... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Bantahan Ilmiah Teori Konspirasi Flat Earth: Let’s Do The Math (Bag.4)

Foto: Teori Bumi Datar

Ini adalah artikel lanjutan | Baca tulisan sebelumnya
Bantahan Ilmiah Teori Konspirasi Flat Earth: Keping-keping Sains (Bag.3)

KIBLAT.NET – Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, teori Flat Earth kembali diperbincangkan oleh publik Indonesia (termasuk aktivis Islamnya) melalui forum-forum di dunia maya. Bahkan, video-video konspirasi bumi datar yang diunggah di Youtube jadi pembicaraan hangat di media sosial.

Tak tanggung-tanggung, pendukung teori Flat Earth menyuguhkan 10 argumen yang kesannya ilmiah untuk meyakinkan orang bahwa bumi tidak berbentuk bulat. Alih-alih menyajikan eksperimen ilmiah, serial video tersebut malah kebanyakan menyuplik sumber dari google dan potongan adegan film yang mendukung teori konspirasi.

Untuk mendudukkan masalah ini, Kiblat.net akan menyajikan bantahan ilmiah terhadap teori Flat Earth yang ditulis oleh Muhammad Mahfuzh Huda, yang sedang menempuh gelar Master di bidang studi Simulasi Molekular (Kimia) di Okayama University, Jepang. Tulisan ini diambil dari blog pribadi yang dikelolanya di alamat mystupidtheory.com dengan seizin dan sepengetahuan yang bersangkutan. Selamat membaca!!


Nah kali ini, aku akan mencoba menjelaskan beberapa penjelasan ilmiah yang akan menjawab apakah teori bumi datar itu adalah fakta atau hanyalah konspirasi HOAX? Kalau kalian baru mengikuti tema Flat Earth Theory ini, silahkan baca part 1, part 2 dan part 3 terlebih dahulu.

Kalau kata Neil Grease Tyson, “If you want to see the fact, let’s do the math”. Tulisan ini terutama akan memberikan kritik dan masukan terhadap video ke 4 di channel ini:

Jarak Bumi dan Bulan

Dalam video tersebut telah dijelaskan bahwa jarak dari bulan ke bumi telah diukur oleh ilmuwan zaman Yunani kuno dengan memanfaatkan gerhana bulan. Untuk memahami teknik ini, awalnya aku kesulitan, tapi akhirnya paham, ini sebuah penerapan teori matematika sederhana (dipelajari di SMP). Silahkan baca: Bagaimana Mengukur Jarak Bulan ke Bumi.

Pertanyaan pertama yang dimunculkan ialah kenapa data jarak antara bumi dan bulan hanya berdasar pada perhitungan ilmuwan Yunani Kuno? Mengapa NASA tidak melakukan perhitungannya sendiri?

Jawabannya sangat sederhana, karena ini sains! Ada sebuah kutipan yang mengatakan “The first time you do something, it’s science. The second time, it’s engineering.” (Artinya: Pertama kali kau melakukan sesuatu itulah sains. Kedua kalinya, itu rekayasa/tekhnik).

Perhitungan yang populer tentang jarak bulan-bumi yang paling populer memang berdasarkan kalkulasi ilmuwan Yunani Kuno. Sama seperti ketika Joseph Priestley menemukan oksigen tetapi namanya tidak tercatat karena Carl Wilhelm Scheele telah mempublikasikan temuannya tentang oksigen setahun lebih dahulu.

Karena memang mereka yang pertama kali melakukannya. Apakah NASA dengan peralatannya yang canggih bisa melakukannya? Bisa! NASA melakukan perhitungan jarak bumi-bulan dengan memanfaatkan pantulan gelombang ketika ditembakkan ke bulan. Data yang diperoleh oleh NASA jika dibandingkan dengan perhitungan yang dilakukan oleh ilmuwan Yunani kuno hanya berbeda 10% (ini hasil yang luar biasa akurat jika mengingat mereka tidak menggunakan peralatan yang kompleks).

Dalam video, dikatakan bahwa asumsi dasar bahwa bayangan yang menutupi bulan itu adalah bayangan bumi merupakan asumsi yang keliru (salah). Tetapi, satu-satunya penjelasan kenapa asumsi dianggap salah ialah: “Karena ilmuwan NASA masih menggunakan Siklus Saros untuk menentukan kapan terjadinya gerhana.”

Prediksi Gerhana dan Siklus Saros

Pertanyaan paling sederhana yang muncul di pikiranku ketika mendapat informasi bahwa NASA menggunakan Siklus Saros untuk menentukan waktu terjadinya gerhana ialah : Apa itu Siklus Saros? Bagaimana cara NASA menggunakan Siklus Saros?

Pasti ketika melihat di video, kalian merasa kalau Siklus Saros ini adalah catatan Yunani yang berisi kapan gerhana terjadi? Iya sama, aku juga gitu. Karena memang pembuat video berusaha mengarahkan agar yang menonton berpikir seperti itu. Seolah-olah siklus saros itu seperti tabel perkalian yang hanya cukup melihat kita sudah tahu hasilnya.

Ternyata Siklus Saros merupakan sebuah siklus gerhana bulan yang dibuat oleh astronom Edmund Halley. Penggunaan nama Saros sendiri digunakan Edmund Halley karena dia membaca Souda (Ensiklopedia Bizantium), ia mengira bahwa siklus yang ia gunakan ini sama persis dengan saros dalam ensiklopedia tersebut. Ini dijelaskan dalam artikel ini –> http://www.astronoo.com/en/articles/eclipse-saros-cycle.html.

Jadi siklus Saros bukan sebuah catatan tentang kapan terjadinya gerhana, tetapi merupakan siklus gerhana dalam 18 tahun 11 hari dan 8 jam yang dihitung dan dipetakan oleh ilmuwan Edmund Halley (1656-1742).

Siklus Saros

Siklus Saros

Siklus Saros sendiri hanya mampu memperkirakan waktu terjadinya gerhana bulan, tidak mampu menentukan lokasi terjadinya. Jika berbicara dalam ruang 3 dimensi, maka mungkin kita bisa tahu waktu terjadinya, tetapi kalau kita tidak tahu tempat terjadinya? Ada sebanyak tak terhingga kemungkinan akan lokasi teramatinya gerhana di bumi.

Tetapi dengan kemampuan dan teknologi yang dimiliki oleh NASA puluhan tahun yang lalu, gerhana bulan dan gerhana matahari dapat diprediksi waktu dan tempatnya dengan sangat tepat.

Nah.. Yang perlu digaris bawahi ialah, fakta bahwasanya dalam Siklus Saros tidak terdapat prediksi tempat terjadinya gerhana, tetapi NASA mampu melakukan perhitugan kapan dan dimana terjadinya gerhana tersebut. Artinya apa? Asumsi dan seluruh perhitungan yang dilakukan oleh NASA ialah benar, karena memang mampu menghitung titik tepat dimana kita bisa menyaksikan gerhana, baik itu gerhana bulan dan gerhana matahari. Sekarang apa Flat Earther bisa menghitung kapan terjadinya gerhana dan titik mana di peta yang bisa menyaksikan gerhana?

Selanjutnya, kalau kita pelajari secara seksama fakta bahwa ilmuwan bisa menentukan waktu terjadinya gerhana tidak ada hubungannya dengan perhitungan jari-jari bumi. Jadi gerhana matahari dan bulan hanyalah sebuah alat untuk melakukan pengukuran jarak bulan sama seperti pada pembuktian Teori Relativitas Einstein yang menggunakan gerhana matahari. Seperti penjelajah masa lalu yang hanya dengan melihat gugus bintang bisa menentukan posisinya secara tepat.

Jadi kalau diminta dari semua data jarak matahari, bulan, bumi beserta diameternya untuk mendapatkan angka pada Siklus Saros yaitu 18 tahun, 11 hari dan 8 jam tidak akan diperoleh, tetapi dengan data tersebut bisa diperoleh letak (titik geografis) di mana akan terjadi gerhana bulan dan matahari.

Matahari Itu Dekat (Flat Earth Reality)

Penjelasan tentang matahari itu dekat yang didasari oleh sinar matahari yang menembus awan itu menyebar, sangat menarik menurutku. Karena ini adalah fenomena yang “kimia banget”. (Mahfuzh Huda adalah mahasiswa pascasarjana bidang molekular kimaia di Okayama University, red).

Kenapa matahari yang menembus awan itu menyebar? Dalam video dijelaskan bahwa para ahli (yang menganggap bumi bulat) mengatakan hal ini karena atmosfer bumi. Kemudian pembuat video menarik kesimpulan bahwa ini tidak masuk akal karena pasti atmosfernya bumi cekung, maka sinar yang datang akan semakin difokuskan.

Baiklah, kalau membayangkan bahwa atmosfer bumi itu merupakan kaca yang melindungi bumi, maka sinar matahari yang masuk ke atmosfer bumi akan menjadi lebih fokus (bukan menyebar). Tetapi apakah ada ilmuwan yang mengatakan kalau atmosfer kita adalah kaca? Tidak! Atmosfer bumi merupakan gas yang didominasi oleh Nitrogen, Argon, Oksigen, dan Karbondioksida.

Peristiwa ketika cahaya matahari menembus awan dan sinarnya menyebar itu disebabkan oleh Efek Tyndal dari awan. Dalam ilmu kimia, kabut dan awan merupakan koloid, dan salah satu sifat paling mencolok dari koloid ialah Efek Tyndal, peristiwa menyebarnya cahaya yang dilewatkan pada partikel koloid.

Peristiwa Efek Tyndal ini telah kita pelajari ketika di SMA, bahkan seringkali dipraktekkan, karena murah dan mudah. Jadi yang sebenarnya terjadi ialah sinar matahari yang datang akan disebarkan oleh awan tersebut. Tersebarnya cahaya ini, kalau melihat ilmu fisika merupakan merupakan peristiwa gabungan dari refleksi, absorbsi, dan refraksi cahaya (pemantulan, penyerapan dan pembiasan/pembelokan) oleh uap air (awan).

Cuplikan dari video konspirasi Flat Earth

Cuplikan dari video konspirasi Flat Earth

Sedangkan di video dijelaskan dengan eksperimen menggunakan kardus dibolongin kemudian disenterin itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang sedang terjadi. Bandingkan saja bedanya kardus dan awan, coba saja ganti kardusnya dengan kabut ataupun koloid sejenis, pasti jauh ataupun dekat sumber sinarnya pasti akan disebarkan (direfraksi).

Jadi keterangan video bahwasannya matahari itu begitu dekat merupakan klaim semata(tidak ada bukti ilmiah). Kemudian aku tertarik karena pembuat video mengatakan bahwa “semua orang bisa menghitung jarak matahari ke bumi”. Dan gambar serta keterangan berikutnya membuat aku tertawa:

Cuplikan video konspirasi seri keempat Teori Flat Earth.

Cuplikan video konspirasi seri keempat Teori Flat Earth.

Sekali lagi, sebaran cahaya yang dilihat dari awan itu merupakan hasil Efek Tyndall, jadi ketika menghitung menggunakan triangular dengan asumsi bahwa sinar yang keluar dari awan ialah sinar langsung dari matahari, yang akan diperoleh ialah ketinggian awan penutup sinar tersebut, bukan ketinggian dari mataharinya (sumber cahaya). Bahkan dengan percobaan senter-kardus yang dilakukan sekalipun, dengan menggunakan triangular maka hanya akan menghitung jarak dari dasar (bayangan) ke kardus, bukan ke sumber cahayanya.

Bulan Punya Sinar Sendiri(Flat Earth Reality)

Pembuat video mengatakan bahwa cahaya matahari dan cahaya bulan berbeda. Bulan dan matahari punya cahaya sendiri-sendiri yang membuat hewan bereaksi berbeda. Menurutku reaksi dari hewan terhadap dua cahaya ini tidak membuktikan apa-apa. Karena yang berbeda ialah karena gelap-nya malam itu. Coba saja kamu lihat reaksi hewan yang disinari senter pada siang bolong dan disinari senter pada malam hari, apa reaksinya sama? Pasti beda, tapi cahayanya sama-sama cahaya senter. Kemudian dikatakan juga “Matahari merupakan simbol keseimbangan alam, Yin dan Yang”, statemen ini cuma sampah, nothing have to do with the topic (Gak ada kaitannya sama teori bumi datar).

Yang membuat aku terkejut ialah pada video diberikan percobaan pengukuran temperatur dari cahaya bulan yang menunjukkan nilai yang lebih dingin dibandingkan kegelapan. Tak lama setelah itu aku langsung browsing, ternyata memang metode ini populer di Flat Earther (khususnya YT). Tetapi penjelasan mengapa ini terjadi justeru karena yang melakukan eksperimen ialah amatir, atau complete amatir. Karena mereka tidak tahu fungsi sebenarnya dan cara penggunaan dari alat yang mereka gunakan (untuk mengukur temperatur radiasi sinar). Silahkan baca di sini —> http://www.physicscentral.com/buzz/blog/index.cfm?postid=1590436706491009951

Benda Selestial yang Melewati Bulan dan Matahari

Di video ini disebutkan pula bantahan tentang gerhana bulan merupakan bayangan bumi yang menutupi bulan. Alasannya adalah karena adanya benda selestial. Sedangkan benda salestial yang dimaksudkan ini ialah cahaya yang tertangkap oleh kamera, ini bisa kita lihat di manapun ketika kita memotret objek dengan cahaya terang. Semua orang yang mengenal fotografi pasti familiar dengan ini. Coba aja ambil kamera HP dan arahkan ke lampu diatas kamarmu:

Benda selestial apakah ini wahai kaum penganut teori bumi datar?

Benda selestial apakah ini wahai kaum penganut teori bumi datar?

