... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ketua Pansus RUU Terorisme: Kenapa Santoso Dicap Teroris Sementara Papua yang Ingin Merdeka Bukan Teroris?

Foto: Muhammad Syafii, anggota DPR RI Komisi III

KIBLAT.NET, Poso – Ketua Pansus Revisi Undang-undang (RUU) Tindak Pidana Terorisme DPR-RI, Muhammad Syafii menegaskan definisi teroris dan terorisme masih belum jelas. Menurutnya, saat ini RUU Tindak Pidana Teroris sudah dirancang namun mencapai jalan buntu untuk dijadikan undang-undang ketika definisi kata teroris belum jelas .

“Kita ingin undang-undang itu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Karena itu semua pasal yang ada di situ arahnya harus melindungi bangsa. Tidak kemudian seperti rancangan RUU Tindak Pidana Terorisme ini, tidak ada definisinya apa itu teroris,” kata Syafii kepada wartawan di gedung Torulemba, Poso pada Kamis (21/07/2016).

Syafii mencontohkan, jika seseorang ingin membantu orang Filipina memerdekakan diri dari Filipina, maka dalam definisi saat ini seseorang tersebut bisa disebut sebagai teroris.

“Tapi, jika Anda menghasut negara ini supaya merdeka misalnya di Poso ini, Anda minta bantuan asing (untuk) dikasih senjata, dikasih uang, Anda tidak disebut teroris. Itukan tidak melindungi bangsa malah melindungi bangsa lain. Itu menurut saya. Nah ini yang harus kita luruskan dengan RUU ini,” tegasnya.

Syafii juga mengatakan kenapa Santoso dicap teroris sementara Papua yang ingin merdeka tidak dicap teroris. Ia menyampaikan bahwa Santoso menjadi besar karena dibesar-besarkan oleh media. Sehingga, bahaya Santoso ini seolah-olah bahayanya lebih besar dari Papua yang mau merdeka. Padahal di Poso kondisinya sangat aman dan kondusif.

BACA JUGA  Tewaskan 20 Orang, Pelaku Penembakan Massal di Texas Tulis Manifesto Rasis

 

Reporter: Ahmad Sutedjo
Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

2 comments on “Ketua Pansus RUU Terorisme: Kenapa Santoso Dicap Teroris Sementara Papua yang Ingin Merdeka Bukan Teroris?”

  1. sugeng supriyanto

    Pertama, mari kita lihat dengan kepala dingin, apa beda insurjensi (pemberontakan) dengan terorisme. OPM jelas organisasi insurjen. Mereka secara terbuka berbicara kepada NKRI dan dunia internasional, kami ingin melepaskan diri dari NKRI. Kami ingin merdeka.
    Wilayah perjuangan mereka jelas, Papua. Gerakan mereka juga jelas dan nyata, baik gerakan politik maupun gerakan militer. OPM memiliki sayap militer bernama Tentara Pembebasan Nasional Papua. Pimpinannya jelas. Saat gerilyawan-gerilyawan mereka memasang perangkap atau menghadang iring-iringan TNI, dalam sudut pandang mereka, itu adalah perang gerilya. Begitu pula dari sudut pandang TNI. Mereka tengah menghadapi perang gerilya sehingga harus melancarkan operasi kontra gerilya. Sangat jernih, sangat jelas. Korban yang berjatuhan dikedua belah fihak dipicu oleh permasalahan yang jelas. Tak pernah status teroris dilabelkan kepada mereka, baik oleh Jakarta maupun dunia internasional.
    Kedua, rengekan bahwa jika orang Islam yang mengangkat senjata, langsung dicap sebagai teroris. Benarkah?. Saya jawab, tidak benar. Buktinya, insurjensi di Aceh kemarin. Gerakan Aceh Merdeka atau GAM juga melakukan hal yang persis sama dengan OPM.Mereka secara terbuka berbicara kepada NKRI dan dunia internasional, kami ingin melepaskan diri dari NKRI. Kami ingin merdeka.
    Wilayah perjuangan mereka jelas, Aceh. Gerakan mereka juga jelas dan nyata, baik gerakan politik maupun gerakan militer. GAM memiliki sayap militer bernama Teuntara Neugara Atjeh. Pimpinannya jelas. Saat gerilyawan-gerilyawan mereka memasang perangkap atau menghadang iring-iringan TNI, dalam sudut pandang mereka, itu adalah perang gerilya. Begitu pula dari sudut pandang TNI. Mereka tengah menghadapi perang gerilya sehingga harus melancarkan operasi kontra gerilya. Sangat jernih, sangat jelas. Korban yang berjatuhan dikedua belah fihak dipicu oleh permasalahan yang jelas. Dan tak pernah juga status teroris dilabelkan kepada mereka, baik oleh Jakarta maupun dunia internasional.
    Ketiga, isu terorisme. Aksi teror mulai marak di Indonesia saat terjadi serangkaian ledakan bom di berbagai kota pada Desember 2002 lalu. Belakangan terungkap, pelakunya adalah jaringan Imam Samudra dan kawan-kawan. Konon dibelakangnya ada organisasi bernama Jamaah Islamiyah. Sebuah organisasi bawah tanah, pimpinannya tidak jelas, tidak pernah pula mendeklarasikan apa yang dimauinya secara terbuka, baik kepada NKRI maupun dunia internasional. Namun mereka melakukan serangan bom bunuh diri di berbagai tempat di negara ini. Korbannya?. Silakan cari data statistiknya, sebagian terbesar adalah warga sipil yang tidak ada urusannya dengan mereka. Lalu dengan cara bagaimana musti menghadapi orang-orang bersenjata, yang menganggap seluruh wilayah negara sebagai kawasan peperangannya?.

