... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Mahalnya Sebuah Hidayah

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Mawlawi Pasanai Sahib dikenal karena penilaian dan pembuat keputusan yang adil. Siapa pun yang dibawa ke hadapannya, bahkan jika mereka kerabat atau teman, akan menerima perlakuan dan penghakiman yang sama. Dia menaati perintah Allah seperti yang ditentukan dalam syariat Islam.

Saya ingat telah banyak kasus yang ditangani, namun ada dua kasus yang menyita banyak perhatian.

Ada sebuah tempat di dekat Pashmol bernama bukit Shukur di mana sebagian hukuman terhadap kasus pembunuhan dilakukan. Suatu ketika ada seorang terdakwa digiring menuju bukit untuk menerima hukumannya, kami pun mengamankan daerah tersebut. Twan, telah membantai seorang pria dengan pisau secara kejam di
desaku, Charshakha. Dia dibawa ke bukit Shukur.

Banyak pejuang muslim berkumpul di sana, ayah dari korban dan keluarganya sedang menunggunya. Ketika Twan dibawa ke tanah lapang orang-orang mulai memohonkan ampun dari ayah sang korban.

Ulama menjelaskan keutamaan pengampunan, beberapa orang menawarkan uang, dan beberapa komandan menawarkan senjata. Salah satu komandan menawarkan 50 Kalashnikov dan sejumlah uang untuk menebus sang korban. Namun, ayah korban tidak bisa mengampuni Twan. Sang algojo diberi pisau dan Twan dibawa kepadanya dengan tangan dan kaki terikat. Ayah korban berjalan mendekatinya perlahan-lahan, menggulung lengan bajunya. Dia pertama kali berlutut di tanah kemudian mengucapkan Allahu Akbar dengan keras dan menaruh pisau pada leher Twan.

Ia memegang pisau dan menaikkannya ke udara. Ia mulai berbicara, “Lihatlah! Tuhan telah memberiku kekuatan ini. Tak seorang pun dapat membebaskanmu dariku, kecuali Allah. Kau telah dengan kejam membunuh anakku tanpa alasan yang dapat diterima syariat. Allah telah memberiku hak untuk membalas dendam untuk anakku tersayang atau memaafkanmu karena Allah. Pengampunan lebih membuat Allah senang daripada balas dendam. Aku memaafkanmu. Dengan demikian, Allah pun akan senang denganku. Sekarang, Dialah yang akan menuntut balas ketika hari Akhir datang.”

Sang ayah melemparkan pisaunya ke tanah, orang-orang pun menangis. Yang lain menembakkan senjata dan orang-orang bergegas mencium tangan dan kaki sang ayah. Seseorang melepaskan ikatan Twan, namun dia tidak bisa bergerak ataupun berbicara selama lima menit. Orang-orang mengucapkan selamat kepadanya atas kesempatan untuk memulai hidup baru. Mereka mengatakan kepadanya bahwa ia harus mengabdikan dirinya untuk Islam dan
menyembah Allah.

“Allah telah menunjukkan belas kasihan. Bertaubatlah dan jangan kau ulangi lagi perbuatan itu,” banyak orang menasihatinya.

Tadinya saya mengira bahwa Twan tidak akan pernah melakukan kejahatan lain, tapi ia melakukan pembunuhan lagi. Saya mendengar di kemudian hari dia tewas dalam sebuah perampokan.

Penulis : Dhani El_Ashim

Sumber: My Life with the Taliban oleh Mulla Zaif, halaman 75-76.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Lagi, Iran Eksekusi Massal Puluhan Tahanan Sunni

Mereka ditangkap atas tuduhan melawan pemerintah, menjadi anggota salafi, melakukan kerusakan dan memerangi Allah dan Rasulnya; tuduhan yang kerap diarahkan kepada warga Ahlussunnah.