Di dalam video ini, dia mengatakan, “Jangan sekali-sekali berdebat kusir tanpa data, mengandalkan persepsi dan opininya sendiri. Bisa dibilang 95% informasi yang ada di google adalah opini-opini dan persepsi-persepsi tanpa dasar yang jelas.”

Sebuah statemen yang sangat brilian menurutku. Tapi coba cek ulang dari semua video, video satu dia menampilkan data dari Google Analytic dan penjelasan tentang perhitungan triangular diambil dari Youtube Dr. Zack (seorang flat earther). Video dua penjelasan tentang GPS dia ambil dari Google. Pada video ketiga penjelasan tentang peta bumi datar diambil dari USGS, sebuah lembaga Amerika Serikat (apa yang membedakannya dengan NASA?)

Kalau benar-benar berprinsip 95% informasi di google dan Youtube ialah opini dan persepsi, kenapa justeru semua informasi yang ditampilkan di video ini dari Google? Oke lah.. Kita biarkan Allah dan pemilik video yang tahu tentang itu.

Bedford Level Experiment

Dalam video memberikan informasi yang setengah matang dalam Bedford Level Experiment. Bedford Level Experiment memberikan hasil bahwa seluruh bagian kapal akan terlihat sepenuhnya, ini membuktikan bahwa bumi tidaklah bulat.

Eksperimen Bedford

Eksperimen Bedford

Ketika mendengar eksperimen ini aku langsung cek ulang informasinya. Dan ternyata benar memang ada eksperimen ini. Pada musim panas tahun 1838, Samuel Birley Rowbotham mengadakan sebuah ekperimen untuk menentukan bentuk bumi. Persis seperti di video, eksperimen ini mencoba melihat kapal yang berjarak sangat jauh, yaitu 9.7 kilometer. Seharusnya berdasarkan lengkungan bumi, maka bagian bawah kapal sebanyak 4.8 meter tidak akan terlihat. Dilaporkan hasil dari percobaan ini ialah, kita tetap bisa melihat kapal secara utuh.

Setelah eksperimen ini dilakukan, kritikan muncul dari angkatan laut bahwasanya percobaan Samuel Birley Rowbotham tidak menghitung refraksi cahaya oleh uap air laut yang pasti terjadi ketika temperatur sangat tinggi. Mengingat percobaan ini dilakukan saat musim panas, maka penguapan air laut pasti terjadi, dan akibatnya ialah refraksi cahaya (pembelokan cahaya) oleh uap air laut.

Seorang fisikawan lapangan bernama Alfred Russel Wallace akhirnya mempertaruhkan namanya dan melakukan percobaan ini. Yang pertama ingin ia pastikan ialah menghindari efek refraksi cahaya oleh uap air laut maka dia melakukan percobaan yang sama tetapi pada ketinggian titik pengamatan 13 kaki = 4 meter.

Hasil dari percobaan ini membuktikan bahwa bagian bawah kapal menghilang, hasil yang berlawanan dengan yang diperoleh pada awal experimen Samuel Birley Rowbotham. Hasil ini diakui oleh kongres kemudian eksperimen yang sama telah dilakukan oleh orang lain dan memberikan hasil yang sama.

Ingat! Prinsip sains ialah jika percobaan tersebut diulangi dengan metode yang sama, di waktu yang berbeda, oleh orang yang berbeda, harus menghasilkan hasil yang sama.

Kesimpulan akhir dalam percobaan Bedford justeru hanya mengkonfirmasi sistem navigasi yang dilakukan oleh angkatan laut, yakni adanya refraksi cahaya oleh uap air laut. Ini diakui oleh semua ahli fisika di bidang geologi, tetapi tidak bisa diterima oleh Flat Earther.

Lintasan Matahari Melingkar di Atas Bumi Datar

Aku sendiri tidak akan bisa menanggapi bagaimana matahari yang difoto dari bumi terlihat lebih kecil daripada yang difoto ketika di pesawat. Karena percobaan semacam ini tidak punya standard yang jelas. Apakah kamera yang digunakan sama? Apakah waktu pengambilan gambar sama? Terlihat jelas bahwa waktu pengambilan gambarnya tidak jelas. Di bagian sebelah kiri gambar diambil saat matahari pada fasa paling terang, sedangkan di kanan matahari baru saja terbit.

Sekarang mari kita pikirkan kalau lintasan matahari berbentuk lingkaran yang berkeliling di atas bumi. Pertama, jika lintasannya seperti kembali ke pertanyaan awal, bagaimana peristiwa gerhana bisa dijelaskan?

Pertanyaan lainnya buat flat earther: Dari mana mereka bisa memastikan kalau matahari itu bulat? Jangan jangan mataharinya itu nggak bulat? Bisa saja matahari itu bentuknya seperti bagian depan lampu senter (lingkaran datar). JANGAN PAKAI DATA DARI NASA BAHWA MATAHARI ITU BULAT, karena kenyataanya kan tidak percaya dengan data NASA?

Dan kalau perspektif mereka bahwa bulan dan matahari itu beredar beriringan dengan lintasan lingkaran yang sama diatas langit, maka kenapa penanggalan ummat muslim/Hijriyah yang berdasar pada posisi bulan bisa berbeda sekali dengan penanggalan Masehi yang berdasarkan posisi matahari? Karena kalau gerakan matahari dan bulan hanya melingkar dengan kecepatan yang sama, maka tidak akan ada perbedaan jumlah tahun antara penanggalan Masehi dan Hijriyah. Jelaskan kenapa Ramadhan selalu berganti-ganti di tanggalan Masehi?

Kalau menggunakan data NASA, ini bisa dijelaskan dengan sangat logis bahwa setiap posisi antara tiga benda langit, Bumi, Bulan dan Matahari memiliki lintasan yang berbeda. Artinya, walaupun bulannya sudah memasuki fasa yang sama (posisi bulan terhadap bumi sudah sama seperti tahun sebelumnya) tetapi posisi bumi terhadap matahari tidak sama dengan tahun sebelumnya.

Inilah yang menyebabkan pergeseran tanggal Ramadhan setiap tahunnya jika dilihat dari kalender Masehi. Ini juga menjelaskan kenapa Ramadhan di Jepang bisa bergeser dari musim dingin ke musim panas. Karena musim ialah pengaruh posisi matahari sedangkan penentuan Ramadhan bergantung pada posisi bulan.

Ehh.. Tapi para Flat Earther nggak akan bilang kalau kalender Masehi salah total kan? Kalau mereka berprinsip kalender Masehi itu salah total, maka aku nggak bisa lagi menjelaskan dengan ilmu pengetahuan.

Baca laman sebelumnya | Buat yang masih penasaran, lanjut lagi ke sini

Sumber: http://www.mystupidtheory.com/2016/07/teori-bumi-datar-lets-do-math-part4.html
Editor: Fajar Shadiq

 

 

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

41 comments on “Bantahan Ilmiah Teori Konspirasi Flat Earth: Let’s Do The Math (Bag.4)”

  1. Runako

    Terkait Siklus Saros:

    Prediksi gerhana NASA menggunakan siklus Saros. Ya tanggal2nya, ya lokasi2nya. Coba dong liat prediksi gerhana NASA 21 Agustus 2017: http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEmono/TSE2017/TSE2017fig/TSE2017Aug21-Fig01.pdf. Di kiri dan kanan atas, jelas2 ada tulisannya: ‘GEOCENTRIC COORDINATES”. Artinya: koordinat dgn asumsi bumi pusat alam semesta. Hahahaha…

    Gambarnya bumi bola, tapi asumsinya bumi pusat alam semesta. Kalu buminya bergerak, ngk bakal ada itu prediksi gerhana :)

    Siklus gerhana terjadi dlm 18 tahun 11 bulan 8 jam. Waktunya itu2 juga, lokasinya itu2 juga. Makanya bisa dihitung oleh bangsa Babylonia Kuno ribuan tahun lalu. Asumsi buminya diam. Coba gunakan asumsi bumi mengelilingi matahari, dgn rumus matematika. Ngk bakal bisa terjadi siklus gerhana. Itu sebabnya NASA masih gunakan siklus Saros.

  2. aris

    assalamualaikum. wrb.
    kalau anda bener orang islam maka anda akan memahami al quran.
    didalam al quran jelas di terangkan bahwa matahari dan bulan beredar pada garis edarnya. dan bulan memancarkan cahayanya sendiri.
    DAN YANG PALING PENTING ADALAH…….
    SAMPAI DETIK INI NASA ATAUPUN PIHAK YANG BERPENDAPAT BUMI ITU BULAT TIDAK TIDAK BERANI BERDEBAT SECARA TERBUKA DIMUKA UMUM DENGAN PARA PENDUKUNG TEORI BUMI DATAR…………………
    ADA APA……………………………….
    AL QURAN SUDAH MENERANGKAN DENGAN JELAS.
    MINIMAL DI AKHIR DUNIA MATAHARI AKAN TERBIT DARI BARAT.
    ARTINYA MATAHARI YANG BERGERAK.
    BUMI DIAM / TETAP.

  3. yunar

    maaf apakah anda muslim.di blog ini mudah2han anda bisa jelaskan ayat ini saya masih bingung ,saya tidak pro kontra bumi datar atau bulat . “dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui” (Yaa Siin : 38) .matahari berjalan di tempat peredaran nya,berarti sebaliknya apa yang NASA prediksikan,apakah nasa berbohong??

  4. Abdullah

    judulnya ga cocok,
    setuju dengan RUNAKO, Mana si Mas Saintis yang sedang kuliah dijepang, coba dong buktikan secara hitungan matematis kalau memang data jarak bumi matahari dan bulan sudah akurat seperti kata NASA, buktikan benar tidak hasilnya 18 tahun 8 bulan 11 jam itu. jangan lagi berbicara si saros! budget 300 trilyun pertahun hitung ini saja tidak bisa???

  5. Judulnya bantahan ilmiah. Tapi tidak ada ilmiahnya, apalagi matematikanya.

  6. Kems

    Saya pernah mendapat pelajar dari pramuka. Sebuah lidi bisa mempunyai tinggi sama seperti tiang bendera diakibatkan jarak. Lidi akan terlihat sama tingginya seperti tiang bendera dengan perhitungan jarak dari lidi ke tiang bendera. Yg jadi permasalahan disaat terjadi gerhana planet lain yg berada dideket bumi pada kemana berserta satelit kok tidak tampak atau menghalanginya? Banyak ribuan satelit yg sudah diterbangkan, tapi kenapa taada tampak keberadaan satelit itu berada

  7. ilmiah banget bantahannya ..wkwk

  8. Dia Bilang bulan memancarkan sinarnya sendiri, dalam al-quran bulan tidak memancarkan sinar.. Mau bantah al-quran tuh?

  9. Madi

    Copas .. itu2 aja orangnya . Itu2 aja tulisannya. emank gak ada yg lain kah?

  10. Sadar

    Kalau NASA sanggup memperkirakan kapan dan lokasi di mana terjadinya Gerhana, ya kenapa dia pakai kalender Saros lagi? Tampilin donk jabaran hitungannya menurut angka yang dia kasi.

    Di kalender Saros terdapat siklus perhitungan gerhana dalam 18 tahun 11 hari dan 8 jam, yang artinya kalau mau berpikir sedikit saja, kita bisa tau lokasi matahari berada (di negara mana) pada saat akan terjadinya Gerhana.

    Contoh saya tau jadwal mr.x ada di mana saja selama 365 hari. Dan saya memiliki jadwal siklus kapan-kapan saja terjadinya gerhana, ya saya juga bisa tahu donk mr.x akan ada berada di mana pada saat terjadinya gerhana ke depan nanti.

  11. HSP

    BUMI ITU BULAT SEPERTI TELUR : TELUR BURUNG UNTA.

  12. Kerdil

    domain nya sih kiblatdot net. tapi masih suka membantah pendapat orang lain (FEarth) :)
    senyumin aja buat mimin nya

  13. andi

    maaf apakah anda muslim.di blog ini mudah2han anda bisa jelaskan ayat ini saya masih bingung ,saya tidak pro kontra bumi datar atau bulat . “dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui” (Yaa Siin : 38) .matahari berjalan di tempat peredaran nya,berarti sebaliknya apa yang NASA prediksikan,apakah nasa berbohong??

    —–>
    cuma gregetan aja sama orang yg suka tafsir sembarangan. scince sekarang sudah membuktikan bahwa bintang2 ( matahari) berjalan dengan perputarannya,

    dia (matahari;bintang) selain berotasi pada sumbunya juga berevolusi sesuai dengan orbitnya, dia berevolusi denga poros milky way yang berupa supermassive blackhole.

  14. masih percaya di bodohi juga masih percaya..

  15. Dann Kusuma

    Yang bilang atau menafsirkan BUMI BULAT = TELUR BURUNG UNTA MENURUT QUR’AN…. COBA CANTUMKAN SUMBER NASKAH KUNO ATAU RIWAYAT SAHABAT NABI, ATAU HADITS yang mendukung asumsi BUMI BULAT??

  16. dodoroido

    Hello bung Dodoroido disini.,

    Begini mungkin untuk meluruskan kekeliruan2 yg dilakukan oleh Mahfudz Huda, saya tidak bisa bertahap, jadi saya coba tulis dulu part berapanya, kemudian nnti k’lo sudah kekumpul semua baru disusun rapi.

    Saya gemes sama Part 4.nya dia
    #Let’s do the math?

    Prediksi Gerhana dan Siklus Saros
    Dia itu sepertinya gagal paham, bisa bahasa inggriskah?

    Translatetan dia;
    “Ternyata siklus saros merupakan sebuah siklus gerhana bulan yang ‘dibuat’ oleh Astronom Edmund Halley.”

    Hellooo Edmund Halley bukan yg membuat, coba kita cek inggrisnya dari laman yg dia kasih:
    http://www.astronoo.com/en/articles/eclipse-saros-cycle.html

    lebih lanjut mahfudz bilang:
    “.., tetapi merupakan siklus gerhana dalam 18 tahun 10 hari dan 8 jam yang dihitung dan dipetakan oleh ilmuwan Edmund Halley (1656-1742).”

    Edmunt Halley yg menghitung dan memetakan?

    sudah jelas2 salah, karena inggrisnya:
    The term Saros derives from the ancient Greek σάρος (Saros), “used by the astronomer Edmond Halley in 1691 after discovering in Souda, a Byzantine encyclopedia of the late ninth century.” Halley interprets this term incorrectly: Souda called “Saros” a period of 222 months lunar eclipses unrelated. Although Halley error is highlighted by the French Guillaume Le Gentil in 1756, the name stuck.

    Coba lihat bagian yg ada dalam tanda petik dua “used by the astronomer Edmond Halley in 1691 after discovering in Souda, a Byzantine encyclopedia of the late ninth century.”

    Jadi Edmunt Halley hanya menggunakan, bukan menemukan, lebih lanjut dia menggunakan setelah dia “discovering in Byzantine encyclopedia”

    artinya apa? dia baca buku ensiklopedi babilonia kuno, kemudian menemukan artikel ttg bagaimana gerhana itu terjadi dgn sangat lengkap penjelasannya, kemudian dia gunakan untuk memprediksi gerhana yg akhirnya dipakai oleh NASA.

    sebagai catatan. Nama Siklusnya sebenarnya Souda, si Edmunt itu salah translate juga sama kayak Mahfudz, dia translatenya Saros, walaupun sudah dibenerin sama Guillaume Le Gentil pada 1756. Nama yg salah sebut ini ttp dipake sampe skrg, jadi kita sebut aja siklus saros.

    Justru Mahfudz yg menggiring pembacanya agar “seolah-olah siklus saros itu seperti tabel perkalian yang hanya cukup melihat kita sudah tahu hasilnya.” itu kata Mahfudz.

    Padahal k’lo kita cermati di Video Flat Earth yg ke #4 itu, si author tdk bilang begitu, dia bilang justru NASA dgn menggunakan perhitungan bangsa babilonia kuno mampu menghitung gerhana sampai 150 tahun, dari 1901 – 2045. Jadi memang bukan tabel perkalian yg hasilnya sudah ada, tetapiii tetap yg digunakan utk menghitung adalah siklus Saros, yang ditemukan sejak zaman babilonia kuno, ribuan tahun yg lalu. Astronom babilonia kuno mengamati bahwa gerhana adalah peristiwa rutin, mereka menghitung dari gerhana yg satu ke gerhana yg lain sehingga menemukan siklusnya yg disebut siklus Saros dgn bumi sebagai pusat alam semesta, alias geosentrik

    Itu artinya Mahfudz tidak fair dalam menjelaskan kepada publik, saya bukan flat earthers, krn sy punya teori sendiri bahwa bumi itu luas / wide earth. Jadi disini saya netral, saya cuma mau kasih tau ke pembaca agar lebih hati-hati lagi dalam menyerap informasi.

    Untuk tempat gerhana ada 2 kemungkinan yg bisa terjadi:
    1. Bangsa babilonia kuno masih belum mengeksplor tempat2 terjadiya gerhana.
    2. Kita kan tidak tahu isi dari ensiklopedia kuno tsb, jadi bisa saja disitu sudah ada perhitungan lengkap hingga lokasi2nya??

    Dia juga bilang:
    “…Asumsi dan seluruh perhitungan yang dilakukan oleh NASA ialah benar, karena memang mampu menghitung titik tepat dimana kita bisa menyaksikan gerhana, baik itu gerhana bulan dan gerhana matahari. ”

    Inikan seolah2 NASA yang buat rumusnya, padahal NASA hanya menggunakan hitungan baku yg sudah ada dari zaman kuno.

    Penjelasan yg terakhir, bar gak rancu, dia bilang:
    1. Jadi gerhana matahari dan bulan hanyalah sebuah alat untuk “melakukan pengukuran jarak bulan”,…
    = Berarti disini dia mengakui dgn Siklus Saros kita bisa mengetahui jarak bulan yg sesungguhnya, sehingga kita bisa menghitung diameternya, termasuk jarak2 yg lainnya.

    2. Jadi kalau diminta dari semua “data jarak matahari, bulan, bumi beserta diameternya” untuk mendapatkan “angka pada Siklus Saros yaitu 18 tahun, 11 hari dan 8 jam tidak akan diperoleh”,,
    = Ya memang tidak bakal diperoleh, data2 jarak matahari, bulan, bumi beserta diameternya yg kita pelajari disekolahan, ngarang semua, sehingga tdk bisa menghasilkan angka mutlak pada siklus saros.

    Sebaliknya sprti yg disebutkan pada point no. 1 dgn siklus saros kita bisa menghitung jarak bulan yg sesungguhnya. Bukan jarak yg ada di buku pelajaran kita selama ini.

  17. abdullah

    beberapa keberatan muslim menolak bumi ini datar & diam adalah:
    1. yg pertama vokal ttg bumi datar & diam ini adalah org nasrasi krn ada di bible mereka… tp skrg org atheispun jg byk yg percaya bumi ini datar & diam
    2. ulama2 Islam yg teguh mengatakan bumi ini datar & diam adalah ulama Arab Saudi atau sering dikonotasikan dgn ulama wahabi.. jd klo dah anti wahabi atau kebencian berlebihan maka wajar apapun yg dikatakan ulama wahabi tdk akan di terima.

    jadi.. muslim tp lbh kepada fanatiknya bukan muslim yg benar mencari kebenaran.. contoh fanatik ke Zakir Naik yg mengatakan bumi seperti telor unta, pdhl wajar aja Zakir Naik salah dlm sains krn beliau ada seorang dokter & bukan org Arab asli yg paling paham dlm bahasa Arab

    wallahu a’lam bish-shawab.

  18. solusi

    Semoga keselamatan untuk semuanya….

    Kejayaan manusia ada dalam agama, sejauh mana manusia mengamalkan agama, dan menjauhi larangannya

    ternyata kita sangat mudah untuk diadu domba.. bahkan untuk perkara seperti ini…..

    daripada debat bagaimana kalau kita sama-sama belajar alquran

    ternyata tidak hanya satu kata arab (beberapa) yang diterjemahkan hamparan, artinya perlu penterjemahan dan pemahaman lebih lanjut monggo di pelajari ….

    harapan saya jangan hanya topik ini saja yang dipelajari…

    Perkembangan islam di eropa, amerika, jepang, bahkan negeri yang terbelakang sudah seperti air bah, setiap hari ada orang masuk islam, hal ini membuat non islam, dengan berbagai cara ingin menghancurkan islam,

    ada fitnah WTC, Prancis, BOM2, ISIS, adu domba moslem dan lain lain……..

    semoga kita saling menghargai

  19. Nurhadi

    Bukan memberi jawaban.
    Malah memberi pertanyaan!?

  20. Irmansyah

    Eksperimen Bedford membuktikan rumus matematika dengan eksperimen lapangan, eksperimen lapangan membuktikan tidak ada lengkungan bumi didukung lagi dengan pembuktian foto kamera nikon P900 objek utuh tidak tertutupi sedikitpun. Baiknya mimin mengulas lagi pecobaan Alfred Russel Wallace disertai persamaan matematikanya dan penerapannya pada eksperimen itu. biar lebih ilmiah begitu..

  21. Irmansyah

    Atau mungkin (biar lebih ilmiah) penulis bisa mengulas pernyataan Paul Doherty PhD yang menyatakan akan sulit sekali terjadi gerhana jika menggunakan angka-angka diameter dan jarak bumi-bulan-matahari dari NASA dalam skala berarti diameter bulan 2,5 cm, diameter bumi 10 cm, jarak bumi-bulan = 3 m, diameter matahari berarti 10 km dengan jarak 1 km. sangat sulit untuk sejajar (seperti teori gerhana sains modern). Trus dengan ukuran bulan 2,5 cm apakah bisa menutupi sinar matahari yg sebesar 10 km dari jarak 1 km? mencatut Paul Doherty PhD lebih tepat dan ada kompetensinya ketimbang mencatut B.J Habibie sepertinya. Monggo silahkan..

  22. Arif

    ÊIrmansyah
    20 October 2016 at 13:37
    ….. diameter dan jarak bumi-bulan-matahari dari NASA dalam skala berarti diameter bulan 2,5 cm, diameter bumi 10 cm, jarak bumi-bulan = 3 m, diameter matahari berarti 10 km dengan jarak 1 km. sangat sulit untuk sejajar (seperti teori gerhana sains modern). Trus dengan ukuran bulan 2,5 cm apakah bisa menutupi sinar matahari yg sebesar 10 km dari jarak 1 km?

    Cek lagi gan.
    Jarak matahari bumi 150 juta km
    Diameter matahari 1.3 juta (1000 kali lebih kecil dari jaraknya)
    Ga sesuai dengan skala ente yg bilang diameter matahari lebih besar daripada jaraknya.

  23. Abdurrahman syukur

    Buat yang percaya bumi bola, yang sabar ya…ga usah terlalu diambil hati omongan penganut bumi datar. Mereka itu kebanyakan memang bukan ahli di bidangnya. Beraninya ngomong di sosmed,karena ga akan diketahui jati dirinya. Tingkat pendidikannya apa.keahliannya apa. mereka cuma copy paste dan percaya gitu aja padahal mereka ga tau secara detail dan bukan ahlinya.

  24. Abdullah

    1. @Runako : Prediksi gerhana NASA menggunakan siklus Saros. Ya tanggal2nya, ya lokasi2nya. Coba dong liat prediksi gerhana NASA 21 Agustus 2017: http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEmono/TSE2017/TSE2017fig/TSE2017Aug21-Fig01.pdf. Di kiri dan kanan atas, jelas2 ada tulisannya: ‘GEOCENTRIC COORDINATES”. Artinya: koordinat dgn asumsi bumi pusat alam semesta. ” keren bro….mau bilang apalagi….data dan fakta cukup jelas…..dan mungkin mahasiswa ini orang NASA (agen elite global) yang pakai nama dan identitas (indonesia), sampai pengertian siklus Saros di-translate-beda….(gagal paham bahasa inggris)…….benar-benar penyesatan murni atas nama Sains……

    2. Alfred Russel Wallace dengan efek Wallace-nya dikenal sebagai seorang naturalis, sobatnya Charles Darwin dengan teori evolusi manusianya…

  25. Andimilan78

    Yang bilang bumi datar saya minta fotonya, soalnya tertarik juga denger2 ujungnya dijaga “orang2” gitu. Trus mana tau kapal, pesawat yang ilang di segitiga bermuda itu sebenarnya keterusan ke arah ujung bumi trus nyemplung gitu to nowhere

  26. AKang JOhn

    yang posting aja mengutip, (dari link yang tercantum) berarti anda jg berasumsi kan,,, karena klo kita netral tidak memilih bulat dan flat… keduanya tidak menunjukkan fakta melainkan asumsi… meski saya tidak tahu mana yang benar cukuplah ALLAH yang maha mengetahui. sebaiknya hindari perdebatan sia-sia

  27. rivaiaris

    Sedangkan di video dijelaskan dengan eksperimen menggunakan kardus dibolongin kemudian disenterin itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang sedang terjadi. Bandingkan saja bedanya kardus dan awan, coba saja ganti kardusnya dengan kabut ataupun koloid sejenis, pasti jauh ataupun dekat sumber sinarnya pasti akan disebarkan (direfraksi).

    >> Kalo dengan bolongan kardus dan senter saja bisa membedakan difraksi cahaya dan bisa menentukan jarak. apa kita harus membuktikannya dengan terbang diatas sana?

  28. erid

    Coba cek lagi videonya bumi datar, intinya bukan bentuk bumi yg dimaksutkan sebenarnya, tp ada makna tersirat di dalamnya. Coba deh berfikir lagi.

  29. saya orang lama di dunia online, saya faham media digital, dan saya yakin bumi datar, saya faham informasi yang di publikasi tentang ” bumi datar. melalui opini , saya selalu mengikuti perkembangan dari berbagai titik media ( Flat Earth ). saya perhatikan nasa di youtube.com memberikan sebuah video ” live ” namun ternyata bukan live seperti siaran ulang. saya menontonnya sampai 3 jam namun video tersebut hanya siaran ulang , dengan status ” live .

    saya beragumen dibawah ini dengan asumsi kontrubusi teknologi yang saya ketahui.

    https://www.youtube.com/channel/UC4R8DWoMoI7CAwX8_LjQHig ( disediakan oleh https://twitter.com/Space_Station )

    silahkan anda perhatikan
    1. apakah dengan status ” Tayang langsung sekarang / live ” ini dipublikasikan dengan cara mengulang video ?
    2. apakah Nasa tidak dappat menampilkan seluruh video livenya langsung tanpa ” mengulang video ” katanya streaming ? namun ada juga sialan ulang setelah saya tonton selama 3 jam ?
    3. apa fungsi kalimat ” live streaming ” pada video youtube di nasa tersebut ?

    bukankah seperti ” manipulasi data ” yang bersifat pencitraan tersendiri bukan untuk media informasi sebenarnya ? silahkan anda lihat dan berfikir Netizen.

  30. Alfianajae

    Saya sangat memahami dan cukup mengerti apa yg dipaparkan oleh penulis, tak perlu pembuktian ilmiah apalagi harus pembuktian menggunakan rumus matematik yg rumit. Ada dua point sederhana yg bisa kita jadikan acuan didalam tulisan ini yaitu proses terjadinya pasang surut dan percobaan dua buah benda dijatuhkan didalam ruang vacum udara, ternyata hukum archimedes “berat jenis” tidak berlaku disana, menurut kaum flatter gravitasi itu tidak ada yg ada hanya berat jenis dan elektron…..??!!!

