... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Zakat untuk Pesantren dan Santri, Bolehkah?

Foto: Suasana salah satu pesantren

KIBLAT.NET – Para ulama sepakat bahwa zakat tidak boleh disalurkan kecuali kepada delapan golongan saj, salah satunya adalah orang yang berada di jalan Allah (fi sabililllah). Keterangan tersebut secara rinci disebutkan oleh Allah ta’ala dalam firman-Nya:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنْ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah: 60)

Oleh sebagian orang pengertian fi sabilillah dimaknai lebih luas. Tidak hanya mereka yang sedang berjihad atau berperang di jalan Allah, namun siapa saja yang berada di atas usaha untuk meninggikan kalimatullah (agama Islam) dianggap berada di jalan Allah. Atas dasar inilah, akhirnya harta zakat juga disalurkan kepada pembangunan masjid, pesantren atau dibagikan juga kepada para santri serta untuk menutupi kegiatan-kegiatan yang ada di dalamnya. Lalu pertanyaannya, bolehkah harta zakat disalurkan kepada hal yang demikian?

Menjawab pertanyaan di atas, para ulama sepakat bahwa zakat tidak boleh disalurkan kecuali kepada delapan golongan yang telah disebutkan secara rinci dalam al-Qur’an. Pengertian fi sabilillah di ayat tersebut adalah orang yang sedang berperang di jalan Allah. Bukan yang sedang mengadakan proyek sosial, atau mereka yang lagi menuntut ilmu agama. Apalagi untuk pembangunan masjid atau pesantren, jelas tidak bisa golongkan kepada golongan yang bisa disalurkan harta zakat.

BACA JUGA  Di Balik Pekik Takbir Bung Tomo

Ketika persoalan ini ditanyakan kepada Syeikh Ibnu Utsaimin, beliau menjelaskan, “Masalah ini masih diperdebatkan di kalangan ulama. Sebab pertentangan mereka adalah cara masing-masing dalam menafsirkan firman Allah, ‘Fi sabilillah (di jalan Allah),’ apakah maksudnya setiap kegiatan sosial dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, ataukah hanya peperangan di jalan Allah saja? Yang terlihat dalam pandangan saya maksudnya adalah peperangan di jalan Allah saja. Sebab, ketika kata fi sabilillah disebut secara mutlak, maka dia dipahami sebagai peperangan di jalan Allah.

Lagi pula, bila kita menganggap bahwa kata fi sabilillah itu bersifat umum, maka pembatasan zakat pada delapan golongan dalam firman Allah, ‘Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin…’ menjadi hilang faidahnya. Selain itu, membatasi arti fi sabilillah pada peperangan di jalan Allah, lebih menunjukkan kehati-hatian. Dan tentu sikap yang menunjukkan kehati-hatian lebih layak untuk diikuti.

Adapun kegiatan membangun sekolah dan sebagainya yang disebutkan penanya, itu semua hanyalah kegiatan sosial yang sangat dianjurkan. Karena itu sebaiknya dana yang digunakan bukan berasal dari zakat, melainkan dari sumber-sumber lain seperti sumbangan, infak, hibah dan sebagainya,”

Keterangan yang hampir sama juga diterangkan oleh Syekh Shaleh bin Fauzan al-Fauzan. Menurutnya, “Harta zakat tidak boleh disalurkan pada kegiatan sosial, pebangunan masjid atau madrasah. Karena secara rinci Allah ta’ala telah membatasi golongan yang berhak menerima zakat hanya delapan, yaitu sebagaimana dalam firman-Nya surat (At-Taubah: 60).

BACA JUGA  Narasi Menyesatkan Fundamentalisme dan Radikalisme Islam

Pengertian fi sabilillah adalah para mujahidin yang tidak mendapat gaji dari baitul mal, sehingga mereka dikelompokkan ke dalam golongan yang mendapatkan zakat. Sekali lagi, pengertian fi sabilillah di sini tidak bisa artikan pada amal-amal sosial. Karena jika tidak demikian, maka pembatasan golongan yang disebutkan oleh Allah menjadi tidak berguna.”

