[Video] Tanggapan Al-Qaidah Atas Pelepasan Jabhah Nusrah dari Ikatan Organisasi

KIBLAT.NET, Idlib – Organisasi Al-Qaidah pusat memberikan kewenangan penuh bagi cabangnya di Suriah, Jabhah Nusrah, untuk mengambil langkah-langkah demi kemaslahan Islam, umatnya dan jihad di Syam. Arahan Al-Qaidah pusat ini semakin menguatkan rumor Jabhah Nusrah akan memisahkan diri dari Al-Qaidah.

Berikut terjemahan lengkap yang disampaikan wakil Dr. Aiman, Syaikh Ahmad Hasan Abul Khair

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada sebaik-baik makhluk dan rasul, semoga juga tercurah kepada keluarga dan sahabat seluruhnya.

Amma ba’du :

Saudaraku kaum muslimin di seluruh dunia, saudara saya para mujahidin, saya ucapkan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hari dan zaman terus berganti, peristiwa dan sikap datang silih berganti. Akal dan pemahaman manusia (terhadap peristiwa) juga beragam, sementara zaman terus berputar sunnatullah terus berlangsung terhadap makhluknya. Yaitu Sunnah pertempuran antara hak dan batil, kebaikan dan keburukan. Keduanya tidak akan pernah bertemu, ataupun salah satu mengalah. Yang ada hanyalah jihad hingga hari kiamat sampai agama seluruhnya menjadi milik Allah.

Din yang senantiasa menolong kebenaran dan mengalahkan kebatilan, dengan din tersebut seorang muslim menikmatinya dengan penuh kemulian di bawah naungan syariat Allah.

Kita hari ini sedang berada di fase yang penuh berkah dan membahagiakan dari fase-fase kebangkitan umat Islam. Masa kebangkitan dan jihad setelah pada masa lalu sebagian manusia berperang melawan para penjagal.

Mereka berjihad dengan kata-kata dan senjata, kemudian melalui tangan-tangan mereka Allah hinakan orang-orang zalim yang mengganti agama Allah dan menghilangkannya dari kehidupan nyata. Hingga Allah tumbangkan mereka, Allah hancurkan singgasana mereka melalui segelintir kaum muslimin, tidak lain dan tidak bukan adalah karena Allah masukkan ke dalam hati-hati tersebut akan besarnya kekuatan Allah.

Dengan jihad negeri menjadi aman dan terjaga dan hak-hak dapat dikembalikan. Jihad merupakan syariat Allah yang ridhai bagi hamba-hambanya. Allah SWT berfirman :

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Artinya, “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian. Dan janganlah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak suka terhadap orang-orang yang melampaui batas,” (Al Baqarah : 190)

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

Artinya, “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.” (Al-Baqarah : 193)

Kami telah mengkaji realitas Syam secara militer dan politik, beserta tantangan dan kesulitan yang disertai dengan masalah yang dihadapi dan kerasnya hidup yang dialami oleh penduduk Syam, baik berupa pembunuhan, bombardier dan pengusiran.

Atas dasar ini kami memutuskan untuk mencurahkan segala daya dan upaya yang memungkinkan untuk menjaga jihad Suriah agar tetap lurus dan kuat. Dan kami berusaha menjauhkan dari jihad Suriah seluruh langkah-langkah buruk yang dilakukan oleh musuh kami untuk memisahkan para mujahidin dari pangkuan ahlus Sunnah.

Saudara-saudara kami di Syam telah menjelma menjadi sebuah kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh. Mereka juga mengelola dengan baik daerah-daerah yang telah ditaklukkan. Yaitu dengan mendirikan peradilan syariat yang menerapkan hukum Allah, dan mendirikan lembaga-lembaga bantuan  yang bertugas mengurusi keperluan rakyat Suriah. Hal itu dibarengi dengan munculnya sebuah generasi yang terdidik atas fikih izzah (kemuliaan) dan menjadikan jihad sebagai jalan untuk menjaga agamanya dan kehormatan umatnya.

Sesungguhnya fase yang telah dicapai umat saat ini, yaitu fase dimana jihad telah tersebar dan masuk ke masyarakat Islam; dan telah beralih dari jihad yang dilakukan kelompok tertentu menjadi jihad yang dilakukan oleh umat. Pada fase seperti ini tidak selayaknya lagi dikendalikan oleh mindset ke-jamaah-an atau tandzim. Tetapi seharusnya jamaah-jamaah atau tandzim-tandzim harus berusaha untuk bersatu dan mempersatukan dan bukan sebaliknya.

Seharusnya usaha-usaha tersebut menjadi titik tolak untuk masa mendatang dalam mendirikan sebuah entitas bagi Ahlussunnah yang mencukupkan kebutuhan mereka dan memberikan hak-hak mereka.

Dan atas pertimbangan di atas dan atas dasar tanggung jawab saya maka kami memberikan arahan kepada qiyadah Jabhah Nusrah untuk menjadi pihak yang terdepan dalam upaya-upaya yang menjaga kemaslahatan Islam dan kaum muslimin dan menjaga jihad penduduk Syam.

Kami menyarankan agar mereka mengambil langkah-langkah yang tepat terkait perkara ini. Ini adalah langkah yang kami ambil. Kami juga mengajak kepada faksi-faksi jihad Syam untuk bersatu di atas hal yang mengundang ridha Allah.

Bekerjasamalah diantara kalian, bersepakatlah untuk senantiasa berwala’ kepada orang beriman dan bara kepada kezaliman dan kekufuran.

Jadilah kalian satu shaf yang menjaga penduduk Syam, membela tanah kami, dan menyejukkan pandangan mata kami dengan bersatunya kalian di bawah pemerintahan Islam yang mengembalikan hak-hak (orang terzalimi) dan menebar keadilan di tengah-tengah kaum muslimin. Dengan izin Allah kami akan menjadi orang yang pertama kali mendukung dan menolongnya.

Inilah yang telah ditegaskan oleh amir kami syaikh Dr Aiman Adz Dzawahiri –hafizahullah. Beliau berkata:

“Sesungguhnya ukhuwwah Islam di antara kita lebih penting daripada ikatan ikatan-ikatan tandzim yang bisa hilang dan berganti. Sesungguhnya persatuan kalian lebih penting bagi kami dari ikatan tandzim apapun. Persatuan kalian dan bergabungnya shaf kalian lebih tinggi dari sekedar intima’ ketandziman dan ikatan ashabiyah lainnya.

Bahkan ikatan ketandziman harus dikorbankan jika hal itu bertentangan dengan persatuan kalian di bawah satu shaf laksana bangunan yang kokoh dalam menghadapi musuh kalian yang sekuler dan sektarian yang didukung oleh kekuatan Rafidhah Shafawi (Iran), Rusia, Cina dan bersekongkol pula dengan mereka kekuatan salib modern.”

Sebagai penutup saya wasiatkan kepada saudara saya para mujahidin di seluruh dunia sebuah firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (Ali Imran : 200)

Inilah yang saya sampaikan dan Alhamdulillahi rabbil alamin

Saudara kalian,

 Ahmad Hasan Abul Khair

Video ini dapat dilihat dan diunduh di sini.

(Abdullah Muhammad)

 

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat