Presiden Filipina: Amerika Mengimpor Terorisme

KIBLAT.NET, Manila – Presiden Filipina Rodrigo Duterte menuding adanya intervensi asing dalam konflik di Timur Tengah. Dia menegaskan bahwa Amerika Serikat telah mengimpor terorisme.

Pernyataan presiden Filipina itu disampaikannya saat menghadiri perayaan Idul Fitri di Davao City, Jumat (08/07). Sebelumnya dia menjabat sebagai walikota di wilkayah itu selama 22 tahun.

“Bukan Timur Tengah yang mengekspor terorisme di Amerika. Amerika yang mengimpor terorisme,” kata Duterte.

Dia pun mencontohkan kondisi di Irak. Seperti dikutip Anadolu dari GMA News, Duterte menilai bahwa meski pun Saddam Husein menjalankan pemerintahan diktator, tapi dia tetap mempertahankan kontrol di negaranya.

“Mereka (koalisi AS) memaksa masuk ke Irak dan membunuh Saddam. Lihatlah Irak sekarang. Lihat apa yang terjadi di Libya. Lihat apa yang terjadi di Suriah,” ujarnya.

Duterte kemudian membandingkan konflik di Timur Tengah dengan adanya kekerasan di Mindanao. Dia menyebut bahwa kolonialisme telah memaksa masyarakat adat murtad menjadi Kristen.

Duterte merupakan presiden pertama Filipina dari wilayah Mindanao di selatan. Dia sempat mencuri perhatian setelah menyatakan ingin memberlakukan kembali hukuman mati di negaranya. Hukuman mati yang telah dihapuskan pada 2006 akan diterapkan kembali khususnya bagi yang terkait narkoba.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat