... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kisruh Etnis di Tanjungbalai Tak Cuma Sekali, Aparat Dinilai Kurang Tanggap Situasi

Foto: Kerusuhan di Tanjungbalai

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta aparat kepolisian untuk serius meredam kerusuhan yang telah berulang kali terjadi di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Hal ini ia sampaikan menanggapi kerusuhan yang baru-baru ini terjadi lantaran dipicu tindakan warga Tionghoa yang memprotes dan melarang pengeras suara dari masjid sehingga menimbulkan reaksi dari warga pribumi.

“Kerusuhan ini dengan cepat meluas karena Polres Tanjungbalai kurang tanggap dengan situasi psikologis masyarakat setempat. Akibatnya amuk massa ini sempat membakar sejumlah bangunan, sepeda motor, dan mobil serta merusak sarana ibadah,” kata Neta pada Sabtu (30/07) seperti dikutip dari Jpnn.com.

Baca juga: Kerusuhan Antar Etnis di Tanjungbalai, 8 Kelenteng dan 2 Vihara Dibakar Warga

Belajar dari kasus amuk SARA di Tanjungbalai, ujar Neta, sudah saatnya Mabes Polri dalam menunjuk kepala kepolisian daerah (kapolda) dan kepala kepolisian resor (kapolres) benar-benar memilih figur yang mampu memetakan psikologis masyarakat.

“Tanjungbalai sendiri tergolong daerah rawan konflik akibat kurang pedulinya jajaran aparat keamanan terhadap situasi sosial, bahkan cenderung berkolusi dengan pihak tertentu dan membiarkan berkembangnya mafioso di daerahnya,” ungkap Neta.

Lebih lanjut Neta mencontohkan, pada 27 Mei 1998 misalnya, warga etnis tertentu di Tanjungbalai menjadi korban amuk massa. Sebab, kala itu warga Tanjungbalai merasa diteror tokoh mafia Abie Besok Gembok yang juga keturunan etnis tertentu itu.

BACA JUGA  PKS Dukung Aturan Pemabuk Dilarang Menjadi Pemimpin

Abie yang dekat dengan pimpinan parpol di Jakarta, kata Neta, bisa membuat jajaran kepolisian dan militer di kota itu bertekuk lutut. Selain itu, Abie bebas melakukan pungutan uang keamanan ke pertokoan, menguasai penyelundupan, mengendalikan perjudian dan pelacuran tanpa tersentuh hukum.

Abie yang merasa berkuasa semakin bertindak semena-mena. Akibatnya massa kesal dan mengamuk.

“Kerusuhan SARA pun meletus di kota itu pada 28 Mei 1998. Ratusan rumah, toko, dan mobil di kota itu dihancurkan serta dibakar warga. Begitu juga gedung DPRD dihancurkan warga karena sebagian oknum legislatif dinilai sebagai backing mafia. Massa juga menjarah toko-toko. Kerusuhan baru berakhir setelah TNI diturunkan dari berbagai kota,” ujar Neta

Selain itu, Neta juga mengisahkan kerusuhan bernuansa SARA di Tanjungbalai yang pernah terjadi pada 3 Maret 1946. Kala itu puluhan orang tewas.

Korbannya adalah keluarga Kesultanan Asahan dan warga keturunan Tionghoa. Kerusuhan itu lantas menjalar tanpa kendali ke berbagai daerah di Sumatra Utara, bahkan hingga ke Tanjungpura, Langkat.

Karenanya Neta mengingatkan Polri agar berbagai kerusuhan dan amuk massa bernuansa SARA benar-benar bisa menjadi pembelajaran bagi Polri. Jika tidak ada antisipasi, maka ia memprediksi kerusuhan serupa di Tanjungbalai akan terus terulang.

“Jajaran kepolisian harus memiliki kepedulian yang tinggi dan jangan membiarkan aksi mafioso berkembang, sehingga warga tertekan. Kalau ini terjadi amuk massa berbau SARA, akan menjadi rutinitas di Tanjungbalai,” pungkasnya.

