Inilah Alasan Jabhah Nusrah Keluar dari Al-Qaidah

KIBLAT.NET – Abu Muhammad Al-Jaulani pemimpin Jabhah Nusrah menjelaskan alasan pemisahan Jabhah Nusrah dari organisasi jihad global Al-Qaidah. Nama Jabhah Nusrah juga telah dihapus dan diganti dengan Jabhah Fath Syam.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh beberapa saluran satelit, Kamis(28/7), Al-Jaulani mengatakan bahwa alasan yang membuat mereka berhenti dari operasi dengan nama Jabhah Nusrah dan afiliasinya kepada Al-Qaidah adalah untuk menutup setiap celah yang dapat dimanfaatkan dunia internasional, yang dipimpin Amerika dan Rusia. Karena Amerika dan Rusia menyasar umat Islam secara umum di Suriah dengan dalih menargetkan Jabhah Nusrah yang berafiliasi kepada Al-Qaidah.

“Kami telah memutuskan untuk mengakhiri operasi dengan nama Jabhah Nusrah dan membarui ide dengan nama kelompok baru dalam front operasi yang mengusung nama Jabhah Fath Syam. Perlu ditegaskan bahwa ini adalah pembentukan baru yang tidak ada hubungan dengan pihak luar mana pun,” ungkapnya.

Al-Jaulani mencatat bahwa alasan lain untuk memisahkan diri dari Al-Qaidah adalah mengurangi beban rakyat Suriah dan perjuangan mereka, serta kebutuhan untuk mempertahankan, melindungi dan melanjutkan jihad Syam dengan semua kemungkinan cara yang dibolehkan untuk mewujudkannya.

Pemisahan juga bertujuan untuk, “mendekatkan jarah antara kami dan faksi-faksi jihad lain, harapan kami akan terbentuk satu kesatuan yang didasarkan pada Syuro yang menyatukan seluruh rakyat Suriah, membebaskan tanah mereka, menolong agama mereka dan meningkatkan penyatuan kata di dalamnya.”

BACA JUGA  Penusuk Syekh Ali Jaber Dituntut 10 Tahun Penjara

Nama baru yang diusung itu, kata Al-Jaulani, hadir untuk mencapai serangkaian tujuan, yang dirangkum dalam “kerja untuk menegakkan agama Allah, menerapkan syariat-Nya, menegakkan keadilan di tengah-tengah masyarakat, bersatu dengan faksi-faksi lain untuk mengokohkan barisan mujahidin untuk menumbangkan rezim dan kroni-kroninya.”

Selain itu adalah untuk “menjaga dan melanjutkan jihad Syam dengan mengadopsi semua cara yang dibolehkan, dan berusaha untuk melayani umat Islam, peduli terhadap urusan dan kondisi mereka, serta meringankan penderitaan mereka.” Juga, untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan, stabilitas, membaur dalam kehidupan untuk semua orang.

Al-Jaulani tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin Al-Qaidah, terutama Azh-Zhawahiri dan wakilnya Hassan Abu Al-Khair, dengan ungkapan, “Sejarah akan menulisnya dengan huruf dari cahaya.” Al-Jaulani berterima kasih atas pengorbanan mereka terhadap maslahat masyarakat Suriah, jihad dan revolusi mereka serta maslahat jihad secara umum.

Reporter: Salem
Sumber: Youtube, Arab 21

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat