Tahun 2016, Al-Qaidah di Afrika Mengintensifkan Serangan terhadap Pihak Asing

KIBLAT.NET – Cabang-cabang Al-Qaidah di Afrika masih intens melakukan serangan terhadap pihak-pihak Asing yang mengintervensi sebuah wilayah di benua Afrika. Sejak awal tahun ini, setidaknya 101 serangan di seluruh wilayah telah dikaitkan dengan Al-Qaidah, menurut data yang dikumpulkan oleh The Long War Journal .

Sebagian besar serangan ini terjadi di Mali, di mana Al-Qaidah telah melakukan perlawanan sejak 2013 setelah intervensi Perancis mulai mengusir jihadis dari utara. Dari serangan di Mali, mayoritas terjadi di utara, dengan setidaknya 36 terjadi di negara bagian Kidal. Ansar Dine, kelompok dari Tuareg yang masuk dalam Al-Qaidah di Maghreb Islam (AQIM), adalah kekuatan jihad utama yang beroperasi di Kidal. Dalam serangan paling baru, Ansar Dine menggunakan IED dan mortir untuk menyerang pasukan Perancis di dekat Abeibara pekan lalu.

Sebagian besar serangan di Mali terus datang dalam bentuk IED atau ranjau darat, mayoritas darinya terjadi di Kidal.

Di daerah lain dari utara Mali, dari Katibat al Murabitoon yang juga bagian dari AQIM, dipimpin oleh Mokhtar Belmokhtar, telah melakukan beberapa serangan di Gao dan Timbuktu. Di Gao, setidaknya 19 serangan telah terjadi dengan 18 lain di Timbuktu. Serangan Al Murabitoon yang paling baru adalah serangan bunuh diri yang terkoordinasi di pangkalan PBB di Gao. Serangan itu dimulai dengan bom bunuh diri oleh seorang pejuang lokal Mali, sementara tiga orang lainnya adalah dua penduduk setempat dan pejuang asing. Serangan ini menewaskan tiga orang, seorang pasukan penjaga perdamaian asal Cina juga tewas dalam pemboman bunuh diri ini.

AQIM atau Sahara Emirate adalah kelompok jihad utama yang beroperasi di wilayah Timbuktu. Sejak Februari, setidaknya tiga penyergapan telah terjadi antara Timbuktu dan Goundam. Dua serangan menargetkan tentara Mali, yang menewaskan sedikitnya empat orang. Yang ketiga menargetkan truk jaringan selular Orange dengan sopir yang tewas. Lebih jauh ke selatan di wilayah tersebut, ledakan ranjau darat AQIM diduga menewaskan dua tentara, termasuk seorang kolonel Mali, mati di dekat Gossi. AQIM juga bertanggung jawab atas serangan di dekat perbatasan Mauritania, yang menewaskas tiga tentara pada akhir Februari.

Bagian selatan Mali, yang umumnya dianggap sebagai bagian aman dari negara, juga mendapat serangan dari para jihadis. Setidaknya 19 serangan telah terjadi di bagian selatan, yang sebagian besar terkonsentrasi di daerah Mopti dan Segou. Sedangkan daerah Bamako dan Sikasso juga telah terjadi satu serangan. Pada bulan Maret, beberapa pasukan AQIM berhasil menyerbu Hotel Nord Sud di Bamako, markas besar misi pelatihan Uni Eropa di Mali.

Cabang selatan Ansar Dine ini, Katibat Macina – yang merupakan kelompok sebagian besar etnis Fulani – adalah kekuatan di balik sebagian besar serangan di Mali selatan. Ansar Dine telah mengklaim beberapa serangan dekat perbatasan Mauritania sejak Januari. Selain itu, kelompok tersebut juga menyerang sebuah kantor polisi di kota selatan Ke Macina pada bulan Maret. Bulan lalu, katibat ini merilis video pertama yang menyoroti salah satu serangan paling utama sejak awal tahun lalu. Video kualitas rendah itu menunjukkan keberhasil para pejuang Macina setelah serangan Juni lalu di kota selatan Nara dekat perbatasan Mauritania.

Di luar Mali, lima serangan telah dilakukan di Burkina Faso ke selatan. Serangan ini termasuk serangan di Hotel Splendid di ibukota Burkina Faso, Ouagadougou pada bulan Januari. AQIM Al Murabitoon mengklaim serangan yang menewaskan hampir 30 orang sebelum pasukan gabungan khusus Burkinabe-Perancis mengakhiri pengepungan. Hampir bersamaan, AQIM menculik beberapa WNA Australia di dekat kota Burkinabe dari Baraboule dan menargetkan kantor polisi dekat Tin Akoff. Kelompok ini kemudian melepaskan sandera wanita. Tiga polisi Burkinabe tewas dalam serangan terhadap sebuah kantor polisi di dekat Oudalan pada 31 Mei.

Di Niger, kantor polisi dan pos gendarmerie telah ditargetkan sejak Maret. Tiga polisi militer tewas pada 17 Maret di dekat Dolbel, sementara polisi tewas di dekat Tahoua. Pada tanggal 20 Mei, AQIM mengklaim menembakkan Grad roket di tambang milik Perancis dekat Arlit. Namun, pihak berwenang Nigeria membantahnya. Daerah Arlit sebelumnya juga terkena serangan bunuh diri pada 2013 oleh Mokhtar Belmokhtar Al Mua’qi’oon Biddam.

Salah satu serangan juga terjadi di Pantai Gading. Pada bulan Maret, Al Murabitoon menargetkan sebuah resor pantai terkenal Grand Bassam di selatan Pantai Gading. Media lokal mengklaim bahwa serangan ini menewaskan sedikitnya 14 warga sipil dan dua tentara.

Al-Qaidah masih dapat mempertahankan kemampuan untuk beroperasi secara terbuka di Mali melawan intervensi Perancis dan pasukan perdamaian PBB. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Al-Qaidah mampu menyerang seluruh Afrika Barat. Serangan massif diperkirakan akan terus berlanjut. Sejak mandat PBB mulai tahun 2013, setidaknya 80 tentara penjaga perdamaian dan enam karyawan lainnya telah tewas di Mali, menjadikannya mematikan pasukan penjaga perdamaian PBB di dunia.

Dengan lebih dari 100 serangan tercatat di pertengahan tahun, kapasitas operasional Al-Qaidah di Mali dan wilayah Afrika Barat yang lebih luas tampaknya tetap utuh dan berkembang. Serangan pada 2016 adalah salah satu tahun paling mematikan bagi Mali sejak 2012.

Reporter : Muhammad Rudy
Sumber : TLWJ

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat