berdamai. Justeru mau membuat hal yang baru, seolah memancing lagi gitu kan," jelasnya.

Selasa, 02/08/2016 16:09 0

Rohah

Gambaran Sosok Ali yang Membuat Muawiyah Menangis

KIBLAT.NET – Setelah Ali wafat, Mu’awiah bin Abi Sufyan berkata kepada Dirar bin Dhamrah: “Gambarkan sosok...

Selasa, 02/08/2016 15:13 0

Artikel

Inilah Rambu-Rambu Jihad bagi Para Muslimah

Dalam kajian fikih, para ulama sepakat bahwa kaum wanita dibolehkan terlibat dalam amal jihad. Keikutsertaan mereka dalam medan jihad untuk mendukung kaum muslimin di barisan belakang, yaitu mengobati serta merawat yang teluka, menyiapkan minum dan sebagainya.

Selasa, 02/08/2016 14:30 0

Indonesia

MUI Tanjungbalai: Bukan Soal Pengeras Suara, Tapi Meliana Tidak Mengerti Kerukunan

"Sebenarnya kalau memang pengeras suara itu yang membuat kerusuhan, sementara jiran-jirannya (tetangganya, red) tidak begitu. Jirannya itu kan orang Chinese juga tidak ada pernah membicarakan tentang itu (pengeras suara, red)," tukas Kyai Syahron kepada Kiblat.net melalui sambungan telepon pada Selasa, (02/08). MUI Tanjungbalai menilai sangat tidak tepat kalau mau dibuat aturan mengenai pengeras suara. Sebab, kerusuhan itu bermula dari satu rumah (Meliana, red) saja. "Kalau begitu, memang bukan persoalan pengeras suara, tapi orangnya bermasalah. Si Meliana itu kalau kupikir dia tidak mengerti tentang kerukunan," jelasnya.

Selasa, 02/08/2016 14:27 0

Indonesia

MUI Tanjungbalai Minta Status Meliana Ditingkatkan Jadi Tersangka

"Tadi kami dengan Kemenag, pukul 9.00 menjumpai Kapolres Tanjungbalai supaya ada peningkatan status terhadap Meliana dari saksi menjadi tersangka," kata dia.

Selasa, 02/08/2016 14:03 0

Close