  2. ACUL

    korban TNI/Polri yg dibunuh oleh OPM berpuluh2 kali lipat jumlah korban Santoso

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Kudeta yang Gagal Muluskan Langkah Turki Menuju Sistem Islam?

Gelora semangat kaum Islamis yang semakin meningkat telah berpengaruh pada kehidupan sosial di Istanbul.

Sabtu, 23/07/2016 14:00 2

Suriah

Oposisi Minta Koalisi AS Hentikan Serangan Udara di Suriah

Melihat hal itu Presiden Koalisi Nasional kelompok oposisi Suriah, Anas al-Abdah menyerukan agar serangan udara pasukan koalisi dihentikan, dan meminta peristiwa itu diselidiki.

Sabtu, 23/07/2016 13:15 0

Suriah

Bashar Assad Tuding Erdogan Eksploitasi Kudeta Turki

Assad menambahkan bahwa hal ini berbahaya bagi Turki dan negara-negara di sekitarnya.

Sabtu, 23/07/2016 12:30 0

Rohah

Dipenjara 15 Tahun Karena Mengatakan : Takutlah kepada Allah!

“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kebenaran kepada penguasa yang zalim.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Sabtu, 23/07/2016 11:45 0

Palestina

Qatar Tanggung Gaji Seluruh Pegawai di Gaza Bulan Ini

KIBLAT.NET, Gaza – Pemerintah Qatar mengumumkan akan menanggung gaji bulanan seluruh pegawai pemerintah di Jalur...

Sabtu, 23/07/2016 10:47 0

Rusia

Lagi, Tentara Rusia Tewas di Suriah

Dengan demikian, jumlah tentara Rusia yang tewas di Suriah berdasarkan pengumuman resmi bertambah menjadi 14 tentara. Di saat yang sama, berbagai informasi mengatakan bahwa puluhan tentara tidak resmi asal Rusia juga tewas di Suriah.

Sabtu, 23/07/2016 09:45 0

Video Kajian

Jangan Ada Ragu Dalam Imanmu! [Ust. Abu Harits, Lc.]

KIBLAT.NET – Berikrar syahadat membutuhkan sebuah keyakinan. Yakin dengan semua janji Allah, yakin dengan segala...

Sabtu, 23/07/2016 09:20 0

Suriah

Aktivis Suriah Manfaatkan Demam Game Pokemon Go untuk Kampanye Kemanusiaan

KIBLAT.NET, Damaskus – Demam game Pokemon Go yang melanda masyarakat dunia akhir-akhir ini juga dimanfaatkan...

Sabtu, 23/07/2016 08:52 0

Afrika

Serangan Rapih Al-Qaidah dan Sekutunya Sasar Basis Militer di Mali

KIBLAT.NET, Nampala – Sejak AS dilaporkan meningkatkan latihan perang dengan militer negara-negara Afrika sebagai sekutu...

Sabtu, 23/07/2016 08:17 0

Amerika

Putaran Pembicaraan Damai Suriah Kembali Akan Digelar

“Kami berupaya mencari tanggal yang pas di bulan Agustus untuk melanjutkan pembicaraan antara pihak-pihak Suriah di Jenewa,” kata de Mistura sebelum menggelar pertemuan dengan Menlu Jerman, seperti dilansir Reuters Arabic.

Sabtu, 23/07/2016 07:58 0

Close