... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Serangan Rapih Al-Qaidah dan Sekutunya Sasar Basis Militer di Mali

KIBLAT.NET, Nampala – Sejak AS dilaporkan meningkatkan latihan perang dengan militer negara-negara Afrika sebagai sekutu lokal Washington melawan kelompok-kelompok perlawanan anti-penjajahan yang dimotori para pejuang Islamis-Jihadis, militer negara-negara Afrika kerap menjadi sasaran serangan. Dalam serangan baru-baru ini menargetkan basis militer Mali di bagian selatan negara itu, para pejuang berhasil menewaskan sedikitnya 17 tentara dan melukai 30 tentara lainnya. Selama terjadinya serangan yang diklaim dilakukan oleh dua kelompok yang berbeda ini juga menyebabkan pihak militer kehilangan banyak senjata dan kendaraan mereka.

Pada hari Selasa (19/07), sebuah serangan terkoordinasi dilancarkan dengan menargetkan basis militer Mali di Nampala dekat perbatasan dengan Mauritania. Sejumlah sumber dari pejabat Mali mengatakan, basis militer mereka diserang dari berbagai arah. Di samping itu, sebuah serangan kedua terjadi ketika para pejuang jihadis menyergap konvoi pasukan Mali yang mencoba kabur menuju kota terdekat, Diabaly. Tidak lama kemudian, basis militer di Nampala jatuh ke tangan pejuang yang tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menguras habis senjata dan amunisi termasuk beberapa kendaraan militer. Setelah para militan pergi, pasukan pemerintah Mali datang dan mengambil alih kembali basis mereka.

Dalam laporan awal, seperti dilansir longwarjournal.org, serangan tersebut diklaim oleh dua kelompok yang berbeda. Yang pertama adalah Aliansi Nasional Etnis Peul atau ANSIPRJ (National Alliance for the Protection of the Peul Identity and the Restoration of Justice) sebuah milisi kesukuan etnis Fulani – atau Peul – yang baru saja dibentuk sebulan yang lalu. Kedua, kelompok Ansharuddin yang merupakan bagian dari jaringan international al-Qaidah juga dilaporkan merilis pernyataan bahwa Katibah Macina yang berada dibawahnya adalah pelaku serangan tersebut. Lebih lanjut, Ansharuddin menyatakan bahwa pasca serangan pasukannya meninggalkan basis militer tentara Mali dengan membawa ghaninah persenjataan dan sejumlah kendaraan.

BACA JUGA  Perdana Menteri Sipil Pertama Sudan Umumkan Kabinet Masa Transisi

Para militan jihadis diduga pergi menuju ke hutan Wagadou yang persis berada di tengah perbatasan antara Mali dan Mauritania. Hutan Wagadou dikenal sebagai basis utama sekaligus basis operasi al-Qaidah di Mali. Pada tahun 2011, belantara Afrika ini sempat dikepung oleh pasukan gabungan Mali & Mauritania untuk mengusir pejuang-pejuang al-Qaidah, namun diakui oleh para pejabat Mali dalam beberapa tahun terakhir ini kembali terjadi peningkatan aktifitas para jihadis di kawasan hutan tersebut.

Selain milisi ANSIPRJ dan kelompok jihadis Ansharuddin, para pejabat Mali menyatakan bahwa cabang al-Qaidah di Afrika Barat (AQIM) juga terlibat dalam serangan terhadap basis militer mereka. Reuter melaporkan bahwa seorang juru bicara militer Mali mengatakan, al-Qaidah cabang Afrika Barat (AQIM) melakukan serangan dari arah utara, Katibah Macina di bawah  struktur Ansharudddin – yang juga afiliasi al-Qaidah – menunggu di luar kota untuk mencegat melalui operasi ambush terhadap pasukan bantuan, sementara milisi etnis Peul/Fulani menyerang dari arah selatan.

Koordinasi antar kelompok untuk melancarkan serangan gabungan hingga pada level seperti itu memang belum terkonfirmasi, namun melihat skenario yang begitu rapi kemungkinan besar memang direncanakan dengan baik. Realita baru tentang milisi kesukuan seperti ANSIPRJ terutama terkait bagaimana sebuah kelompok yang baru dibentuk bisa melakukan koordinasi/kerjasama secara lebih luas dengan kelompok-kelompok yang lebih kuat adalah masuk akal. Karena angota-anggota Katibah Macina – Ansharuddin sendiri terdiri dari etnis Fulani, etnis yang sama dengan ANSIPRJ sehingga sangat membantu dalam berkoordinasi. Sebelumnya, pada tahun 2015 yang lalu, AQIM juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan basis militer di Nampala menewaskan 7 tentara. Hingga saat ini AQIM masih terus beroperasi di wilayah perbatasan dengan Mauritania.

