Tiga Bulan Lagi Perancis Berjanji Akhiri Intervensi Militernya di Afrika Tengah

KIBLAT.NET, Paris – Perancis berniat akan mengakhiri misi militernya di Republik Afrika Tengah pada bulan Oktober. Hal tersebut diumumkan oleh Presiden Perancis, Francois Hollande pada Rabu (13/07/2016) lalu.

“Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian akan pergi ke Republik Afrika Tengah pada Oktober mendatang untuk secara resmi mendeklarasikan akhir Operasi Sangaris,” kata Hollande pada sebuah acara resepsi di kementerian pertahanan seperti dikutip World Bulletin.

Operasi Sangaris diluncurkan pada Desember 2013 silam, sebagai operasi yang diklaim untuk memadamkan kekerasan antara milisi Kristen dan Muslim yang menewaskan ribuan orang dan membuat setengah juta orang mengungsi.

Tidak diketahui pasti motif penarikan pasukan tersebut. Tetapi yang perlu diketahui, pada mulanya Perancis menempatkan lebih dari 2.000 tentara. Jumlah tersebut terus berkurang menjadi 350 tentara pada bulan Juni.

PBB telah mengirimkan pasukan penjaga perdamaian yang dikenal sebagai MINUSCA, terdiri lebih dari 12.000 polisi dan tentara asing, serta lebih dari 500 staf sipil asing di negara tersebut.

Menurut badang pengungsi PBB, kondisi negara tersebut dilaporkan tidak stabil karena kekerasan sejak pertengahan Juni, yang menyebabkan sekitar 6.000 orang mengungsi ke negara tetangga Chad dan Kamerun.

Presiden Afrika Tengah, Faustin-Archange Touadera, yang mulai menjabat pada Maret lalu masih memperingatkan bahwa negaranya masiih “dalam bahaya,” dengan seluruh daerah dikendalikan oleh kelompok-kelompok bersenjata.

Reporter : Ibas Fuadi
Sumber : World Bulletin

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat