... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kunjungi Ngruki, Pansus Revisi UU Terorisme Dapat 12 Catatan Ini

Foto: Sekretaris ISAC, Endro Sudarsono (kiri) memberikan surat catatan kepada anggota Pansus Revisi UU Terorisme, Nasir Jami (kanan).

KIBLAT.NET, Solo – Tim Pansus Revisi UU Anti-Terorisme, Kamis (21/07), menyambangi Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki. Kunjungan singkat ini dalam rangka melakukan studi lapangan terkait revisi UU terorisme.

Endro Sudarsono, Sekertaris Islamis Study and Action Centre (ISAC), yang mendampingi pihak Ponpes Ngruki mengatakan bahwa rombongan Tim Pansus diwakili Syaiful Bahri Anshori dari PKB, Nashir Jamil dari PKS, Asrul Sani dari PPP dan Dzaki Syirad dari Golkar. Selain itu, pertemuan ini juga dihadiri Wakapolres Sukoharjo, Kapolsek Grogol, Jajaran Kodim Sukoharjo, Danramil Grogol, Sekretariat Pansus, Camat Grogol dan terlihat sebagian dari pemkot Surakarta.

Dalam kunjungan kurang lebih satu setengah jam itu, Endro yang juga mewakili ISAC menyampaikan 12 catatan untuk tim Pansus Revisi UU Terorisme DPR RI:

Pertama: Utamakan pendekatan persuasif dengan mengetahui latar belakangan atau akar persoalan.
Persoalan umum:
a. Ketidakadilan
b. Pendzaliman
c. Politik
d. Ekonomi
e. Rekayasa (pesanan asing)

Kedua: Jika terpaksa penindakan maka asas praduga tak bersalah dikedepankan, hindari:
a. Penyiksaan
b. Pembunuhan
c. Intimidasi
d. Upaya mematikan

Ketiga: Batasi persoalan hanya pada terduga yang terlibat saja, dan barang bukti yang terkait saja, jangan sampai membias pada orang lain atau barang bukti lain yang kontra produktif dengan penindakan terhadap terduga. Seringkali Al-Quran digunakan Barang Bukti tanpa ada relevansinya

Keempat: Jangan kriminalisasi dan stigma agama sebagai peran pendukung atau ciri ciri teroris yang berdampak penilaian negatif terhadap Densus;
Misal, ciri terduga teroris:
a. Berjenggot
b. Celana cengkrang
c. Rajin ke masjid
d. Barang bukti Al-Quran
e. Barang bukti bendera tauhid
f. Pesantren sarang teroris

BACA JUGA  Pemerintah Butuh Dana Rp 300 Triliun Jika Terapkan Lockdown

Kelima: Berikan prosedur penangkapan, penggeledahan dan penyitaan yang benar, cepat dan tepat. Hindari perilaku yang tidak perlu seperti:
a. Anak dibawah umur
b. Perlakuan kasar terhadap istri atau keluarga lain

Keenam: Waktu 7×24 jam sering terjadi penganiayaan bahkan hingga terjadinya kematian

Ketujuh: Kasus yang melibatkan WNI yang pulang keluar negri hanya bisa dimintai keterangan bagi yang diduga melanggar tindak pidana dan dikuatkan dengan 2 alat bukti yang cukup

Kedelapan: Korban salah tangkap harus diperhatikan hal:
a. Permintaan maaf
b. Rehabilitasi
c. Kompensadi

Kesembilan: Setiap jenazah terduga teroris disegerakan pemakaman dengan diserahterimakan ke keluarga dalam keadaan jenazah siap sudah dimandikan dan dikafani. Jenazah tidak boleh ditelantarkan

Kesepuluh: Densus harus membebaskan tersangka memilih penasihat hukum, bukan pengacara paket dari polisi

Kesebelas: Oknum Densus yang melakukan penganiayaan ataupun turut serta terlibat dalam hilangnya nyawa seseorang harus diberi sanksi atau diproses hukum, kecuali mengancam atau melawan aparat

Keduabelas: Densus 88 sering melakukan target operasi terorisme sebagian pada aktivis muslim, sedangkan OPM tidak diperlakukan sebagaimana kasus terorisme padahal banyak yang membunuh TNI dan Polri.

Reporter: Taufiq Ishak
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Bukan Anak-Anak, Ini Identitas Tawanan yang Disembelih Oknum Nurudin Zanky

tawanan yang dieksekusi itu bukan bocah sebagaimana disangkakan media. Dia adalah pasukan rezim berumur 19 tahun. Hal itu berdasarkan kartu tanda pengenal yang dikeluarkan Dinas Intelijen Udara Suriah, yang didapatkan di sakunya.

Jum'at, 22/07/2016 10:03 0

Rusia

AS, Rusia dan PBB Kembali Bertemu Susun Rencana untuk Suriah

KIBLAT.NET, Moskow – Pemerintah Moskow, Kamis (21/07), mengumumkan bahwa Jenewa akan menyaksikan kembali pertemuan para...

Jum'at, 22/07/2016 08:58 0

Afrika

Tiga Pasukan Khusus Perancis Tewas di Libya

KIBLAT.NET, Tripolli – Tewasnya tiga anggota pasukan khusus Perancis di Libya pekan ini mengungkap kerja...

Jum'at, 22/07/2016 08:15 0

Turki

Erdogan Terapkan Keadaan Darurat Selama Tiga Bulan

Keadaan darurat memungkinkan presiden dan kabinet untuk mengabaikan parlemen ketika menyusun undang-undang baru dan untuk membatasi atau menangguhkan hak dan kebebasan. Recep Tayyip Erdogan berjanji bahwa semua virus dalam angkatan bersenjata akan dibersihkan. Ribuan orang telah ditangkap atau dipecat sejak kudeta gagal

Jum'at, 22/07/2016 06:07 0

Turki

Erdogan: Kesalahan Besar Jika AS Tak Mengekstradisi Gulen

Erdogan mengaskan bahwa pihaknya memberikan semua bukti atas keterlibatan Gulen dalam kudeta

Kamis, 21/07/2016 21:06 0

Suriah

Milisi Kurdi Ultimatum Pasukan ISIS Keluar dari Manbij dalam 48 Jam

Milisi Kurdi mengultimatum ISIS setelah koalisi Amerika Serikat membombardir Manbij

Kamis, 21/07/2016 20:09 0

Wilayah Lain

Pemerintah Jepang Khawatirkan Game Pokemon Go

Adanya sejumlah kecelakaan dan perampokan terkait game itu membuat pemerintah Tokyo khawatir

Kamis, 21/07/2016 19:15 1

Amerika

Perwira Pasukan Koalisi AS Ditemukan Tewas di Abu Dhabi

Departemen Pertahnan AS (Pentagon) melaporkan bahwa perwira muda itu ditemukan tewas misterius pada Senin lalu di sebuah hotel di Abu Dhabi, tempatnya menginap.

Kamis, 21/07/2016 14:01 0

Afghanistan

Serangan Taliban Kembali Meningkat

“Mereka berhasil memasuki gedung-gedung pemerintahan,” ujarnya.

Kamis, 21/07/2016 13:05 0

Suriah

Nurudin Zanki: Pembunuh Anak Kecil di Aleppo Adalah Oknum

“Perbuatan seperti ini tidak dapat diterima baik itu perintah dari anggota gerakan atau dari faksi lain,” tegas Abdul Razaq.

Kamis, 21/07/2016 10:44 2

Close