  31. Sebenarnya teori flat earth sudah terbantahkan dengan adanya siang dan malam, bagaimana flatter menjelaskan adanya matahari dan bulan yg mengalami muncul dan tenggelam hingga terjadinya perubahan siang dan malam, kalau matahari ini hanya berputar di atas bumi yg datar, seharusnya kita bisa lihat donk mataharinya makin sore bukan semaakin rendah lalu tenggelam, Tapi hanya terlihat jauh seperti Bedford Level Experiment yg ternyete hanyalah refraksi cahaya oleh uap air laut.
    Jika bumi itu datar dan matahari dan bulan berputar di atas bumi yg datar, pasti kita bisa melihat BELOKAN mataharinya, walupun hanya beberapa derajat saja pasti akan terlihat dan ada penjelasanya hingga di JADIKAN bukti.
    Benar memang bahwa mataharii dan bulan beredar pada porosnya, tapi, teori bumi bulat terbukti dengan tidak adanya belokan di setiap peredarannya, nah disini saya yg masih bingung adalah apakan benar matahari yg mengelilingi bumi atau sebaliknya?
    Karena saya belum membaca semu penjelasan tentang perputaran matahari yg mengelilingi bumi atau sebaliknya di al-quran, yg ada hanya buli matahati dan bulan berjalan pada porosnya atau garis edarnya
    Saya tetap percaya bumi itu BULAT.

  32. Nona

    Konsep bumi datar kan pertama kali ditemukan.brarti bumi datar itu SAINS, sedangkan bumi bulat itu REKAYASA.”yang pertama kali ditemukan adalah sains, yang kedua adalah rekayasa/tehknik”.

  33. Soeparto ngadihardjo diningrat mangku prawan limo ora opo opo yo

    Setuju bumi itu besar,
    Bulat , datar, lonjong, kotak ga masalah
    Salam semprul

  34. Rinda

    Orang cerdas tidak akan berdebat di kolom komentar. Kalau merasa benar dengan teorinya, silahkan buat artikel bantahan sendiri. Khususnya tentang pertanyaan2 di akhir penjelasan diatas ttg kalender hijriyah dan masehi dll. Orang akan menilai dari hasil artikel, bukan dari komentar di bawahnya.

  35. Kakean mangan empal brewok. Domainya kiblat dot net tap yang nulis belum bisa memahami Alquran. Kamu mau bantah alquran ya. Jangan2 kamu bukan muslim ya? Atau kamu baru masuk islam.

  36. APAKAH MATAHARI BERPUTAR MENGELILINGI BUMI?

    Oleh
    Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin

    Pertanyaan
    Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya: “Apakah Matahari berputar mengelilingi bumi?”.

    Jawaban.
    “Dhahirnya dalil-dalil syar’i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya. Diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam adalah sebagai berikut.

    1. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap yang membantahnya tentang Rabb.

    بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ

    “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” [Al Baqarah/2 : 258]

    Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.

    2. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman juga tentang Ibrahim.

    فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَا أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ

    “Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu terbenam dia berkata : ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.’” [Al-An’am/6 : 78]

    Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi matahari niscaya Allah berkata: “Ketika bumi itu hilang darinya”.

    3. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَتْ تَزَاوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَتْ تَقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِنْهُ

    “Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka berada disebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu.” [Al-Kahfi/18 : 17]

    Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata: “gua mereka condong darinya(matahari)”. Begitu pula bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah yang berputar meskipun dilalahnya lebih sedikit dibandingkan dilalah firmanNya “(condong) dan menjauhi mereka)”.

    4. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    لَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

    “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” [Al-Anbiya’/21 : 33]

    Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata:”Berputar dalam suatu garis peredaran seperti alat pemintal”. Penjelasan itu terkenal darinya.

    5. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا

    “Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat,” [Al-A’raf/7 : 54]

    Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.

    6. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

    خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۗ أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ

    “Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang banar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” [Az Zumar/39 : 5]

    FirmanNya: “Menutupkan malam atau siang” artinya memutarkannya atasnya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari malam dan siang atas bumi. Kalau saja bumi yang berputar atas keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berkata: “Dia menutupkan bumi atas malam dan siang”. Dan firmanNya: “matahari dan bulan, semuanya berjalan”, menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari dan bulan keduanya berjalan dengan jalan yang sebenarnya (hissiyan makaniyan), karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih jelas maknanya daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.

    7. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا ﴿١﴾ وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا

    “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengirinya,” [Asy-Syam/91 : 1-2]

    Makna (mengiringinya) adalah datang setelahnya. dan itu dalil yang menunjukkan atas berjalan dan berputarnya matahari dan bulan atas bumi. Seandainya bumi yang berputar mengeliligi keduanya tidak akan bulan itu mengiringi matahari, akan tetapi kadang-kadang bumi mengelilingi matahari dan kadang-kadang matahari mengeliling bulan, karena matahari lebih tinggi dari pada bulan. Dan untuk menyimpulan ayat ini membutuhkan pengamatan.

    8. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

    وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ﴿٣٧﴾وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ﴿٣٨﴾وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ﴿٣٩﴾لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

    “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dan malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai tandan yang tua. Tidaklah mugkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaasiin/36 : 37-40]

    Penyandaran kata berjalan kepada matahari dan Dia jadikan hal itu sebagai kadar/batas dari Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui menunjukkan bahwa itu adalah haqiqi (sebenarnya) dengan kadar yang sempurna, yang mengakibatkan terjadinya perbedaan siang malam dan batas-batas (waktu). Dan penetapan batas-batas edar bulan menunjukkan perpindahannya di garis edar tersebut. Kalau seandainya bumi yang berputar mengelilingi maka penetapan garis edar itu bukannya untuk bulan. Peniadaan bertemunya matahari dengan bulan dan malam mendahului siang menunjukkan pengertian gerakan muncul dari matahari, bulan malam dan siang.

    9. Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata kepada Abu Dzar Radhiallahu anhu dan matahari telah terbenam.

    عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ أَنَّ اْلنَّبِيَّ قَالَ يَوْمًا : أَتَدْرُوْنَ أَيْنَ تَذْهَبُ هَذِهِ اْلشَّمْسُ؟ قَالُوْا: اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: إِنَّ هَذِهِ تَجْرِيْ حَتىَّ تَنْتَهِيَ إِلىَ مُسْتَقَرِّهَا تَحْتَ اْلعَرْشِ, فَتَخِرَّ سَاجِدَةً, فَلاَ تَزَالُ كَذَالِكَ حَتىَّ يُقَالَ لَهَا: اِرْتَفِعِيْ, اِرْجِعِيْ مِنْ حَيْثُ جِئْتِ فَتَرْجِعُ, فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلِعِهَا

    Dari Abu Dzar  bahwa pada suatu hari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tahukah kalian ke manakah matahari ini pergi?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya. [Muttafaq ‘alaih] [1]

    PerkataanNya: “Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari tempat terbitnya” sangatlah jelas sekali bahwa dia (matahari) itulah yang berputar mengelilingi bumi dengan perputarannya itu terjadinya terbit dan terbenam.

    10. Hadits-hadits yang banyak tentang penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari, maka itu jelas tentang terjadinya hal itu dari matahari tidak kepada bumi.”

    Boleh jadi disana masih banyak dalil-dalil lain yang tidak saya hadirkan sekarang, namun apa yang telah saya sebutkan sudah cukup tentang apa yang saya maksudkan. Wallahu Muwaffiq.”

    [Disalin dari Majmu Fatawa Arkanul Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah Dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah]
    _______
    Footnote
    [1] Dikeluarkan oleh Bukhari, Kitab Bad’ul Khalqi, bab shifat asy Syam wal Qamar : 3199, dan Muslim, kitab Al Iman, bab Bayan az Zaman al Ladzi la yuqbal fihil Iman : 159

    Sumber: https://almanhaj.or.id/1412-apakah-matahari-berputar-mengelilingi-bumi.html

  37. Allah SWT berfirman:

    يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْا ۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍ
    “Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).”
    (QS. Ar-Rahman 55: Ayat 33)

    Arti Kata PENJURU
    penjuru (kata benda) pojok. sudut: empat — alam adalah timur, barat, utara, dan selatan

  38. bin simpang limun

    Kalau Aku Berpendapat Paling Pertama Adalah Dalil Al Quran Sajalah…Di Al Quran Di Jelaskan Bahwa Ada Firman Alllah , Mengatakan Bahwa Bumi Tidak lah Bergerak Bahkan Berputar-putar ,
    Bumi Bukan lah Tergolong Planet ( Matahari dan Bulan adalah termasuk planet ) , Allah Mengatakan Bahwa Bumi adalah Membentang dan Tak ada Kalimat mengatakan Bumi Bulat atau Selain Datar , Lalu Bentuk Ukuran Bulan dan Matahari adalah Kurang Lebih Sama….

    * Kalau Secara Pemikiran awamku….
    Design Ala Nasa : Matahari bentuknya Sangat besar darikan planet lain , lalu Bumi termasuk berjarak dekat dengan matahari….kalau ku pikir dengan jarak yang begitu dekat dengan matahari …pastinya bumi udah hangus…tak ada lagi bumi dan planet lain….sedangkan kenyataanya dengan pola earth flat saja ….kita orang sudah meraskan panasnya matahari…..logiskan…pada gambar / design nasa sudah mendesign ruang angkasa sedemikian rupa…malah dengan skala apapun sama….bingung gak…ya jelas bingung….di katakan miliaran pun jarak bumi dan matahari…skala gambarnya tetap sama …bahkan kalau mau di jauhkan skala matahari dan bumi…pasti orbitnya berantakan…nah kalau orbitnya tetap sama oleh nasa sesuai gambarnya tata surya buatan nasa…kurasa tetaplah bumi hangus terbakar…..perhitungan nasa hanya akal akalan , tidak dengan dalil al quran dan matematika….

    jadinya pun keadaan tata surya akan lebih parah lagi….di situ bumi perputar pada porosnya dan mengelilingi matahari lagi….ya tak ada lah ke hidupan….di katakan ( pada versi bumi datar…bahwa kecepatan matahari mengelilingi bumi aja bisa jadi 800 000/km/perjam…..gimana pula kalau terjadi pada bumi ( versi nasa ) jika bumi berputar putar mengelilingi matahri dengan 800 000/km/jam dan di tambah lagi berputar pada porosnya….akal gak…ya gak akal lah….

  39. Kalo penulis mengaku ahli sains, silahkan tonton film dokumenter “the principle”, disitu banyak skali saintis dunia bicara mengenai fenomena flat earth.

  40. MIN

    Kalau memang bumi itu bulat, kenapa di daerah luar ada yg jam 9malam masih panas terik ??

  41. jco

    bumi itu seperti piringan

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Direktur CIA: Arab Saudi Mitra Terdekat Kami Melawan Terorisme

KIBLAT.NET, Washington – Direktur CIA John Brennan mengatakan bahwa serangan baru-baru ini di Arab Saudi...

Kamis, 14/07/2016 17:21 0

Indonesia

Tito Karnavian Sudah Kantongi 3 Nama Kepala BNPT yang Baru, Siapa Saja?

KIBLAT.NET, Jakarta – Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan mengatakan rapat Tim Penilai Akhir (TPA) yang...

Kamis, 14/07/2016 17:08 0

Suriah

Kabar Suriah Terkini: Kota Aleppo Diblokade Rezim Assad dan Sekutunya

KIBLAT.NET, Aleppo – Pasukan Bashar Assad dengan bantuan serangan udara Rusia dilaporkan terus mengepung pejuang...

Kamis, 14/07/2016 15:45 0

Rusia

Putin: Intervensi Militer Barat Penyebab Tumbuhnya Terorisme

KIBLAT.NET, Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kebijakan luar negeri yang dianut oleh banyak...

Kamis, 14/07/2016 15:00 0

Indonesia

Dari Kepala BNPT Menjadi Kapolri, Tito Masih Akan Kejar Santoso

KIBLAT.NET, Jakarta – Komjen Tito Karnavian baru saja diangkat menjadi Kapolri menggantikan Badrodin Haiti, Rabu...

Kamis, 14/07/2016 14:15 0

Rohah

Ternyata Semut Pun Berpuasa

KIBLAT.NET – Kisah ini tertera di halaman Facebook Syekh Munajjid: Al-Fath Ibnu Shakhrf adalah seorang abid. Beliau...

Kamis, 14/07/2016 13:45 0

Afghanistan

Tidak Gentar dengan Tambahan Pasukan AS di Perbatasan, Taliban Ingatkan Dosa AS di Afghanistan

KIBLAT.NET, Kabul – Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid menanggapi penambahan pasukan AS di perbatasan Afghanistan...

Kamis, 14/07/2016 13:30 0

Turki

Wakil Ketua AKP Perjelas Maksud Normalisasi Hubungan Turki-Suriah

KIBLAT.NET, Ankara – Pernyataan Perdana Menteri Turki Binali Yildirim terkait normalisasi hubungan dengan Suriah menuai...

Kamis, 14/07/2016 12:20 0

Rohah

Subhanallah, Mengucap Syahadat di Penghujung Hayat

KIBLAT.NET – Ini adalah kisah nyata yang terjadi di Mesir. Kisah ini diceritakan oleh Syekh Wahid...

Kamis, 14/07/2016 11:30 0

Turki

Turki Berencana Memperbaiki Hubungan dengan Suriah dan Irak

KIBLAT.NET, Ankara – Turki bermaksud akan mengembangkan hubungan baik dengan Suriah dan Irak. Lebih spesifik,...

Kamis, 14/07/2016 10:53 0