... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Lagi, Iran Eksekusi Massal Puluhan Tahanan Sunni

Foto: Ilustrasi [foto: sabq.org]

KIBLAT.NET, Teheran – Pemerintah Iran kembali melaksanakan eksekusi massal terhadap puluhan tahanan Sunni. Mereka ditangkap atas tuduhan melawan pemerintah, menjadi anggota salafi, melakukan kerusakan dan memerangi Allah dan Rasulnya; tuduhan yang kerap diarahkan kepada warga Ahlussunnah.

TV Al-Arabiya melaporkan, total tahanan yang dieksekusi pada Selasa pagi (02/08) itu berjumlah 21 tahanan. Sementara portal Sabq.org, melansir dari sejumlah sumber, menyebutkan jumlah mereka 37 tahanan. Seluruhnya tahanan Sunni, termasuk dai Ahlussunnah ternama Syahram Ahmadi.

Eksekusi massal ini dilaksanakan di penjara Raja’i Syahr di daerah Jauhar Dasth, Provinsi Karaj, Tenggara Teheran. Al-Arabiya mengatakan, masih terhadap 17 tahanan di penjara tersebut menunggu eksekusi.

Sementara itu, Mahkamah Agung Iran dalam pernyataan resmi mengumumkan hanya sepuluh tahanan yang dieksekusi Selasa itu. Namun, sumber-sumbe yang dilansir Al-Arabiya dan Sabq membantah klaim tersebut.

Puluhan tahanan yang mayoritas aktivis, dai dan mahsiswa itu ditangkap antara periode 2009 hingga 2011 di Provinsi Kurdistan, Iran barat. Di antara tahanan itu berumur di bawah 18 tahun.

Pengadilan Iran menuduh mereka terlibat kegiatan melawan rezim, melakukan kerusakan, menjadi anggota kelompok salafi dan memerangi Allah dan Rasul-nya. Pihak berwenang Iran kerap menggunakan tuduhan ini untuk mengeksekusi tahanan Sunni. Undang-undangan terkait hal tersebut dibuat atas restu pemimpin tertinggi spiritual Syiah di Iran.

Dalam konteks ini, pejabat HAM di Baluchi, Mullah Majed Baluch menggambarkan eksekusi semacam ini tak ubahnya seperti pembantaian massal terhadap warga Sunni. Hal itu menegaskan sektarianisme Iran terhadap Ahlussunnah dan ini bukan kejahatan baru yang dilakukan negara berideologi Syiah itu.

BACA JUGA  Dubes Inggris untuk Iran Ditangkap Saat Hadiri Unjuk Rasa

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Al-Arabiya, sabq.org

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wawancara

[Wawancara] Wasekjen MUI Pusat: Kalau Azan Dilarang Pakai Pengeras Suara, Saya Pimpin Perangnya!

Kalau masjid dilarang, saya tambah keras. Pasti melawan. Azan kok dilarang. Kalau ngaji pakai kaset dilarang saya setuju. Tapi kalau azan dilarang kita lebih baik bacok-bacokan saja, perang. Saya mimpin perangnya, kalau dilarang azan pakai pengeras suara itu.

Selasa, 02/08/2016 21:41 13

Info Event

Selain Ilmu, Dai Juga Membutuhkan Mental yang Kuat

KIBLAT.NET, Surabaya – Untuk sukses menapaki jalan dakwah, para dai tidak hanya bisa mengandalkan ilmu...

Selasa, 02/08/2016 20:59 0

Indonesia

Dinilai Sebarkan Hate Speech Terkait Ricuh Tanjungbalai, Pria Ini Diciduk Polisi

Seorang pria berinisial AT (41) warga Jagakarsa, Jakarta Selatan ditangkap polisi karena dinilai menyebarkan ujian kebencian di media sosial terkait kericuhan di Tanjungbalai.

Selasa, 02/08/2016 17:24 0

Indonesia

Umat Islam Tanjungbalai Belum Ajukan Gugatan Penistaan Agama terhadap Meliana

Indra Shah menyatakan status Meliana baru sebatas saksi karena kaum Muslimin belum ada yang mengajukan gugatan. Karena, rencana awalnya semua pihak ingin kerusuhan ini diselesaikan secara damai. "Tapi, pihak sana (vihara, red) malah membuat aduan berarti bukan mau berdamai. Justeru mau membuat hal yang baru, seolah memancing lagi gitu kan," jelasnya.

Selasa, 02/08/2016 16:09 0

Rohah

Gambaran Sosok Ali yang Membuat Muawiyah Menangis

KIBLAT.NET – Setelah Ali wafat, Mu’awiah bin Abi Sufyan berkata kepada Dirar bin Dhamrah: “Gambarkan sosok...

Selasa, 02/08/2016 15:13 0

Artikel

Inilah Rambu-Rambu Jihad bagi Para Muslimah

Dalam kajian fikih, para ulama sepakat bahwa kaum wanita dibolehkan terlibat dalam amal jihad. Keikutsertaan mereka dalam medan jihad untuk mendukung kaum muslimin di barisan belakang, yaitu mengobati serta merawat yang teluka, menyiapkan minum dan sebagainya.

Selasa, 02/08/2016 14:30 0

Indonesia

MUI Tanjungbalai: Bukan Soal Pengeras Suara, Tapi Meliana Tidak Mengerti Kerukunan

"Sebenarnya kalau memang pengeras suara itu yang membuat kerusuhan, sementara jiran-jirannya (tetangganya, red) tidak begitu. Jirannya itu kan orang Chinese juga tidak ada pernah membicarakan tentang itu (pengeras suara, red)," tukas Kyai Syahron kepada Kiblat.net melalui sambungan telepon pada Selasa, (02/08). MUI Tanjungbalai menilai sangat tidak tepat kalau mau dibuat aturan mengenai pengeras suara. Sebab, kerusuhan itu bermula dari satu rumah (Meliana, red) saja. "Kalau begitu, memang bukan persoalan pengeras suara, tapi orangnya bermasalah. Si Meliana itu kalau kupikir dia tidak mengerti tentang kerukunan," jelasnya.

Selasa, 02/08/2016 14:27 0

Indonesia

MUI Tanjungbalai Minta Status Meliana Ditingkatkan Jadi Tersangka

"Tadi kami dengan Kemenag, pukul 9.00 menjumpai Kapolres Tanjungbalai supaya ada peningkatan status terhadap Meliana dari saksi menjadi tersangka," kata dia.

Selasa, 02/08/2016 14:03 0

Analisis

Bercerai untuk Menang, Catatan Pisahnya Jabhah Nusrah dari Al-Qaidah

Kemunculan Al-Jaulani dalam rekaman video pada 28 Juli 2016 itu membawa banyak pesan lain. Untuk AS, Rusia dan para pengeroyok rakyat Suriah, mengirimkan pesan; inilah wajahku yang selama ini kalian cari! Ini jelas tamparan keras untuk AS, yang belum lama berhasil mengeksekusi Mullah Akhtar Manshur, pimpinan Taliban Afghanistan dengan mengirimkan drone yang menghajar mobilnya.

Selasa, 02/08/2016 12:04 1

Manhaj

Amalan Jihad bagi Wanita Muslimah, Apa Hukumnya?

Dalam catatan sejarah Islam, Keterlibatan wanita muslimah dalam medan jihad bukanlah perkara yang asing.

Selasa, 02/08/2016 11:30 0

Close