AS Bersorak Atas Gugurnya Pemimpin Senior Taliban Pakistan Umar Naray

KIBLAT.NET, Karachi – Amerika Serikat bersorak atas pembunuhan tokoh militan Pakistan di Afghanistan yang dituding sebagai dalang pembunuhan lebih dari 140 orang di sebuah sekolah Pakistan pada tahun 2014.

AS menganggap gugurnya pemimpin senior Tehreek-e-Taliban Pakistan, Umar Naray alias Khalifah Umar Mansur telah meningkatkan harapan kedua negara mengakhiri dinginnya hubungan diplomatik Afghan-Pakistan.

Kepala operasi AS di Afghanistan, Jenderal John Nicholson, secara pribadi menelepon Kepala Angkatan Darat Pakistan Raheel Shareef, pada Rabu, (13/07) mengkonfirmasi pembunuhan Umar Narai, seorang pemimpin senior Pakistan Tehreek-e-Taliban (TTP).

“Ini bisa menjadi langkah maju, menurut pendapat saya, dalam hal meningkatkan hubungan tegang Islamabad tidak hanya dengan Kabul tapi Washington juga,” ujar analis politik dan keamanan Abdul Khaliq Ali yang berbasis di Karachi, seperti dilansir dari Anadolu Agency.

Nicholson menyatakan penargetan militan TTP yang beroperasi di Afghanistan merupakan permintaan lama Pakistan. Ia juga yakin perkembangan terbaru pasti akan bekerja untuk meruntuhkan defisit kepercayaan antara tiga sekutu (AS-Pakistan-Afghanistan).

Ketidakpercayaan telah berakar pada tuduhan saling mensponsori militan di negara masing-masing dan semakin diperdalam ketika pemimpin Taliban Afghanistan Mullah Akhtar Mansoor terbunuh akibat serangan pesawat tak berawak AS di wilayah Pakistan pada bulan Mei 2016. (Baca juga: Taliban Benarkan Mullah Akhtar Gugur dan Angkat Pemimpin Baru)

Pakistan sedang memediasi putaran pertama pembicaraan damai langsung antara Taliban Afghanistan dan pemerintah di Kabul. Pembicaraan damai itu sempat terhenti ketika Amir Taliban Mullah Muhammad Omar rahimahullah meninggal dunia.

 

Reporter: Bunyanun Marsus
Sumber: Worldbulletin

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat