... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Inilah Poin-poin Rekomendasi Konferensi Internasional Cegah Terorisme di Lombok

Foto: Sekjen ulama Rabithah Alam Islami Syaikh Abdullah Abdul Muhsin At-Turki (kanan).

KIBLAT.NET, Lombok – Acara bertajuk “International Conference on Counter Terrorism and Sectarianism, Islam Washatiyah untuk Mencegah Terorisme dan Sektarianisme” berlangsung sejak 30 Juli-1 Agustus di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Konferensi yang digagas oleh Moslem World League (Rabithah Alam Islami) dan MUI Pusat menghasilkan poin-point rekomendasi berikut :

1. Kepada Muslim World League (Rabithah Alam Islami), agar mendirikan pusat kajian Terorisme, Radikalisme, dan Sektarianisme, bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia.

2. Membentuk komite yang mengontrol pelaksanaan seluruh rekomendasi yang dihasilkan oleh Konferensi ini, terdiri atas Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Muslim World League.

3. Menyusun rencana strategis kontra terorisme, radikalisme dan sektarianisme yang terjadi di Asia, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemerintah beberapa negara Islam, bekerjasama dengan masyarakat internasional. Muslim World League diharapkan untuk melakukan tindakan-tindakan yang tepat di dalam hal ini, bersama dengan pihak-pihak yang berkompeten.

4. Mendukung pengajaran agama di negara-negara Asia, dengan mengembangkan sistem pembelajaran, atau mendirikan lembaga pendidikan Islam untuk menutupi kebutuhan masyarakat, dan memenuhi keperluan terhadap tenaga-tenaga pendidik atau imam-imam masjid yang mampu untuk menjelaskan tentang bahaya sikap radikal dan sektarian, serta mengukuhkan sikap moderat sebagai bagian dari ajaran Islam, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala di dalam QS al-Baqarah (02)/ 143

5. Mengajak para ulama Islam agar menjalankan peran dan tanggungjawab mereka, untuk mengarahkan pemuda-pemuda umat dengan pemahaman yang benar tentang jihad, takfir, wala’ dan bara’ (loyalitas dan anti loyalitas), kedaulatan negara, kewajiban taat kepada pemimpin dan larangan melakukan makar, atau segala yang berkaitan dengan permasalahan seperti ini.

Konferensi internasional di Lombok pada 30 Juli-1 Agustus 2016.

Konferensi internasional di Lombok pada 30 Juli-1 Agustus 2016.

6. Meluruskan metodologi dakwah, sesuai konsep Islam, yaitu mendahulukan sikap bijaksana, dan pengajaran yang baik. Mengajak para pimpinan-pimpinan organisasi kemasyarakatan di negara-negara Asia untuk bekerjasama dengan lembaga-lembaga sosial Islam untuk mengadakan pelatihan-pelatihan imam dan dai.

BACA JUGA  Soal Cadar, Komisi VIII DPR: Menag Harus Menyejukkan

7. Membentuk forum komunikasi antar sesama lembaga Islam dalam tingkat internasional yang bertujuan untuk menyatukan segala potensi yang dimiliki, di bawah koordinasi Muslim World League, dan bekerjasama dengan institusi-institusi terkait. Forum ini diharapkan untuk melakukan pertemuan-pertemuan koordinasi secara berkala, untuk merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi ancaman terorisme, dan sektarianisme di Asia.

8. Membantu kaum muslim minoritas, khususnya di bidang pendidikan, agar dapat terhindar dari sikap ekstrim, atau tindakan radikal dan konfrontasi dengan kelompok-kelompok masyarakat lainnya, sehingga dapat lebih produktif untuk memberikan perbuatan yang terbaik bagi negaranya, dan membuktikan kesempurnaan agama Islam bagi orang lain.

9. Mewujudkan perbaikan yang menyeluruh terhadap kondisi umat Islam, sehingga mampu memperlihatkan identitas keislaman yang utuh, dan memenuhi keperluan masyarakat di dalam memerangi kerusakan. Mempergunakan sumber daya alam dan manusia secara baik, demi mewujudkan keadilan, dan menjaga kehormatan kemanusiaan, serta keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Konferensi yang yang menghadirkan Sekjen Rabithah alam islami, Syaikah Abdullah Abdul Muhsin At-Turki dan ulama-ulama Rabithah Alam Islami dari 13 negara itu menolak dengan keras segala kejadian teror yang menimpa dunia Islam pada saat ini.