Rabu, 03/08/2016 10:17 0

Suriah

Kurangi Tekanan Militer di Aleppo, Pejuang Buka Front di Hama

Wartawan Al-Jazeera mengatakan, operasi itu bertujuan mengurangi tekanan militer di front Aleppo. Mujahidin di Hama sendiri menyebut operasi mereka dengan sandi “Hari Ini Adalah Harimu Wahai Aleppo”.

Rabu, 03/08/2016 09:19 0

Suriah

Mujahidin Suriah Sedikit Lagi Runtuhkan Pengepungan Aleppo

Wartawan Al-Jazeera melaporkan, saat ini posisi pejuang Suriah hanya tiga kilometer dari wilayah yang dikepung oleh militer Suriah.

Rabu, 03/08/2016 08:19 0

Yaman

Drone AS Kembali Beraksi di Yaman, Delapan Anggota AQAP Terbunuh

Di sisi lain, warga Yaman menolak keras serangan drone di wilayahnya. Hal itu karena drone AS kerap melakukan serangan salah sasaran sehingga mengakibatkan banyak korban sipil. Rudal drone juga kerap diluncurkan menargetkan kumpulan sipil, hanya lantaran ada seorang anggota Al-Qaidah di tempat itu

Rabu, 03/08/2016 07:45 0

Suriah

Video: Ledakan Besar Akibatkan Pasukan Assad Tewas Berhamburan di Udara

Puluhan pasukan Assad tewas oleh pemboman yang dilakukan oleh pasukan oposisi. Bom mengakibatkan ledakan dahsyat di sebuah terowongan di Ramouseh, daerah pedesaan selatan Aleppo, Selasa (2/8).

Rabu, 03/08/2016 07:13 0

Suriah

Tim Evakuasi Korban Perang Suriah: Gas Beracun Dijatuhkan Helikopter Rusia

Sebuah layanan pertolongan untuk korban perang Suriah yang beroperasi di wilayah yang dikuasai oposisi, mengatakan helikopter Rusia menjatuhkan kontainer gas beracun di sebuah kota Saraqeb, Selasa (2/8).

Rabu, 03/08/2016 06:47 0

Wawancara

[Wawancara] Wasekjen MUI Pusat: Kalau Azan Dilarang Pakai Pengeras Suara, Saya Pimpin Perangnya!

Kalau masjid dilarang, saya tambah keras. Pasti melawan. Azan kok dilarang. Kalau ngaji pakai kaset dilarang saya setuju. Tapi kalau azan dilarang kita lebih baik bacok-bacokan saja, perang. Saya mimpin perangnya, kalau dilarang azan pakai pengeras suara itu.

Selasa, 02/08/2016 21:41 13

Info Event

Selain Ilmu, Dai Juga Membutuhkan Mental yang Kuat

KIBLAT.NET, Surabaya – Untuk sukses menapaki jalan dakwah, para dai tidak hanya bisa mengandalkan ilmu...

Selasa, 02/08/2016 20:59 0

Indonesia

Dinilai Sebarkan Hate Speech Terkait Ricuh Tanjungbalai, Pria Ini Diciduk Polisi

Seorang pria berinisial AT (41) warga Jagakarsa, Jakarta Selatan ditangkap polisi karena dinilai menyebarkan ujian kebencian di media sosial terkait kericuhan di Tanjungbalai.

Selasa, 02/08/2016 17:24 0

Indonesia

Umat Islam Tanjungbalai Belum Ajukan Gugatan Penistaan Agama terhadap Meliana

Indra Shah menyatakan status Meliana baru sebatas saksi karena kaum Muslimin belum ada yang mengajukan gugatan. Karena, rencana awalnya semua pihak ingin kerusuhan ini diselesaikan secara damai. "Tapi, pihak sana (vihara, red) malah membuat aduan berarti bukan mau berdamai. Justeru mau membuat hal yang baru, seolah memancing lagi gitu kan," jelasnya.

Selasa, 02/08/2016 16:09 0

Close