Dalam Fatawa al-Lajnah ad-Da`imah, 9/447 juga dijelaskan, “Adapun madrasah-madrasah al-Quran, apabila muzakki (yang menyerahkan zakat) menyerahkan zakatnya kepada salah seorang pengurusnya agar pengurus itu membagikannya kepada siswa-siswa miskin yang ada di sana atau mustahik (golongan yang berhak menerima zakat) lainnya, maka hal itu dibolehkan. Bahkan meskipun harta zakat itu harus di kirim dari satu negeri ke negeri lain sehingga membutuhkan biaya pengiriman. Adapun bila muzakki menyalurkan zakatnya untuk kas keuangan madrasah agar bisa mendukung kelancaran kegiatan belajar dan mengajar al-Quran atau ilmu-ilmu agama, maka hal itu tidak dibolehkan.

Demikianlah penjelasan singkat seputar golongan yang berhak menerima zakat serta makna fi sabilillah yang dimaksudkan Allah dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 60. Zakat tidak boleh disalurkan untuk biaya pembangunan masjid, madrasah atau amal sosial lainnya. Demikian juga dengan para santri yang sedang menuntut ilmu agama, mereka tidak boleh diberikan zakat kecuali kondisi mereka masuk ke dalam salah satu dari delapan golongan yang berhak menerima zakat. Wallahu a’lam bis shawab!

 

Penulis : Fakhruddin

Sumber: islamqa.info dan islamway.net

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

4 Syeikh dari Palestina Akan Imami Shalat Idul Fitri di Jakarta, Lampung dan Poso

KIBLAT.NET, Jakarta – Sebagaimana ketetapan Pemerintah dalam sidang Itsbat yang digelar pada Senin (4/7/2016), Idul...

Selasa, 05/07/2016 15:07 0

Rohah

Karena Cemburu, Aku Membunuhnya

KIBLAT.NET – Seorang pria datang ke Ibnu Abbas  dan berkata, “Saya ingin menikahi wanita ini, namun...

Selasa, 05/07/2016 15:00 0

Indonesia

Ledakan di Solo Jelang Idul Fitri, Ust. Abdurrahim Baasyir: “Waspadai Hidden Agenda!”

KIBLAT.NET, Surakarta — Juru bicara Jamaah Anshorus Syariah (JAS), Ust. Abdurrahim Baasyir mengaku tak bisa memahami...

Selasa, 05/07/2016 13:51 0

Rohah

“Ayah, Semoga Allah Menghalangimu dari Jannah Sebagaimana…”

KIBLAT.NET – Salah satu ulama dari Riyadh mengatakan: “Kami pergi ke salah satu pintu rumah...

Selasa, 05/07/2016 13:29 0

Indonesia

Setelah Ditolak Warga, Pemerintah Karanganyar Hentikan Pembangunan Gereja Pantekosta

KIBLAT.NET, Karanganyar- Humas Laskar Ummat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono mengatakan bahwa pemerintah Karanganyar telah...

Selasa, 05/07/2016 11:59 0

Arab Saudi

Bom Madinah: Lokasi Ledakan Menurut Sumber Resmi Pemerintah Saudi

KIBLAT.NET – Gambar dan video beredar luas di kalangan netizen dan media sosial memperlihatkan peristiwa...

Selasa, 05/07/2016 11:00 0

Indonesia

Bom Meledak di Mapolresta Solo, Tewaskan Pelaku Sendiri

KIBLAT.NET – Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Solo, Jawa Tengah, diguncang bom, Selasa, pukul 07.15...

Selasa, 05/07/2016 10:15 0

Arab Saudi

Sumber Resmi Saudi Ungkap Pelaku Salah Satu dari 3 Bom

KIBLAT.NET – Kementerian Dalam Negeri Saudi, Senin, mengungkapkan bahwa pembom yang menargetkan konsulat AS di...

Selasa, 05/07/2016 09:09 0

Video Kajian

Sabar Karena Allah Bag 1, oleh Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Kesabaran merupakan perkara yang amat dicintai oleh Allah dan sangat dibutuhkan seorang muslim dalam...

Selasa, 05/07/2016 06:59 0

Arab Saudi

Saudi Diguncang 3 Bom, Salah Satu di Dekat Masjid Nabawi

KIBLAT.NET – Seorang pembom bunuh diri melancarkan serangan hari Senin (4/7) di dekat masjid Nabawi...

Selasa, 05/07/2016 02:16 0

Close