Namun, mereka juga menyayangkan sikap masyarakat internasional yang diam dan tidak bertindak apapun terhadap segala kejadian ini, maka para peserta menuntut agar pelaku-pelaku teror atas umat Islam dapat dibawa ke hadapan pengadilan internasional, dan diadili atas perbuatannya.

BACA JUGA  Wasekjen MUI: Salam Semua Agama Tidak Boleh Dalam Islam

 

Reporter: Ali Azmi
Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Helikopter Rusia Jatuh di Dekat Aleppo, Nasib 5 Penumpang Belum Diketahui

Departemen Pertahanan Rusia sendiri juga mengakui bahwa helikopternya telah jatuh di Suriah dengan lima penumpang yang belum diketahui nasibnya.

Senin, 01/08/2016 17:57 0

Opini

Penerapan Islam Kaffah, Kunci Keberhasilan Pendidikan

Sesungguhnya mahalnya biaya pendidikan menjadi sebuah indikasi, bahwa pendidikan telah menjadi salah satu lahan menggiurkan untuk diperjual belikan. Kapitalisasi pendidikan tidak lepas dari dampak yang ditimbulkan dari penerapan sistem yang hanya berpihak pada pemilik modal.

Senin, 01/08/2016 17:51 0

Afghanistan

Taliban Kuasai Wilayah Strategis di Helmand

Dari sini, Taliban setidaknya telah menguasai 60 persen wilayah Helmand.

Senin, 01/08/2016 16:32 0

Turki

Turki Tangkap 11 Orang yang Akan Menculik Erdogan

Sebanyak 11 tentara ditangkap pasukan khusus Turki karena diduga terlibat usaha penculikan presiden Recep Tayyip Erdogan saat kudeta 15 Juli lalu.

Senin, 01/08/2016 14:05 0

Afghanistan

Bom Taliban Guncang Kompleks Militer Asing di Kabul

Menurut Taliban, meski target operasi terletak di dekat komplek sipil namun tak ada warga sipil yang turut menjadi korban.

Senin, 01/08/2016 13:35 0

Analisis

Barat Khawatir Setelah JN Berpisah dari Al-Qaidah Akan Banjir Dukungan

Kepala bagian penerangan Gedung Putih, Josh Earnest, mengkonfirmasi pekan ini bahwa pemerintah meyakini Jabhah Nusrah telah berkembang menjadi ancaman yang semakin besar bagi negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

Senin, 01/08/2016 12:48 0

Suriah

Jaisyul Fath Gelar Operasi Pembebasan Seluruh Blokade Rezim di Aleppo

Pada saat bersamaan, Syaikh Abdullah Al Muhaisini selaku Qadhi aliansi Jaisyul Fath secara resmi mendeklarasikan dimulainya operasi Aleppo jilid II, yang dinamakan "Operasi Mematahkan Blokade". Operasi ini memiliki target pembebesan terhadap keseluruhan wilayah Aleppo.

Senin, 01/08/2016 11:22 0

Suriah

Video: Ribuan Warga Sipil Sambut Jihadis Untuk Bebaskan Kota Aleppo

Ribuan warga sipil di kota Aleppo yang terkepung turun ke jalan hari ini (Senin (1/8) untuk mendukung jihadis yang datang untuk membebaskan kota mereka. Selama beberapa pekan terakhir, warga sipil Aleppo dikepung oleh rezim Assad. Pasukan rezim Suriah dan milisi Iran, Selasa (26/07), telah memutus seluruh jalur logistik menuju wilayah yang dikontrol oposisi di Suriah Utara itu.

Senin, 01/08/2016 08:30 0

Foto

Bantu Jihadis, Warga Sipil Bakar Ban Untuk Butakan Pesawat Tempur

KIBLAT.NET – Pertempuran sengit sedang berlangsung di Aleppo sejak Minggu (31/7). Serangan ofensif diluncurkan oleh...

Senin, 01/08/2016 07:30 0

Suriah

Jihadis Luncurkan Ofensif Untuk Pecahkan Pengepungan Aleppo

Pejuang Islam Suriah meluncurkan serangan besar di bagian barat daya Aleppo yang dikuasai rezim Assad, Minggu (31/7). Serangan bertujuan untuk memecahkan pengepungan yang daerah yang mereka kuasai oleh pasukan rezim dan sekutunya. Sebuah pusat komando militer oposisi, yang mencakup kelompok yang baru terbentuk Jabhah Fath Syam, dan juga Ahrar Syam.

Senin, 01/08/2016 06:36 0

Close