... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Serangan Drone Amerika Bunuh Ribuan Orang, Apa Dasar Hukumnya?

Foto: Korban serangan drone AS.

Ini merupakan artikel lanjutan | Baca artikel sebelumnya Eye In The Sky: Kabut Gelap Operasi Drone Amerika

KIBLAT.NET – Fakta-fakta di lapangan menunjukkan banyaknya laporan mengenai adanya ratusan orang yang belum teridentifikasi yang terbunuh oleh serangan-serangan yang secara nyata dilakukan atas perintah Presiden Obama.

Celakanya, keputusan untuk menarget seseorang itu dibuat dengan hanya mendasarkan pada pola-pola tingkah laku, bukan dengan identifikasi individual secara spesifik. Amnesty International dan kelompok-kelompok pegiat HAM lainnya juga telah mendokumentasikan apa yang disebut sebagai ‘serangan terhadap para penolong’, yaitu serangan yang sengaja dilakukan untuk membunuh ataupun mencederai orang-orang yang mencoba menolong korban serangan drone. Para ‘penolong’ tersebut sudah tentu belum teridentifikasi secara spesifik di dalam data target drone, namun tetap dijadikan target serangan di bawah komando sang presiden.

Kategori sepihak
Kita tidak tahu bagaimana cara pemerintah AS menghitung jumlah individu korban serangan-serangan drone, dan kita juga tidak tahu apa dasar mereka dalam membuat keputusan serangan tersebut. Tetapi jika Washington menggunakan angka-angka itu sebagai korban “non-kombatan”, data tersebut sangatlah tidak representatif atau tidak sesuai dengan fakta.

Tanpa informasi lebih lanjut mengenai standar apa yang digunakan pemerintah Amerika, tidak mungkin kita bisa menilai secara akurat laporan mereka, termasuk untuk mengetahui apakah data itu sudah include serangan-serangan atau pembunuhan ilegal seperti yang telah didokumentasikan oleh lembaga-lembaga non pemerintah.

Sebagai contoh, pada tahun 2012 serangan drone Amerika menyasar seorang wanita yang sedang mengumpulkan sayuran di sebuah tanah kosong di sekitar rumahnya. Jika pemerintah Obama serius bekerja secara transparan, mereka seharusnya merilis pernyataan untuk mengkonfirmasi atau menyangkal serangan seperti dalam kasus tewasnya wanita tersebut, serta menjelaskan apakah pemerintah Amerika menganggap individu wanitu itu sebagai ‘kombatan’ atau ‘non-kombatan’?

Serangan drone kembali menyasar warga sipil di Yaman.

Serangan drone kembali menyasar warga sipil di Yaman.

Reputasi Kelam CIA
Berapa unit jumlah drone yang dioperasikan juga masih ‘black out’ alias kabur, menunjukkan adanya upaya yang kuat dan sistematis untuk menjadikannya kebal hukum. Dinas intelijen CIA sebagai lembaga dengan catatan sangat buruk terkait akuntabilitas publik diduga masih mengoperasikan serangan drone.

BACA JUGA  Peran Mufti Saudi dalam Bangkitnya Islamis di Turki

Sungguh luar biasa, jika CIA sebelumnya terlibat dalam program penyiksaan yang kejam dan penahanan rahasia terhadap para tersangka “teroris” di bawah pemerintahan Bush, kini badan intelijen yang bermarkas di Langley itu kembali dipercaya dengan diberikan wewenang oleh pemerintahan Obama mengoperasikan ratusan serangan drone dan membunuhi ribuan orang. Hal inilah rupanya yang membuat publik tidak bisa memperoleh jawaban secara jelas terhadap pertanyaan-pertanyaan tentang drone.

Pengungkapan “angka resmi” jumlah korban hari ini oleh pemerintah AS dinilai masih belum cukup untuk mengantisipasi kemungkinan terulangnya kembali penyalahgunaan wewenang atau skandal oleh CIA maupun badan-badan sejenis pemerintahan lainnya. Respon positif Kongres terhadap itikad pemerintah terkait transparansi tersebut, juga harus dibarengi dengan upaya serius untuk mengungkap jumlah angka keseluruhan korban drone secara objektif.

Pemerintah AS tidak boleh berhenti dengan hanya membeberkan data korban drone yang itu pun masih kontroversial, namun juga selanjutnya harus mau mengakui, meminta maaf, dan memberi kompensasi secara adil bagi warga sipil yang menjadi korban. Jika tidak, maka bisa dipahami bahwa langkah Washington merilis pengumuman seperti pada tanggal 1 Juli itu tidak lebih dari formalitas klise untuk menyampaikan pesan kepada publik bahwa: “Kami tahu pemerintah harus transparan dan akuntabel, namun arogansi serta kekuasaan kami menghalangi kami untuk berbuat lebih.”

