... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bashar Assad Tawarkan Pengampunan Bagi Pejuang Oposisi Jika Menyerahkan Diri

Foto: Pejuang oposisi Suriah

KIBLAT.NET, Damaskus – Bashar Assad dilaporkan menawarkan pengampunan kepada pejuang oposisi yang meletakkan senjata dan menyerahkan diri. Rezim Suriah menyatakan bahwa amnesti itu berlaku selama tiga bulan ke depan.

Pengampunan yang dijanjikan Bashar Assad itu tertuang dalam surat keputusan yang dikeluarkan pada Kamis (28/07). Rezim juga mendesak agar pejuang oposisi membebaskan para pendukung rezim yang ditawan.

Keputusan itu dilansir oleh kantor berita pemerintah Suriah, SANA. Bashar Assad juga menjanjikan pengampunan bagi mereka yang membebaskan para tawanan dan menyerahkan diri dalam waktu satu bulan.

Tawaran pengampunan yang dilakukan rezim itu bertepatan dengan serangan gencar yang terus dilancarkan di wilayah Aleppo. Pasukan pendukung Bashar Assad kini telah mengepung kelompok pejuang di wilayah timur kota itu.

Suriah dan Rusia pun telah menjanjikan akan membuka akses bagi bantuan kemanusiaan untuk memasuki Aleppo pada Kamis (28/07). Pengumuman dari pihak Rusia dilakukan oleh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu bersamaan dengan janji pemngampunan dari Bashar Assad. Rezim menawarkan jalan keluar bagi pejuang oposisi yang mau meletakkan senjatanya.

Menanggapi tawaran itu, pihak pejuang oposisi dan penduduk wilayah timur Aleppo menyatakan bahwa mereka sangat tidak mempercayai janji-janji rezim. Sementara tak ada tanda-tanda gerakan dari warga sipil untuk meninggalkan wilayah yang kini dikepung oleh pasukan pendukung Bashar Assad.

Seorang aktivis media oposisi di Aleppo, Bahaa Halabi mengungkapkan bahwa tersebar selebaran yang dijatuhkan oleh pihak rezim. Dalam selebaran itu Bashar Assad menjanjikan akan memberikan jalan menuju wilayah yang dikuasai pasukan rezim. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa tak ada jalan keluar di timur Aleppo, kalau pun ada dia mengaku tak akan membawa warga sipil keluar dari wilayah itu.

BACA JUGA  Seorang Tentara Suriah "Menghilang" Usai Lamar Putri Assad Via Online

“Tentu saja tidak. Kami tidak akan menyerahkan diri kami kepada penjahat. Mereka membunuh kami setiap hari. Membantai kami, menyebabkan kami kelaparan, dan mengepung warga sipil,” ungkapnya melalui panggilan video.

Hal senada juga diungkapkan pengelola media lokal, Ibrahim Haj. “Sebagian besar pria, setiap orang di sini diburu oleh rezim. Tak mungkin bagi orang-orang di sini untuk pergi ke wilayah rezim,” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa pasukan rezim dan sekutunya kini telah mengepung wilayah Aleppo dengan terus melakukan serangan udara. Pengepungan berkepanjangan itu diterapkan dengan tujuan akan memaksa para pejuang menyerahkan diri. Strategi yang sama sebelumnya juga diterapkan di wilayah Homs.

Pengepungan telah menyebabkan krisis kemanusiaan parah di wilayah Aleppo. Lembaga-lembaga kemanusiaan berulamng kali mendesak rezim untuk memberikan akses masuk bagi bantuan kemanusiaan. Saat ini diperkirakan ada sekitar 300.000 warga sipil yang berada di wilayah itu.

Reporter: Imam S.
Sumber: Al Arabiya


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

[Video] Tanggapan Al-Qaidah Atas Pelepasan Jabhah Nusrah dari Ikatan Organisasi

Jabhah Nusrah resmi melepaskan baiat dari Al-Qaidah. Keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan yang cukup lama. Apa reaksi Al-Qaidah? Apakah sama dengan ISIS ketika Al-Jaulani mengumumkan berlepas dari kepemimpinan Al-Baghdadi?

Jum'at, 29/07/2016 14:14 0

Video News

[Video] Deklarasi Jabhah Fath Syam: Abu Muhammad Al-Jaulani

Akhirnya JN resmi "berpisah" dari Al-Qaidah. Sejumlah alasan disampaikan oleh Al-Jaulani, pemimpin JN yang kemudian berubah nama menjadi Jabhah Fathu Syam. Al-Jaulani juga menyampaikan terimakasih atas sikap legowo Al-Qaidah atas inisiatif pelepasan diri ini.

Jum'at, 29/07/2016 14:11 0

Indonesia

Polri: Paham Islam Kaffah Sebabkan Teror

"Negara kita kan berasaskan Pancasila yang merangkul dari Sabang sampai Merauke. Sehingga sulit jika seseorang ingin menerapkan Islam yang kaffah itu," jelasnya.

Jum'at, 29/07/2016 13:04 3

Indonesia

Latihan di Indonesia, Militer AS Bawa 22 Kontainer Alat Tempur

22 kontainer tersebut berisi peralatan tempur, di antaranya beberapa kendaraan tempur lapis baja dan helikopter.

Jum'at, 29/07/2016 11:00 0

Indonesia

Tim Investigasi Mabes Polri dan Mabes TNI Tiba di Poso

“Kami akan segera meminta kepada Mabes Polri dan TNI untuk mengivestigasi kejadian apa yang sesungguhnya terjadi dilapangan. Artinya investigasi yang akan bicara tentang kejadian apa yang sesungguhnya terjadi,” kata Brigjend Rudi Sufahriadi.

Jum'at, 29/07/2016 10:30 0

Profil

Mengenal Nama Sebenarnya Al-Jaulani dan Wajah Tanpa Penutup

Abu Muhammad Al-Jaulani tampil pada kondisi anonimitas dan dalam pertemuan dengan wajah tertutup. Al-Jaulani melarang fotografi tanpa izin darinya. Namun tidak demikian pada pembentukan Jabhah Fath Syam Kamis 28 Juli 2016.

Jum'at, 29/07/2016 09:43 0

Indonesia

Hizbut Tahrir Harapkan Rekonsiliasi Erdogan-Gulen

Hizbut Tahrir menyayangkan perseteruan yang terjadi antara Recep Tayyip Erdogan dan dan Fethullah Gulen. HT menilai harus dilakukan rekonsiliasi antara keduanya.

Kamis, 28/07/2016 20:40 0

Indonesia

Begini Tanggapan Resmi HTI Terkait Kudeta Turki

Ismail juga mengungkapkan sikap Hizbut Tahrir terhadap pemerintahan Erdogan. Dia menerangkan bahwa pihaknya memiliki dua sikap terhadap presiden yang juga pemimpin partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Turki.

Kamis, 28/07/2016 18:27 0

Indonesia

Bukan Pertahanan dan Keamanan, Menurut Habibie Ketenteraman yang Terpenting

Presiden pengganti Soeharto ini menyoroti langkah-langkah yang diterapkan dalam tindakan pengamanan. Aksi yang selalu mengedepankan penangkapan dan penembakan tak boleh terjadi. Menurutnya, ketenteramanlah yang harus diutamakan.

Kamis, 28/07/2016 17:50 0

Rohah

Khusnul Khatimah Umar bin Abdul Aziz

'Marthad, tinggalkan diriku! Demi Allah, saya melihat sesuatu yang bukan manusia, bukan pula jin!'

Kamis, 28/07/2016 17:00 0

Close