BACA JUGA  Uni Afrika Cabut Penangguhan Keanggotaan Sudan

Jika keterlibatan al-Qaidah dengan serangan pada hari Selasa (19/07) kemarin di Nampala – Mali terkonfirmasi, berarti selama tujuh bulan pertama 2016 ini al-Qaidah sudah tercatat melakukan sedikitnya 130 kali serangan  di Mali dan wilayah Afrika Barat lainnya, baik serangan mandiri maupun terkoordinasi dengan kelompok-kelompok lain. Sementara kalau dihitung dari tahun 2014, serangan-serangan al-Qaidah sudah mencapai lebih dari 270 kali di wilayah Afrika Barat yang sebagian besarnya terjadi di bagian utara Mali.

Reporter: Yasin Muslim
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rohah

Surat dari Abu Zubaidah “Meskipun Mereka Menyiksaku…”

Jika membela agama, keluarga, kehormatan, tanah, dan harta dianggap teroris, maka biarlah seluruh dunia menjadi saksi bahwa saya adalah teroris.

Jum'at, 22/07/2016 19:30 0

Indonesia

Kunjungi Ngruki, Pansus Revisi UU Terorisme Dapat 12 Catatan Ini

Tim Pansus Revisi UU Anti-Terorisme, Kamis (21/07), menyambangi Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki. Kunjungan singkat ini dalam rangka melakukan studi lapangan terkait revisi UU terorisme

Jum'at, 22/07/2016 11:31 0

Indonesia

Kunker ke Poso, Ini Aspirasi yang Didapat Pansus RUU Terorisme

Sekitar 50 orang undangan terdiri dari aparat pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh Pemuda Poso hadir dalam pertemuan bersama Pansus RUU Terorime. Acara diselenggarakan di Gedung Torulemba dimulai sekitar pukul 14.30 WITA kemarin (21/7).

Jum'at, 22/07/2016 09:15 0

Indonesia

Sambangi Poso, Pansus RUU Terorisme Temui Pemda dan Tokoh Masyarakat

Pansus RUU Terorisme mengadakan kunjungan kerja ke Poso kemarin (21/7). Dalam kunjungan tersebut, Pansus yang dipimpin langsung oleh ketuanya, H. Muhammad Syafii, SH, M. Hum itu bertemu dengan aparat Pemda, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda se-Kabupaten Poso.

Jum'at, 22/07/2016 08:19 0

Indonesia

Usai Muktamar Wahdah Islamiyah Ingin Perluas Kontribusi di Nusantara

KIBLAT.NET, Jakarta – Muktamar III Wahdah Islamiyah telah berakhir, Rabu (20/07) petang. Pengurus organisasi tersebut...

Rabu, 20/07/2016 22:08 0

Indonesia

Inilah Pengurus Wahdah Islamiyah Hasil Muktamar III

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemilihan pengurus menjadi salah satu agenda utama Muktamar III Wahdah Islamiyah. Ustadz...

Rabu, 20/07/2016 20:49 0

Analisis

Respon Ankara atas Kegagalan Kudeta Militer di Turki Cemaskan Kaum Sekuleris

KIBLAT.NET, Ankara – Operasi pembersihan terhadap para tentara/personil militer dan pejabat-pejabat lainnya pasca kegagalan kudeta...

Rabu, 20/07/2016 17:15 0

Indonesia

Muktamar III Wahdah Islamiyah Terapkan Screening Barcode Bagi Peserta

"Kami berharap di muktamar mendatang akan dapat diterapkan teknologi yang lebih mutakir," ujar Hasmar.

Rabu, 20/07/2016 17:13 0

Rohah

Kisah Seorang Syaikh Tua yang Terdzalimi

KIBLAT.NET – Selama Jamal Abdul Nasir menjadi presiden di Mesir, seorang Syaikh berusia 80 tahun bernama...

Rabu, 20/07/2016 14:28 0

Indonesia

Satgas Tinombala Masih Buru Sisa DPO Jaringan Santoso

KIBLAT.NET, Poso – Pasca kontak tembak dengan Santoso, Tim Alfa 29 Raider beserta tim lain...

Rabu, 20/07/2016 13:40 0

Close