... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tim Evakuasi Korban Perang Suriah: Gas Beracun Dijatuhkan Helikopter Rusia

Foto: Salah satu korban gas beracun beberapa bulan lalu di Suriah (foto: Zaman Al Wasl)

KIBLAT.NET – Sebuah layanan pertolongan untuk korban perang Suriah yang beroperasi di wilayah yang dikuasai oposisi, mengatakan helikopter Rusia menjatuhkan kontainer gas beracun di sebuah kota Saraqeb, Selasa (2/8).

Seorang juru bicara kelompok relawan yang menyebut dirinya Pertahanan Sipil Suriah mengatakan kepada Reuters bahwa 33 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak terkena serangan gas itu di Saraqeb.

Kelompok, yang menggambarkan dirinya sebagai relawan netral untuk pencarian dan penyelamatan itu memposting video di YouTube menunjukkan sejumlah orang berjuang untuk bernapas dan diberi masker oksigen oleh orang-orang berseragam pertahanan sipil.

Relawan, yang pergi ke tempat serangan itu, menduga itu adalah gas klorin, tetapi mereka belum bisa memverifikasi.

“Barel menengah jatuh mengandung gas beracun. Pertahanan Sipil Suriah belum bisa menentukan jenis gas tersebut,” kata juru bicara itu.

Pemerintah Suriah dan sekutu Rusia yang tidak segera tersedia untuk komentar. Rezim maupun oposisi telah membantah menggunakan senjata kimia selama perang Suriah. Negara-negara Barat mengatakan pemerintah telah bertanggung jawab atas penggunaan klorin dan serangan kimia lainnya. Namun rezim Suriah dan Rusia tidak mengakui dan menuduh pasukan oposisi yang menggunakan gas beracun.

Reporter: Salem
Sumber: Zaman Al Wasl


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wawancara

[Wawancara] Wasekjen MUI Pusat: Kalau Azan Dilarang Pakai Pengeras Suara, Saya Pimpin Perangnya!

Kalau masjid dilarang, saya tambah keras. Pasti melawan. Azan kok dilarang. Kalau ngaji pakai kaset dilarang saya setuju. Tapi kalau azan dilarang kita lebih baik bacok-bacokan saja, perang. Saya mimpin perangnya, kalau dilarang azan pakai pengeras suara itu.

Selasa, 02/08/2016 21:41 13

Info Event

Selain Ilmu, Dai Juga Membutuhkan Mental yang Kuat

KIBLAT.NET, Surabaya – Untuk sukses menapaki jalan dakwah, para dai tidak hanya bisa mengandalkan ilmu...

Selasa, 02/08/2016 20:59 0

Indonesia

Dinilai Sebarkan Hate Speech Terkait Ricuh Tanjungbalai, Pria Ini Diciduk Polisi

Seorang pria berinisial AT (41) warga Jagakarsa, Jakarta Selatan ditangkap polisi karena dinilai menyebarkan ujian kebencian di media sosial terkait kericuhan di Tanjungbalai.

Selasa, 02/08/2016 17:24 0

Indonesia

Umat Islam Tanjungbalai Belum Ajukan Gugatan Penistaan Agama terhadap Meliana

Indra Shah menyatakan status Meliana baru sebatas saksi karena kaum Muslimin belum ada yang mengajukan gugatan. Karena, rencana awalnya semua pihak ingin kerusuhan ini diselesaikan secara damai. "Tapi, pihak sana (vihara, red) malah membuat aduan berarti bukan mau berdamai. Justeru mau membuat hal yang baru, seolah memancing lagi gitu kan," jelasnya.

Selasa, 02/08/2016 16:09 0

Rohah

Gambaran Sosok Ali yang Membuat Muawiyah Menangis

KIBLAT.NET – Setelah Ali wafat, Mu’awiah bin Abi Sufyan berkata kepada Dirar bin Dhamrah: “Gambarkan sosok...

Selasa, 02/08/2016 15:13 0

Artikel

Inilah Rambu-Rambu Jihad bagi Para Muslimah

Dalam kajian fikih, para ulama sepakat bahwa kaum wanita dibolehkan terlibat dalam amal jihad. Keikutsertaan mereka dalam medan jihad untuk mendukung kaum muslimin di barisan belakang, yaitu mengobati serta merawat yang teluka, menyiapkan minum dan sebagainya.

Selasa, 02/08/2016 14:30 0

Indonesia

MUI Tanjungbalai: Bukan Soal Pengeras Suara, Tapi Meliana Tidak Mengerti Kerukunan

"Sebenarnya kalau memang pengeras suara itu yang membuat kerusuhan, sementara jiran-jirannya (tetangganya, red) tidak begitu. Jirannya itu kan orang Chinese juga tidak ada pernah membicarakan tentang itu (pengeras suara, red)," tukas Kyai Syahron kepada Kiblat.net melalui sambungan telepon pada Selasa, (02/08). MUI Tanjungbalai menilai sangat tidak tepat kalau mau dibuat aturan mengenai pengeras suara. Sebab, kerusuhan itu bermula dari satu rumah (Meliana, red) saja. "Kalau begitu, memang bukan persoalan pengeras suara, tapi orangnya bermasalah. Si Meliana itu kalau kupikir dia tidak mengerti tentang kerukunan," jelasnya.

Selasa, 02/08/2016 14:27 0

Indonesia

MUI Tanjungbalai Minta Status Meliana Ditingkatkan Jadi Tersangka

"Tadi kami dengan Kemenag, pukul 9.00 menjumpai Kapolres Tanjungbalai supaya ada peningkatan status terhadap Meliana dari saksi menjadi tersangka," kata dia.

Selasa, 02/08/2016 14:03 0

Analisis

Bercerai untuk Menang, Catatan Pisahnya Jabhah Nusrah dari Al-Qaidah

Kemunculan Al-Jaulani dalam rekaman video pada 28 Juli 2016 itu membawa banyak pesan lain. Untuk AS, Rusia dan para pengeroyok rakyat Suriah, mengirimkan pesan; inilah wajahku yang selama ini kalian cari! Ini jelas tamparan keras untuk AS, yang belum lama berhasil mengeksekusi Mullah Akhtar Manshur, pimpinan Taliban Afghanistan dengan mengirimkan drone yang menghajar mobilnya.

Selasa, 02/08/2016 12:04 1

Manhaj

Amalan Jihad bagi Wanita Muslimah, Apa Hukumnya?

Dalam catatan sejarah Islam, Keterlibatan wanita muslimah dalam medan jihad bukanlah perkara yang asing.

Selasa, 02/08/2016 11:30 0

Close
CLOSE
CLOSE