BACA JUGA  UGM Tolak Kuliah Umum Ustadz Abdul Somad

Reporter : Ibas Fuadi
Sumber : Jpnn

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Hillary Clinton Umbar Janji Lengserkan Assad Jika Menjadi Presiden AS

Hillary Clinton yang resmi dinobatkan jadi calon presiden AS dari Partai Republik berjanji akan mengusir Bashar Assad dari negaranya jika benar-benar terpilih menjadi presiden

Sabtu, 30/07/2016 15:10 0

Suriah

PBB: Jabhah Nusrah Tetap Dalam Daftar Teroris

Haq menjelaskan bahwa menambah atau menghapus kelompok atau individu dari daftar sanksi hanya bisa dilakukan negara anggota Dewan Keamanan.

Sabtu, 30/07/2016 14:20 0

Artikel

Ini Jihad Santo

Semua itu bukan hanya untuk dirinya semata. Semua untuk Sunil yang ditembak mati oleh oknum polisi di terminal Kasintuwu kota Poso, Ahmad Sutomo pemuda tujuh belas tahun yang tewas ditembak oleh oknum polisi juga di Mapane Poso Pesisir, Safruddin Buhaeli yang masih berusia enam belas tahun, harus meregang nyawa karena ditembak polisi di Bonesompe Poso Kota, begitu juga Amisudin yang wafat ditembak oknum polisi di Tabalu Poso Pesisir. Mereka ditembak mati tanpa sebuah alasan, mereka semua bukan pelaku kriminal, bukan teroris, bukan pula kelompok orang yang tergolong DPO.

Sabtu, 30/07/2016 14:00 0

Suriah

Rusia Imbau Warga Suriah Tinggalkan Aleppo Sebelum Dibombardir

KIBLAT.NET, Aleppo – Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pihaknya akan mengadakan operasi kemanusiaan besar...

Sabtu, 30/07/2016 13:25 0

Amerika

Jet Tempur AS Meledak di California, Pilot Tewas

Sebuah jet tempur F/A-18C Hornet jatuh dan meledak di dekat wilayah California, Amerika Serikat.

Sabtu, 30/07/2016 13:22 0

Rohah

Wanita Mulia yang Syahid di Kediamannya

Nabi berkata kepadanya, “Wahai Ummu Waraqah, tinggallah di rumahmu. Allah akan memberi kesyahidan di rumahmu.”

Sabtu, 30/07/2016 13:00 0

Profil

Zainab Al-Ghazali, Srikandi Islam Asal Mesir (1/2)

Sebuah ketegaran dan ketegasan yang patut diteladani. Karakter seperti inilah yang akan mengantarkan Islam kembali pada kejayaannya. Selain kisah-kisah keberaniannya, wanita Mesir ini juga mempunyai cerita-cerita ketika mendapatkan karamah dari Allah. Siapakah gerangan wanita pemberani ini? Tokoh yang disebut-sebut syaikh Abdullah Azzam dalam ceramahnya ini adalah Zainab Muhammad Al-Ghazali al-Jibili atau lebih dikenal dengan nama Zainab Al-Ghazali.

Sabtu, 30/07/2016 11:46 0

Suriah

AS Selesai Bangun Pangkalan Militer di Utara Suriah

Pangkalan militer itu akan digunakan koalisi internsional pimpinan Amerika Serikat dalam pertempuran di Manbij

Jum'at, 29/07/2016 23:36 0

Suriah

Bashar Assad Tawarkan Pengampunan Bagi Pejuang Oposisi Jika Menyerahkan Diri

Pengampunan yang dijanjikan Bashar Assad itu tertuang dalam surat keputusan yang dikeluarkan pada Kamis (28/07)

Jum'at, 29/07/2016 20:49 0

Wilayah Lain

Partai Rakyat Denmark Usulkan Pelarangan Imigran Muslim

"Kita perlu jeda setelah serangan teroris baru-baru ini di Eropa," kata wakil presiden partai Soeren Espersen.

Jum'at, 29/07/2016 19:34 0

Close