Penyesatan Informasi
Sementara terdapat komunitas di tengah publik Amerika sendiri dan masyarakat dunia lainnya yang tidak menjadi korban serangan drone, namun menjadi korban penyesatan informasi. Laporan-laporan media mainstream secara sengaja membuat diksi menggunakan istilah-istilah umum yang mengaburkan seperti ‘kompleks perumahan’ dan ‘konvoi’ untuk menggambarkan korban sipil yang menjadi target serangan. Demikian juga, perkiraan angka kasar jumlah korban sipil yang dirilis pemerintah Amerika juga dinilai berkontribusi dalam proses pengaburan fakta tersebut.

BACA JUGA  Di Balik Erdogan: Jalan Sunyi Intelektual Turki

Sejumlah lembaga non-pemerintah memiliki data lebih lengkap siapa saja yang terbunuh akibat serangan drone, sementara pemerintah AS telah menentukan kategorinya. Tanpa tindakan yang lebih, informasi objektif mengenahi korban serangan drone dan dasar pertimbangan dilakukannya serangan drone tersebut akan tetap menjadi kabut misteri yang tak pernah terungkap. Demikian juga dengan langkah Washington untuk mengadopsi transparansi & akuntabilitas publik bagi penyelenggara pemerintahan tidak akan berarti apa-apa, kecuali sebatas retorika verbal tanpa kenyataan.

 

Penulis: Yasin Muslim
Sumber: The Guardian


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Serangan Drone Amerika Bunuh Ribuan Orang, Apa Dasar Hukumnya?”

  1. wah, semoga tidak terjadi lagi hal hal seperti ini, semoga kedepannya negara jadi lebih baik dan menjunjung tinggi perdamaian

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Lagi Jatuh Cinta? Ini Nih Dapet Nasihat dari Syaikh Al-Arifi

“Ya Allah, biarlah ada Nur (cahaya) dalam hatiku, Nur di mataku, Nur di telingaku … “...

Selasa, 12/07/2016 15:30 0

Rohah

Si Miskin yang Masuk “Surga”

“Allahu Akbar Asy-hadu anna Wa’ad Allahi Haqqun! Al JANNAH! Al JANNAH! (Allah Maha Besar! Saya...

Selasa, 12/07/2016 14:42 0

News

Burasa, Opor Ayam dan Pesan Ukhuwah Muslim Poso

KIBLAT.NET, Poso – Sinar mentari pagi memancarkan cahaya merah. Udara segar pun masih berhembus lembut...

Selasa, 12/07/2016 13:35 0

Irak

Perangi ISIS, Irak Terima Helikopter Tempur dari Rusia

KIBLAT.NET, Baghdad – Irak telah menerima bantuan heli tempur MI-28NE dari Rusia. Menurut Kementerian Pertahanan...

Selasa, 12/07/2016 08:17 0

Afrika

Tahun 2016, Al-Qaidah di Afrika Mengintensifkan Serangan terhadap Pihak Asing

KIBLAT.NET – Cabang-cabang Al-Qaidah di Afrika masih intens melakukan serangan terhadap pihak-pihak Asing yang mengintervensi...

Selasa, 12/07/2016 05:28 0

Suriah

Selain ISIS, Koalisi AS Juga Diminta Perangi Jabhah Nushrah

KIBLAT.NET, Warsawa – Dalam KTT NATO di Warsawa, Polandia, Ahad (10/07) Presiden Perancis Francois Hollande...

Senin, 11/07/2016 20:23 0

Irak

Milisi Syiah di Fallujah Juga Menghancurkan Masjid-Masjid Sunni

KIBLAT.NET, Fallujah – Masyarakat lokal prihatin dengan keberadaan milisi Syiah di kota Arab Sunni Fallujah...

Senin, 11/07/2016 19:10 0

Amerika

Balasan Terkait Serangan Rasisme, Kepolisian Dallas Dapat Ancaman

KIBLAT.NET, Texas – Pihak Kepolisian Dallas, Texas, mengatakan pada hari Sabtu, (09/07) mereka telah menerima...

Senin, 11/07/2016 18:37 0

Suriah

Serangan Bom Vakum Rezim Assad Bunuh 3 Warga Sipil

KIBLAT.NET, Aleppo – Sebanyak tiga warga sipil terbunuh sementara 13 warga lainnya terluka oleh serangan udara...

Senin, 11/07/2016 17:20 0

Rohah

Jawaban yang Membungkam Umat Nasrani

KIBLAT.NET – Inilah cerita terkenal yang bermula dari Al-Qadhi Abu Bakr Ibnu At-Tayyib ketika dikirim...

Senin, 11/07/2016 16:30 0

Close